“Suku Togutil” Sejarah & ( Mata Pencaharian – Adat Istiadat – Agama – Kepercayaan )

Posted on

“Suku Togutil” Sejarah & ( Mata Pencaharian – Adat Istiadat – Agama – Kepercayaan )

GuruPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai suku togutil yang dimana dalam hal ini meliputi mata pencaharian, kebudayaan, agama dan kepercayaan, nah agar lebih memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini.

Sejarah Suku Togutil

Orang Togutil berdiri di kawasan hutan Dodaga dan Tutuling di Kecamatan Wasile di Pulau Halmahera bagian tengah, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku. Jumlah populasinya diperkirakan sekitar 600 orang.

Mata Pencaharian & Pemukiman

Kehidupan mereka masih sangat tergantung pada keberadaan hutan-hutan asli. Mereka bermukim secara berkelompok di sekitar sungai. Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga sekitar 42 rumah tangga. Rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, bambu dan beratap daun palem sejenis Livistonia sp. Umumnya rumah mereka tidak berdinding dan berlantai papan panggung.

Kehidupan orang Togutil sesungguhnya amat bersahaja, mereka hidup dari memukul sagu, berburu babi dan rusa mencari ikan di sungai-sungai disamping berkebun. Mereka juga mengumpulkan telur megapoda, damar dan tanduk rusa untuk dijual kepada orang-orang di pesisir. Kebun-kebun mereka ditanami dengan pisang, ketela, ubi jalar, pepaya dan tebu.

Namun karena mereka sukan berpindah-pindah dapat diduga kalau kebun-kebun itu tidak diusahakan secara intesif. Dengan begitu sebagaimana lazimnya di daerah-daerah yang memliki suku primitif, hutan di daerah ini tidak memperlihatkan adanya gangguan yang berarti.

Adat Istiadat Masyarakat Suku Togutil

Dalam masyarakat seperti ini peranan keluarga initi lebih besar, karena itu pasangan baru selesai menikah langsung dianggap bisa berdiri sendiri. Akan tetapi mereka tetap suka mengelompok tempat tinggal, terserah mau ikut kelompok asal suami atau ikut kelompok istri.

Kepemimpinan yang penting dalam masyarakat Togutil ialah kepala kelompok yang mereka sebut Dimono. Dia biasanya seorang lelaki senior yang kuat berpengalaman dan bijaksana lebih utama lagi dia harus menguasai hukum adat dan kesejahteraan masyarakatnya.

Pengaruh masyarakat sekitar menyebabkan mereka juga mengenal tokoh Kapitan yakni kepala perang seandainya mereka diserang musuh.

Agama Dan Kepercayaan Suku Togutil

Kepercayaan aslinya menyakini adanya makhluk-makhluk halus dan kekuatan adikodrati di sekitar lingkungan hidup mereka. Makhluk-makhluk halus yang mereka sebut ohitana itu dianggap bisa berbuat kebaikan dan bisa pula mengganggu manusia.

Untuk mengendalikan perilaku makhluk-makhluk halus tersebut, mereka diberi sesajian melalui upacara-upacara tertentu, seperti upacara Gomanga yang dilakukan secara individual atau kolektif.

Demikianlah pembahasan mengenai “Suku Togutil” Sejarah & ( Mata Pencaharian – Adat Istiadat – Agama – Kepercayaan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: