“Senjata Adat ( Tradisional )” Pengertian & ( Contoh – Fungsi – Bagian )

Posted on

“Senjata Adat ( Tradisional )” Pengertian & ( Contoh – Fungsi – Bagian )

GuruPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai senjata adat “tradisional” yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, contoh, fungsi dan bagian, nah agar lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Pengertian Senjata Adat “Tradisional”

Senjata merupakan suatu alat yang digunakan untuk melukasi, membunuh atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri dan juga mengancam dan melindungi. Istilah tradisional berasal dari kata “tradisi” yang menunjuk kepada suatu lembaga, artefak, kebiasaan atau perilaku yang didasarkan pada tata aturan atau norma tertentu baik secara tertulis maupun tidak tertulis yang diwariskan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka secara singkat dapat dikatakan bahwa karya seni rupa tradisional ialah karya seni rupa yang bentuk dan cara pembuatannya nyaris tidak berubah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Senjata tradisional merupakan produk budaya yang lekat hubungannya dengan suatu masyarakat, selain digunakan berlindung dari serangan musuh, senjata tradisional juga digunakan dalam kegiatan berladang dan berburu. Lebih dari fungsinya senjata tradisional kini menjadi identitas suatu bangsa yang turut memperkaya khazanah kebudayaan nusantara.

Contoh Senjata Adat “Tradisional”

Kujang ialah senjata tradisional Jawa Barat yang memiliki keunikan tersendiri dari senjata tradisional Indonesia lainnya dengan memiliki panjang sekitar 20 sampai 25 cm. Senjata adat Jawa Barat kujang ini terbuat dari bahan baja, besi dan pamor/baja putih.

Kujang dibuat pertama kali kurang lebih pada abad 8 dan 0 tetapi juga ada beberapa pendapat dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa kujang telah dipakai sebelum abad 8 dan 9. Karena mereka melihat berdasarkan teoritis dari bentuk kujang tersebut.

Senjata adat Jawa Barat kujang melambangkan ketajaman dan daya kritis dalam suatu kehidupan, serta melambangkan kekuatan dan keberanian dalam melindungi hak dan kebenaran. Kujang menjadi ciri khas masyarakat Jawa barat selain sebagai senjata, juga alat pertanian, perlambangan, hiasan dan bahkan cinderamata.

Jenis Kujang

Senjata tradisional kujang memiliki bentuk dan jenis yang beragam dan beberapa macam jenis senjata adat Jawa Barat kujang yaitu:

  • Kujang Ciung yang memiliki bentuk seperti burung ciung.
  • Kujang Jago, yang memiliki bentuk seperti ayam jago.
  • Kujang Kuntul yang memiliki bentuk seperti burung kuntul.
  • Kujang bangkok yang memiliki bentuk seperti kodok.
  • Kujang Naga yang memiliki bentuk seperti ular naga.
  • Kujang Badak yang memiliki bentuk seperti badak.
  • Kudi yang memiliki bentuk seperti kujang tetapi agak kurus/tipis dan kecil.

Fungsi Senjata Tradisional Kujang

Kujang yang merupakan senjata tradisional Jawa Barat ini juga memiliki beberapa macam fungsi seperti:

  • Kujang untuk pusaka yang melambangkan kebesaran dan keagungan seorang raja maupun seorang pejabat.
  • Kujang untuk pakarang yang merupakan senjata untuk berperang.
  • Kujang untuk pengarak yang merupakan alat untuk upacara.
  • Kujang pamangkas yang digunakan untuk alat pertanian seperti memangkas, nyacar dan menebang tanaman.

Bagian-Bagian Pada Senjata Kujang

Adapun fungsi bagian-bagian pada senjata kujang yang diantaranya yaitu:

  • Papatuk/Congo ialah bagian ujung kujang yang runcing digunakan untuk mencongkel.
  • Eluk/Siih ialah lekukan-lekukan di tubuh kujang digunakan untuk mencabik tubuh lawan.
  • Waruga ialah badan/wilahan kujang.
  • Mata ialah lubang kecinl pada waruga dengan jumlah bervariasi antara 5 sampai 9 lubang, namun ada juga kujang yang tidak memiliki mata yang disebut dengan kujang buta.
  • Tonggong ialah bagian tajam di punggung kujang.
  • Tadah ialah lengkungan kecil dibawah perut kujang.
  • Paksi ialah ring di bagian belakang kujang berbentuk lancip.
  • Selut ialah ring yang dipasang di ujung gagang/pegangan kujang.
  • Combong ialah lubang yang ada di gagang kujang.
  • Ganja/Landaian ialah sudut yang runcing dan mengarah ke ujung kujang.
  • Kowak ialah sarung kujang yang terbuat dari kayu samida dengan memiliki aroma yang khas sehingga manambah daya mistis dari kujang.
  • Pamor ialah bentuk baris-baris sulangkar/bintik-bintik yang tergambar di senjata kujang, sehingga menambah nilai artistik yang berfungsi untuk menyimpan racun.

Demikianlah pembahasan mengenai “Senjata Adat ( Tradisional )” Pengertian & ( Contoh – Fungsi – Bagian ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: