Sistem Saraf Manusia : Pengertian, Bagian, Dan Fungsinya Secara Lengkap

Posted on

Sistem Saraf Manusia : Pengertian, Bagian, Dan Fungsinya Secara Lengkap – Tahukah anda apa itu dari sistem saraf pada manusia ??? Jika anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi gurupendidikan.com, Karena pada kesempatan kali ini akan membahas tentang sistem saraf pada manusia secara lengkap. oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

sistem saraf manusia

Pengertian Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf ialah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup bisa menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas yaitu kemampuan menanggapi rangsangan.

Sistem saraf termasuk sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer (sistem saraf tepi). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf perifer terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf memiliki tiga fungsi utama, yakni menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.


Bagian-Bagian Sistem Saraf Manusia Beserta Fungsinya

1. Struktur Saraf
Sistem saraf pada manusia itu terdiri dari suatu sel saraf yang biasa di sebut dengan neuron san sel gilial. Neuron mempunyai fungsi untuk alat menghantarkan impuls(rangsangan) dari sebuah panca indra menuju otak dan kemudian hasil dari sebuah tanggapan otak akan di kirim menujuke otot. sedangkan sel gilial mempunyai fungsi untuk pemberi suatu nutrisi pada neuron.

a. Sel Saraf (Neuron)
Unit terkecil penyusun sistem saraf yaitu sel saraf atau bisa di sebut dengan Neuron. sel saraf yaitu sebuah sel yang mempunyai fungsi untuk menghantarkan implus atau rangsangan. setiap satu sel saraf (neuron) yang terdiri dari tiga bagian utama yakni berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson.

Bagian-Bagian Sistem Saraf

  • Dendrit yaitu suatu serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit adalah perluasan dari badan sel. Dendrit mempunyai fungsi untuk menerima dan mengantarkan suatu rangsangan ke badan sel.
  • Badan Sel yaitu suatu bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel mempunyai fungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.
  • Nukleus yaitu suatu inti sel saraf yang mempunyai fungsi untuk sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron).
  • Neurit (Akson) yaitu suatu tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), yang mempunyai fungsi untuk menjalarkan suatu impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron.
  • Selubung Mielin yaitu sebuah selaput yang banyak mengandung lemak yang mempunyai fungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut dengan nodus ranvier.
  • Sel Schwann yaitu suatu jaringan yang membantu untuk menyediakan makanan untuk neurit (akson) dan membantu suatu regenerasi neurit (akson).
  • Nodus ranvier mempunyai fungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan suatu saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga suatu impuls lebih cepat sampai pada tujuan.
  • Sinapsis yaitu pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya. Pada setiap sinapsis terdapat suatu celah sinapsis. Pada bagian ujung akson terdapat suatu kantong yang disebut dengan bulbus akson. Kantong tersebut berisikan zat kimia yang sering disebut dengan neurotransmiter. Neurotransmiter bisa berupa asetilkolin dan kolinesterase yang mempunyai fungsi untuk dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis.

Sel Saraf atau Neuron bergabung membentuk suatu jaringan saraf. Ujung dendrit dan Ujung aksonlah yang menghubungkan suatu sel saraf satu dan sel saraf lainya. Menurut Fungsinya, ada tiga sel saraf yaitu sebagai berikut :

  • Sel saraf sensorik
    Sel saraf sensorik yaitu suatu sel saraf yang mempunyai fungsi untuk menerima suatu rangsang yang datang kepada tubuh atau panca indra, dan dirubah menjadi impuls (rangsangan) saraf, dan meneruskannya ke otak. Badan sel saraf ini bergerombol untuk membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang.
  • Sel saraf motorik
    Sel saraf motorik yaitu suatu sel saraf yang mempunyai fungsi untuk membawa impuls saraf dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang menuju otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang.
  • Sel saraf penghubung
    Sel saraf penghubung yaitu suatu sel saraf yang banyak terdapat di dalam suatu otak dan sumsum tulang belakang. Neuron (sel saraf) tersebut mempunyai fungsi untuk menghubungkan atau meneruskan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik.

b. Sel Glial
Sel Glial mempunyai fungsi diantaranya untuk memberi suatu nutrisi pada sel saraf. Macam-macam neuroglia diantaranya yakni astrosit, oligodendrosit, mikroglia, dan makroglia.

2. Sistem Saraf Pusat

Pusat saraf mempunyai fungsi untuk memegang suatu kendali dan pengaturan terhadap suatu kerja jaringan saraf hingga ke sel saraf.sistem saraf pusat terdiri dari yaitu otak besar, otak kecil, sum sum lanjutan (medula oblongata), dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak Terletak pada bagian di dalam tulang tengkorak sedangkan sumsum tulang belakang terletak pada bagian di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Tiga Materi Esensial yang ada pada suatu bagian sumsum tulang belakang serta otak antara lain yakni sebagi beikut :

  • Substansi grissea atau bagian materi kelabu yang terbentuk dari badan sel.
  • Substansi alba yaitu suatu bagian materi putih yang terbentuk oleh serabut saraf.
  • Jaringan ikat yaitu sel-sel neuroglia yang ada di dalam sebuah system saraf pusat tepatnya di antara sebuah sel-sel saraf yang ada.

Pada sistem saraf Pusat juga terdapat sebuah jembatan Varol yang tersusun atas sebuah saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, yang Juga menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Jembatan varol ini mempunyai fungsi untuk menghantarkan suatu rangsangan dari kedua bagian serebelum.

  • Otak Besar
    Otak besar mempunyai tekstur kenyal, lunak, ada banyak lipatan, serta berminyak. Otak besar dikelilingi oleh suatu cairan serebrospinal yang mempunyai fungsi untuk memberi makan otak dan melindungi otak dari suatu guncangan. Di dalam sebuah otak besar didapati banyak pembuluh darah yang berfungsi untuk memasok oksigen ke sebuah otak besar.
  • Otak Kecil
    Otak Kecil yang terletak di sebuah bagian belakang kepala dan dekat leher. Otak kecil berfungsi utamanya yakni untuk sebagai pusat koordinasi suatu gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila terjadi suatu rangsangan yang membahayakan, gerakan sadar yang normal tidak mungkin dapat dilaksanakan. Otak kecil yaitu suatu pusat keseimbangan. Jika terjadi suatu gangguan (kerusakan) pada otak kecil maka semua gerakan otot tidak bisa dikoordinasikan.
  • Sumsum Lanjutan
    Sumsum lanjutan atau yang sering disebut dengan sumsum lanjutan atau medula oblongata terletak pada di persambungan antara otak dengan tulang belakang. Sumsum lanjutan mempunyai fungsi yaitu untuk mengatur suhu tubuh, kendali muntah, untuk mengatur suatu gerak refleks (misalnya batuk, bersin, dan berkedip), dan untuk pusat pernapasan. Selain itu, sumsum lanjutan mempunyai peran untuk mengantarkan impuls yang datang menuju otak. Sumsum sambung pun mempengaruhi suatu refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, volume, respirasi, pencernaan, dan suatu sekresi kelenjar pencernaan.
  • Sumsum Tulang Belakang
    Sumsum tulang belakang atau dapat disebut medula spinalis yang berada di dalam sebuah tulang belakang. Sumsum tulang belakang dibagi menjadi dua lapisan, yang pertama lapisan luar yang berwarna putih dan yang ke dua lapisan dalam yang berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang telah dilindungi oleh tulang belakang atau tulang punggung yang keras. Tulang punggung terdiri dari 33 ruas. memiliki fungsi utama yaitu untuk sebagai pusat gerak refleks.

Di dalam sebuah sumsum tulang belakang, terdapat sebuah saraf sensorik, motorik, dan saraf penghubung. Fungsi dari saraf-saraf tersebut mempunyai fungsi nya masing-masing yakni sebagai suatu pengantar impuls dari sebuah otak dan ke otak.

Sumsum tulang belakang memfunyai fungsi sangat penting dalam tubuh. Fungsi tersebut yaitu untuk menghubungkan suatu impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, untuk menghubungkan suatu impuls dari sebuah otak ke saraf motorik; yang akan menjadi jalur terpendek pada gerak refleks.

Itulah ulasan tentang Sistem Saraf Manusia : Pengertian, Bagian, Dan Fungsinya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :