R.A Kartini
http://jakartakita.com/2012/04/20/sepenggal-kisah-kartini/

Sejarah Pergerakan Kaum Wanita (R.A.Kartini)

Posted on

Sejarah Pergerakan Kaum Wanita (R.A.Kartini) -RA. Kartini adalah seorang Pelopor Pergerakan kaum wanita. R.A. Kartini sudah menjadi sejarah didalam keikutsertaan kaum wanita (hawa) diberbagai bidang kehidupan,baik itu dari hal non pemerintahan serta pemerintahan, R.A. Kartini itu sangat diharumkan namanya yang terlihat dari tanggal lahirnya yang selalu diperangati dari berbagai kalangan bukan daro hanya kaum hawa namun tetapi kaum adam juga ikut serta dalam memperingati hari pergerakan kaum wanita atau hari R.A.Karitini .

R.A Kartini
http://jakartakita.com/2012/04/20/sepenggal-kisah-kartini/

Kartini adalah seorang dari beberapa kaum atau juga salah satu kaum hawa yang sangat memperjuangkan hak-hak perempuan ataupun kaum hawa untuk ikut serta didalam berbagai bidang kehidupan serta juga karna R.A.Kartini berbagai kaum hawa tersebut bisa bekerja diberbagai bidang kehidupan, dan pada tiap 21 April diperangati Hari ibu untuk mengenang serta juga memperingati Pergerakan Kaum Wanita dan juga Perjuangan R.A. Karitini ialah  sebagai pelopor Para Pergerakan kaum wanita.

Sejarah Pergerakan Kaum Wanita (R.A.Kartini)

R.A. Kartini (21 April 1879-1904) ini dianggap ialah sebagai pelopor Pergerakan kaum wanita Indonesia. Beliau adalah wanita Indonesia pertama yang memiliki cita-cita untuk dapat memajukan kaumnya dalam bidang pendidikan atau pengajaran. Sebagai akibat dari kurangnya mendapatkan pendidikan atau pengajaran. kaum wanita tersebut diperlakukan tidak adil. Hal tersebut ditunjukkan. oleh adat-kebiasaan ialah sebagai berikut :

  • ada kawin-paksa.
  • Polygami,
  • Kaum pria memiliki kekuasaan tak terbatas dalam suatu perkawinan,
  • Sesudah menginjak dewasa, gadis-gadis tersebut dilarang unutk ke luar rumah (= dipingit).

Adat kebiasaan semacam tersebut lambat laun ditentang oleh kaum wanita yang memiliki pikiran maju. Diilhami oleh cita-cita Kartini, mereka mulai untuk bergerak dan untuk merombak tradisi yang tidak adil itu.

Pergerakan dari kaum wanita pada umumnya bersifat sosial, dengan tujuan ialah:
Sejarah Pergerakan Kaum Wanita (R.A.Kartini)

  • Keluar: berusaha untuk memperoleh persamaan hak setaraf dengan kaum pria, supaya tidak diperlakukan dengan sewenang-wenang.
  • ke dalam : berusaha meningkat atau juga sempurnakan kemampuan serta juga kecerdasan kaum wanita sendiri sebagal ibu serta sebagai pemegang kendali rumah-tangga.

Organisasi wanita pertama  di Indonesia , didirikan di Jakarta 1912 dengan nama Putri Mardika. Berdirinya organisasi tersebut berkat bantuan dari Budi Utomo, dengan tujuan ialah: Berusaha memajukan pendidikan atau pengajaran anak-anak wanita. setelah berdiri Putri Mardika kemudian muncul atau juga berdiri organisasi-organisasi Iainnya. Hampir pada setiap kota penting terdapat suatu organisasi wanita, hingga jumlahnya banyak.

Organisasi kaum wanita yang banyak sekali tersebut dapat dibagi antara lain sebagai berikut:

1. Organisasi-wanita yang menjadi suatu bagian serta sesuatu organisasi, contohnya:

  1. Wanudyo Utomo, bagian serta Sarekat Islam.
  2. Aisyiyah, bagian serta Muhammadiyah.

2. Organisasi-wanita yang berdiri dengan sendiri. Kebanyakan adalah organisasinya kaum ibu, contohnya:

  1. Wanito Mulyo,
  2. Wanito Katholik
  3. Wanito Utomo.

Di antara tanggal 22 — 25 Desember 1928 organisasi wanita Indonesia tersebut mengadakan Konggres di Yogyakarta. Konggres yang pertama kali tersebut memiliki tujuan antara lain sebagai berikut:

  1. untuk mempersatukan cita-cita serta juga usaha memajukan kaum wanita.
  2. untuk membentuk gabungan diantara organisasi-organisasi yang berbeda-beda atau beraneka-ragam coraknya.

Konggres tersebut berhasil mendirikan sebuah gabungan organisasi wanita dengan nama ialah “Perikatan Perempuan Indonesia disingkat dengan (PPI)”. Nama tersebut kemudian diubah menjadi “Perikatan Perhimpunan Istri Indonesia disingkat dengan (PPII)”.

Tanggal dimulainya Konggres kaum wanita yang pertamaitu dijadikan ialah sebagai Hari Ibu, serta juga diperingäti di setiap tahunnya (hingga sekarang).

Walaupun belum tercapai seluruhnya, tetapi setahap demi setahap perjuangan kaum wanita tersebut banyak juga hasilnya. Adat-kebiasaan yang menghinakan atas derajat kaum-wanita semakin lama semakin berkurang. Bahkan disekitar tahun 1938 sudah ada beberapa orang wanita Indonesia yang diangkat oleh Pemerintah Belanda ialah menjadi anggota Dewan Kota, misalnya di Bandung, Cirebon serta juga Surabaya.

Demikian Penjelasan tentang Sejarah Pergerakan Kaum Wanita (R.A.Kartini) Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂