Sistem Koloid
Sistem Koloid

Sifat, Pengertian Sistem Koloid Menurut Para Ahli Beserta Jenisnya

Posted on

Pengertian Sistem Koloid

Sifat, Pengertian Sistem Koloid Menurut Para Ahli Beserta Jenisnya– Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel yang tersebar cukup besar (1-1000 nm), sehingga memiliki efek Tyndall. Apakah ini berarti bahwa partikel terdispersi homogen terpengaruh oleh gravitasi atau kekuatan lain yang dikenakan pada dirinya; sehingga tidak terjadi pengendapan. Misalnya, sifat homogen yang juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).

Koloid dengan mudah ditemukan di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, dan awan adalah contoh koloid yang dapat ditemukan sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi studi terpisah dalam industri kimia karena pentingnya.

Pengertian Sistem Koloid Menurut Para Ahli

  • Graham

Menemukan bahwa larutan natrium klorida mudah berdifusi sedangkan pati, gelatin dan putih telur sangat lambat atau tidak sama sekali menyebar. Zat yang sulit untuk meringankan disebut koloid.

  • Ostwald (1907)

Sistem koloid merupakan campuran heterogen antara dua atau lebih zat partikel berukuran zat koloid (fase terdispersi) tersebar merata dalam zat lain (penyebaran media).

Sistem Koloid
Sistem Koloid

Jenis-Jenis Koloid

Koloid memiliki berbagai bentuk, tergantung pada fase pendispersi dan tersebar. Beberapa jenis koloid:

  • Aerosol yang memiliki dispersant dalam bentuk gas. Aerosol telah tersebar zat cair disebut aerosol cair (misalnya kabut dan awan) sementara memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat (yaitu, asap dan debu di udara).
  • Sistem koloid sol partikel padat terdispersi dalam cairan. (Contoh: air sungai, sabun sol, sol deterjen, cat dan tinta).
  • Emulsi Sistem zat cair koloid tersebar dalam cairan lain, tetapi dua cairan yang tidak larut satu sama lain. (Contoh: santan, susu, mayones, dan minyak ikan).
  • Sistem koloid gelembung gas tersebar di cairan. (Contoh: pada pengolahan bijih logam, alat pemadam kebakaran, beberapa jenis kosmetik, dan lain-lain). Ada juga busa padat yang merupakan gas yang tersebar di padat (Contoh: Styrofoam, batu apung, spons, marshmallow).
  • Gel sistem koloid cair kaku atau semi-padat dan setengah. (Contoh: gelatin, lem).

Sifat-sifat Koloid

  • Efek Tyndall

Efek Tyndall adalah fenomena hamburan sinar (light) oleh partikel koloid. Hal ini karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek Tyndall ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang fisikawan Inggris. Oleh karena itu, sebuah properti yang disebut efek Tyndall.

Efek Tyndall adalah efek yang terjadi ketika solusi terkena cahaya. Pada saat solusi sejati disinari dengan cahaya, maka solusinya tidak akan menyebarkan cahaya, sedangkan sistem koloid, cahaya akan tersebar. Hal itu terjadi karena partikel koloid memiliki partikel yang relatif besar untuk menyebarkan cahaya. Sebaliknya, solusi yang tepat, partikel relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya beberapa dan sangat sulit untuk mengamati.

  • Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerakan partikel koloid terus bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak / tidak teratur). Jika koloid yang ultra diamati di bawah mikroskop, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel akan bergerak membentuk zigzag. Gerakan zigzag ini disebut gerak Brown.

Partikel zat yang terus bergerak. Gerakan ini dapat acak seperti pada zat cair dan gas (disebut gerak Brown), sedangkan padatan hanya berosilasi di tempat (tidak termasuk gerak Brown). Media dispersi koloid untuk cairan atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel koloid itu sendiri. Tabrakan itu terjadi dari segala arah. Oleh karena itu, ukuran partikel sangat kecil, tabrakan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Jadi ada tabrakan resultan disebabkan arah perubahan pergerakan partikel yang dihasilkan dalam gerakan zigzag atau gerak Brown.

Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Sulit untuk menjelaskan mengapa gerak Brown diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen cairan dengan padatan (suspensi).

Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, semakin besar energi kinetik partikel yang memiliki media pendispersi. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel dari fase tersebar lebih cepat. Sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, semakin lambat gerak Brown.

  • Adsorpsi

Adsorpsi adalah penyerapan partikel insiden atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luas permukaan partikel. Penyerapan adsorpsi harus dibedakan dengan cara penyerapan yang terjadi pada partikel.

  • Muatan koloid

Ada dua jenis koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.

  • Koagulasi koloid

Koagulasi adalah aglomerasi partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat tersebut tidak lagi tersebar bentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.

  • Koloid pelindung

Pelindung koloid adalah koloid yang memiliki sifat-sifat koloid dapat melindungi orang lain dari proses koagulasi.

  • Dialisis

Dialisis adalah pemisahan ion pengganggu koloid dengan mengalirkan cairan yang dicampur dengan koloid melalui membran semipermeabel yang bertindak sebagai filter. Membran semipermeabel bisa lulus tapi tidak bisa dilewati cairan koloid, sehingga koloid dan cairan dipisahkan.

  • Elektroforesis

Elektroferesis adalah peristiwa pemisahan partikel bermuatan koloid menggunakan arus listrik.

Dikutip dari: http://kumpulanmakalahdankaryailmiah.blogspot.co.id/ dan https://id.wikipedia.org/

Demikian Penjelasan Tentang Sifat, Pengertian Sistem Koloid Menurut Para Ahli Beserta Jenisnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀