Syarat-Syarat Pertumbuhan Mikroorganisme Beserta Penjelasannya

Posted on

GuruPendidikan.Com – Pada makhluk hidup akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, hal ini tak terkecuali dengan kelompok mikroorganisme. Berbeda dengan kelompok makroorganisme yang mana masa pertumbuhan dan perkembangannya dapat dengan mudah diamati kita kelompok mikroorganisme memiliki perlakuan khusus. Dengan ukuran tubuh yang sangat kecil ( tak tampak oleh mata ) maka kita harus lebih memperhatikan tentang kebutuhan pertumbuhan dari kelompok mikroorganisme. Dengan memerhatikan hal-hal yang memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ini sangat menguntungkan bagi pelaku industri yang melibatkan mikroorganisme tertentu.

Pertumbuhan Mikroorganisme

Pertumbuhan mikroorganisme tidak dapat didefinisikan seperti halnya pada kelompok makroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme merupakan bertambahnya jumlah sel atau pembentukan koloni mikroorganisme tersebut. Melihat ukuran tubuh kelompok mikroorganisme yang sangat renik mikroorganisme memiliki karakter yang lebih sensitive dibanding kelompok makrooraganisme. Hal ini sangat memengaruhi lingkungan yang cocok bagi pertumbuhan mikroorganisme. Setiap mikroorganisme akan memiliki syarat lingkungan yang berbeda dalam tahapan pertumbuhan, secara general syarat-syarat lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme antara lain :

Sumber Energi

Untuk energi diperlukan oleh setiap organisme untuk dapat metabolism di dalam sel tidak terkecuali pada pertumbuhan mikroorganisme. Melihat begitu beragamnya mikroorganisme, sumber energi yang diperoleh akan berbeda-beda. Pada dasarnya energi diperoleh dari perombakan senyawa karbon baik secara aerob ( dengan oksigen ) ataupun anaerob. Sementara mikroorganisme mendapatkan senyawa karbon yang digunakan sebagai sumber energi dapat dibedakan menjadi dua kelompok :

  • Fototrof
    Dalam hal ini merupakan kelompok mikroorganisme yang memperoleh sumber energi ( senyawa karbon ) dengan memanfaatkan cahaya matahari atau cahaya lain yang frekuensinya sama. Contoh dari kelompok ini yaitu alga dan beberapa bakteri tertentu.
  • Kemotrof
    Untuk hal ini merupakan kelompok mikroorganisme yang memperoleh sumber energi dengan menggunakan energi kimia yang diperoleh dari lingkungan. Energi kimia tersebut dapat bermacam-macam seperti nitrogen, karbon, sulfur atau methane. Contoh dari kelompok ini yaitu bakteri dan khamir ( jamur renik ).

Nutrisi

Nutrisi atau sumber pangan sangat penting untuk proses pertumbuhan mikroorganisme, seperti layaknya makroorganisme. Mikroorganisme memiliki kebutuhan akan nutrisi untuk menopang segala aktivitas metabolisme yang berlangsung di dalam tubuh. Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme biasanya lengkap ditambahkan dalam media pertumbuhannya. Setiap mikroorganisme memiliki kekhasan akan nutrisi tertentu dalam pertumbuhannya. Misalnya bakteri laktat akan tumbuh dengan baik pada media dengan banyak laktosa ( susu ). Sementara bakteri gram negatif akan sebaliknya, dengan demikian kebutuhan nutrisi tiap mikroorganisme akan berbeda-beda. hal ini juga mencakup akan keseimbangan mineral yang dibutuhkan oleh mikroorganisme.

Derajat Keasaman ( pH )

Dalam lingkungan akan memiliki derajat keasaman yang beda tergantung pada komposisi di dalamnya. Hal ini akan memengaruhi mikrooraganisme mana yang akan tumbuh dengan baik. Secara umum mikroorganisme akan tumbuh dengan baik pada pH netral ( sekitar 7 ), sementara ada beberapa mikroorganisme yang memiliki pH asam ataupun basa untuk proses pertumbuhannya, berdasarkan pH optimalnya, maka mikroorganisme dibedakan menjadi :

  • Asidofilik
    Merupakan kelompok mikroorganisme yang tumbuh dengan baik pada media ( lingkungan ) yang memiliki pH asam yakni di bawah angka enam ( pH < 6 ). Kelompok ini biasanya dihuni oleh kelompok jamur serta beberapa bakteri seperti Helicobacter pylori penyebab radang lambung yang dapat bertahan melewati asam lambung dengan pH 2.
  • Neutrofilik
    Kelompok mikroorganisme dengan pH optimum netral ( pH 6-7 ) untuk pertumbuhannya, kelompok ini merupakan mikroorganisme pada umumnya.
  • Basofilik Kebalikan Dari Asidofilik
    Untuk kelompok ini memiliki pH yang tinggi untuk dapat tumbuh dengan baik. pH pertumbuhan dari kelompok basofilik yaitu di atas 7 ( pH > 7 ), misalnya pada kelompok mikroba yang hidup di dasar laut kapur atau lingkungan basa lainnya.

Suhu

Untuk pengaruh suhu pada pertumbuhan mikroba sangat penting, pasalnya suhu dapat memengaruhi enzim yang membantu proses metabolisme. Setiap mikroorganisme memiliki suhu optimum sebagai syarat pertumbuhan, berdasarkan suhunya mikroorganisme dibedakan menjadi :

loading...
  • Psikrofilik
    Golongan mikroba yang tumbuh pada lingkungan dengan suhu 0 derajat celcius hingga 25 derjat celcius. Sementara itu suhu optimum kelompok ini ialah antara 10 derajat celcius hingga 20 derajat celcius meikroorganisme kelompok ini dapat hidup pada lingkungan yang sangat dingin. Contoh mikroba yang dapat bertahan di lemari es.
  • Mesofilik
    Kelompok mikroorganisme yang tumbuh dengan baik pada suhu antara 20 derajat celcius hingga 40 derajat celcius, suhu ini merupakan suhu sebagian banyak mikroorganisme pada umumnya.
  • Termofilik
    Kelompok mikroorganisme yang tumbuh pada suhu yang tinggi yakni optimum pada suhu antara 50 derajat celcius hingga 60 derajat celcius. Kelompok ini ditemukan pada kawah gunung berapi atau sumber air panas seperti bakteri belerang.

Air

Air merupakan komponen dasar dari organisme, air berfungsi sebagai pelarut dan peranannya sangat erat dengan transportasi zat serta berlangsungnya metabolism, kebutuhan air juga diperlukan bagi pertumbuhan mikroorganisme, tanpa air maka proses metabolism akan terhalang.

Oksigen

Oksigen dapat memengaruhi pertumbuhan mikroba, beberapa mikroba memerlukan oksigen untuk tumbuh sementara yang lain tidak toleren terhadap keberadaan gas ini. Oleh karena itu berdasarkan kebutuhan oksigen mikroorganisme dibedakan menjadi :

  • Aerob
    Merupakan kelompok mikroorganisme yang tumbuh memerlukan gas oksigen bebas ( O 2 ) di alam. Aerob dapat dibedakan lagi berdasarkan tingkat kebutuhannya yaitu :
    1. Mikroaerob kelompok yang memerlukan sedikit oksigen bebas.
    2. Kapnofil kelompok yang memerlukan oksigen hanya saja kebutuhan oksigen yang terlarut dalam senyawa karbon seperti karbondioksigen lebih besar dibanding oksigen bebas itu sendiri. contohnya seperti pada koloni bakteri limbah.
    3. Anaerob fakultatif merupakan kelompok mikroba yang menyesuaikan lingkungannya, ketika tersedia oksigen maka akan menjadi aerob, sementara mampu bertahan hidup ketika oksigen bebas tidak tersedia ( fase anerob ).
  • Anaerob
    Merupakan kelompok mikroba yang menggunakan oksigen yang terlarut dalam senyawa lain, misalnya CO ( x ), NO ( x ) atau PO ( x ). Kelompok ini justru tidak toleren terhadap oksigen bebas.

Demikianlah pembahasan mengenai Syarat-Syarat Pertumbuhan Mikroorganisme Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂