Perilaku Menyimpang : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap

Posted on

Perilaku Menyimpang : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap – Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Perilaku menyimpang ??? Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi gurupendidikan.com. Karena pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian Perilaku menyimpang, ciri Perilaku menyimpang, dan jenis Perilaku menyimpang beserta contohnya secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.

Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi, antara lain sebagai berikut:

1. James Vender Zender
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

2. Bruce J Cohen

Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

3. Robert M.Z. Lawang

Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.


Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang

Paul B. Horton memberikan ciri – ciri perilaku menyimpang sebagai berikut.

1. Penyimpangan Harus Dapat Didefinisikan

Orang tidak dapat menuduh atau menilai suatu perbuatan menyimpang secara sembarangan. Perilaku menyimpang merupakan akibat dari adanya peraturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap perilaku tersebut, dan bukan semata – mata ciri tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Menyimpang tidaknya suatu perilaku harus dinilai berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.

2. Penyimpangan Bisa Diterima Bisa Juga Ditolak

Perilaku menyimpang ada yang positif dan negatif, dikatakan positif apabila penyimpangan diterima bahkan dipuji dan dihormati, seperti penemuan baru oleh para ahli. Sedangkan penyimpangan negatif adalah penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat, seperti perampokan, pembunuhan terhadap etnis tertentu, dan menyebarkan teror dengan bom atau gas beracun.

3. Penyimpangan Relatif dan Penyimpangan Mutlak

Pada dasarnya semua orang sesekali pernah melakukan tindakan menyimpang tetapi pada batas – batas tertentu bersifat relatif untuk setiap orang, bahkan orang yang sebelumnya melakukan penyimpangan mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya. Pada sebagian masyarakat modern tidak ada seorang pun yang masuk kategori sepenuhnya penurut (konformis) ataupun sepenuhnya penyimpang. Alasannya yang termasuk kedua kategori ini justru akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya.

4. Penyimpangan Terhadap Budaya Nyata Ataukah Budaya Ideal

Budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam kenyataan di masyarakat, banyak anggota masyarakat yang tidak patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut. Jadi, antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan, artinya peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan sehari – hari cenderung banyak dilanggar. Contohnya penggunaan mengenai penggunaan helm pada saat mengendarai motor.

5. Terdapat Norma – Norma Penghindaran

Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan seseorang untuk memenuhi keinginan pihak lain tanpa harus menentang nilai – nilai tata kelakukan secara terang – terangan atau terbuka. Contohnya, apabila pada suatu masyarakat terdapat norma yang melarang suatu perbuatan yang ingin sekali diperbuat oleh banyak orang akan muncul “norma – norma penghindaran”. Jadi, norma – norma penghindaran merupakan suatu bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga.

6. Penyimpangan Sosial Bersifat Adaptif (Menyesuaikan)

Tidak selamanya penyimpangan sosial menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat, karena kadang – kadang dapat dianggap sebagai alat pemelihara stabilitas sosial. Perilaku apa yang kita harapkan dari orang lain, seperti apa yang orang lain inginkan dari kita, serta wujud masyarakat seperti apa yang pantas bagi sosialisasi anggotanya. Di lain pihak, perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.

Tidak ada masyarakat yang mampu bertahan dalam kondisi statis untuk jangka waktu yang lama. masyarakat yang terisolasi sekalipun akan mengalami perubahan. Ledakan penduduk, perubahan teknologi, serta hilangnya kebudayaan lokal dan tradisional mengharuskan banyak orang menerapakan norma – norma baru.


Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang

1. Tindakan Kriminal dan Kejahatan

Kriminalitas bukan bawaan sejak lahir bukan pula warisan biologis. Tindakan kriminal dapat dilakukan secara sadar melalui perencanaan dan ditujukan untuk maksud tertentu. Akan tetapi, ada pula yang dilakukan secara tidak sadar. Dalam masyarakat modern, tindakan kriminalitas disebabkan adanya ambisi untuk memperoleh kepuasan material tanpa memperhitungkan kesesuaian antara keinginan diri dengan kemampuan yang dimilikinya.

Tindakan kriminal merupakan suatu bentuk penyimpangan terhadap nilai dan norma atau pelanggaran terhadap aturan dan perundang-undangan yang berlaku di masyarakat. Kejahatan ini ada yang dilakukan terhadap manusia seperti pembunuhan dan penodongan. Perilaku kejahatan yang dilakukan terhadap negara dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, misalnya pembunuhan terhadap kepala negara, melakukan kudeta, dan mengadakan kekacauan. Kejahatan terhadap negara bisa mengganggu stabilitas dan keamanan negara sehingga mengganggu ketenteraman masyarakat.

2. Kenakalan Anak (Juvenile Delinquency)

Masalah kenakalan anak sering menimbulkan kecemasan sosial karena dapat menimbulkan kemungkinan ’’gap generation” sebab anak yang diharapkan sebagai kader penerus bangsa tergelincir ke arah perilaku yang negatif.

Kenakalan (delinquency) menurut Prof. DR. Fuad Hasan adalah perbuatan anti-sosial yang dilakukan oleh anak/remaja yang bila dilakukan oleh orang dewasa dikualifikasikan sebagai tindak kejahatan. Pendapat lain menyatakan bahwa perbuatan delinquency adalah semua perbuatan penyelewengan norma-norma kelompok tertentu yang menimbulkan keonaran dalam masyarakat yang dilakukan oleh anak muda.

3. Penyimpangan Seksual

Penyimpangan seksual merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang dan melanggar norma-norma yang menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat. Penyimpangan seksual meliputi homoseksual, lesbianisme, dan transeksual. Homoseksual merupakan perilaku seksual seseorang yang cenderung tertarik pada orang yang berjenis kelamin sama atau sejenis.

Pria yang melakukan tindakan seksual demikian disebut homoseks, sedangkan lesbian adalah sebutan bagi wanita yang berbuat perilaku seksual seperti itu juga. Berbeda dengan homoseksual, transeksual merupakan perilaku seseorang yang cenderung mengubah karakteristik seksualnya. Hal ini menyangkut konflik batiniah mengenai identitas diri yang bertentangan dengan identitas sosial.

4. Alkoholisme

Alkohol dapat disebut sebagai racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf, sehingga orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan akan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan diri, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

5. Penyalahgunaan Narkotik

Penyalahgunaan narkotik dapat disebut sebagai penyimpangan perilaku karena melanggar norma hukum yang berlaku di masyarakat. Penggunaan obat-obatan jenis narkotik telah diatur dalam seperangkat peraturan yang sifatnya formal. Oleh sebab itu, penggunaan narkotika hanya dianggap sah apabila digunakan untuk kepentingan positif, seperti kepentingan medis (pengobatan) di bawah pengawasan ketat pihak berwenang seperti dokter.

6. Hubungan Seksual Sebelum Nikah

Dalam lingkungan masyarakat yang bernorma, hubungan seksual sebelum atau di luar nikah tidak dapat dibenarkan, khususnya norma agama, sosial maupun moral dan dianggap sebagai bentuk penyimpangan perilaku dalam kehidupan masyarakat. Hubungan seksual akan dianggap sah dan dibenarkan bila seseorang sudah resmi menikah. Jenis hubungan seksual semacam ini, antara lain pelacuran, kumpul kebo, dan perkosaan.

Itulah ulasan tentang Perilaku Menyimpang : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkaitnya disini :