Proses Pembentukan Minyak Bumi Beserta Pengertian Dan Komponennya

Aris Kurniawan

Minyak Bumi

Minyak bumi yang dijuluki sebagai emas hitam (petroleum dari bahasa Latin petrus –  kurang serta oleum – minyak) merupakan cairan yang kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang udah terbakar, yang berada pada lapisan atas dari beberapa area di dalam kerak bumi, Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, namun berbeda-beda dalam penampilan, kemurnian, serta komposisi. Minak bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak.

Lokasi sumur-sumur munyak tersebut didapatkan setelah melewati proses pengetahuan geologi, analisis sedimen, karakter serta struktur sumber, serta bermacam pengetahuan lainnya. Lalu minyak bumi diproses di tempat  pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihna sehingga menghasilkan bermacam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai dengan aspal serta bermacam reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik serta obat-obatan. Minyak bumi dipakai untuk memproduksi bermacam barang dan material yang dibutuhkan oleh manusia.

Proses Pembentukan Minak Bumi

Minak bumi merupakan hasil dari peruraian (dekomposisi) materi hewan dan tumbuhan di sebuah daerah yang subsidence (turun) dengan perlahan. Daerah itu biasanya berupa laut batas lagoon (danau) sepanjang pantai atapun danau seta rawa di daratan, Sedimen diendapkan bersama-sama dengan materi tersebut serta kecepatan pengendapan sedimen harus cukup cepat sehingga setidaknya bagian materi organik itu bisa tersimpan serta tertimbun dengan baik sebelum terjadi pembusukan.

Waktu yang terus berjalan secara geologi serta tempat pengendapan semakin terbenam ke dalam permukaan bumi yang lebih dalam, sebab bertambahnya berat terhadap sedimen dan material yang menimbun di atasnya, atau karena gaya tektonik yang menimbulkan efek subsidence. Material organik terbenam semakin dalam sehingga menagalami tekanan serta suhu yang semakin tinggi. Proses itu akan menimbulkan perubahan kimiawi dari bahan material organik tersebut. Perubahan material tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya campuran bahan hidrokarbon yang komposisinya sangat kompleks, baik hidrokarbon yang berupa cairan atapun yang berbentuk gas.

Proses terbentuknya minyak bumi

Proses terbentuknya minyak bumi

Kenaikan suhu terhadap kedalaman rata-rata didunia sekitar 20 –  55 derajat celcius per kilometer. Disumatera sendiri bisa mencapai kurang sekitar 100 °C/km. Sedangkan habitat minyak baru terbentuk pada suhu sekitar 65 – 150 °C yang umumnya berada pada kedalaman 1.5 – 3 km. Pada kedalaman 3 – 6 km batuan reservoer akan lebih didominasi gas daripada minyak. Untuk kedalaman yang lebih dalam lagi suhu akan berbeda menjadi lebih tinggi sehingga gas akan menjadi lebih tinggi sehingga gas akan mengalamai dekomposisi .

Biasanya minyak bumi terendapkan dalam batuan sedimen berpori baik yang mempunyai nilai porositas 45% (reseroar yang begitu baik). Sebab semakin lama batuan tersebut terendapkan serta tertimbun material diatasna, maka batuan tersebut akan terkomplaksi serta hal tersbut dapat mengakibatkan nilai porositasnya berkurang. Minyak, gas, serta air akan tersimpan atau terkimpul di ruang pori-pori dari batuan berpori tersebut. Disebabkan tekanan gravitasi, maka fluida tersebut bergerak di dalam batuan perlahan-lahan. Bantuan yang bisa meloloskan fluida disebut sebagai batuan yang permeabel.

Jenis Jebakan

Jebakan (trap) merupakan lapisan batuan permeabel serta berpori (reservoar rock) ditumpangi atau dihalangi oleh batuan yang impermeabel yang mempunyai dungsi sebagai pencegah larinya minyak ke tempat lain (caprock). Struktur geologi yang bisa menjebak minyak serta gas tersebut bisa diklasifikasikan sebagai:

  1. Jebakan struktural, yakni jebakan yang terbentuk akibat deformasi batuan reservoar, seperti antiklin, sesar, dll.
  2. Jebakan stratigrafis, yakni jebakan yang terbentuk oelh pengendapat seperti kanal, reff, delta atau erosi batuan reservoar seperti ketidaklarasan sudut (angular unconformity).
  3. Jebakan kombinasi, yakni gabungan elemen-elemen struktur dari kedua bentuk diatas.

Demikian Penjelasan Tentang Proses Pembentukan Minyak Bumi Beserta Pengertian Dan Komponennya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀

Most popular articles related to Proses Pembentukan Minyak Bumi Beserta Pengertian Dan Komponennya
Shares