Perbedaan Amfibi Dan Reptil Dalam Biologi

Posted on

GuruPendidikan.Com – Dalam hal ini untuk perbedaan amfibi dan reptil terletak pada kulit. Pada kulit reptil ditutupi oleh sisik, sementara amfibi memiliki kulit dengan permeabelitas tinggi dan memiliki kelenjar.

Perbedaan Amfibi Dan Reptil

Amfibi dan reptil merupakan hewan yang kerap disebut dengan hewan berdarah dingin. Yang dalam istilah ini kuranglah tepat karena suhu bagian dalam yang diatur menggunakan perilaku mereka, seringkali lebih panas dari pada burung dan mamalia terutama pada saat mereka aktif. Bahan suhu tubuh mereka terutama di iklim panas, bisa jadi lebih panas dari pada hewan-hewan yang dikenal sebagai “berdarah panas”. Baik amfibi maupun reptil bersifat ectothermic dan poikilotherm yang berarti mereka menggunakan sumber panas dari lingkungan untuk memperoleh energi.

Perbedaan Utama Amfibi Dan Reptil

Untuk perbedaan utama antara berdarah dingin dan berdarah panas ialah yang pertama suhu pada tubuhnya lebih berfluktuasi dengan adanya masukan dari laingkungan. Sementara hewan berdarah panas “mamalia” misalnya hemeothermic dimana suhu tubuh dikelola dengan metabolisme tubuh.

Beberapa reptil besar seperti buaya, penyu dan kadal besar bahkan mencapai tingkat hemeothermy yakni suhu mereka tidak terlalu berfluktuasi dengan lingkungan, Hal ini disebabkan oleh adanya proses giganthothermy, dimana hewan yang sangat besar akan mempertahankan suhu badan konstan dengan sedikit masukan dari lingkungan. Pada hewan poikilotherm memiliki metabolism rendah, oleh karena itu mereka mampu tidak makan dalam waktu yang relatif lama. Sebagai contoh, beberapa jenis ular dapat makan hanya satu bulan sekali. Namun demikia, kebanyakan katak harus makan setiap hari atau beberapa hari sekali, kecuali pada saat dorman dimana mereka bisa tidak makan selama beberapa bulan.

Ketergantungan amfibi terhadap lingkungannya bagi kepentingan suhu tubuhnya membuat amfibi umumnya terbatas pada habitat spesifik. Karena amfibi memiliki kontrol yang kecil terhadap suhu tubuhnya, maka demi kesehatan maka amfibi harus tetap berada dalam lingkungan dengan batas-batas suhu yang sesuai. Dalam satu habitat, banyak terdapat mikro-habitat yang memiliki suhu berbeda dengan suhu ambien.

Amfibi menggunakan posisi tubuh untuk memanfaatkan mikro-habitat ini yakni dengan cara memaparkan tubuh ke permukaan atau sebaliknya. Beberapa jenis amfibi juga mampu mengurangi kehilangan uap air dari kulit, yang merupakan teknik penguruangan suhu yang penting. Kebanyakan amfibi mampu mengubah warna agar mampu menyerap atau merefleksikan jumlah radiasi matahari. Pada katak pohon dari marga Hylidae misalnya seringkali memiliki warna hijau yang berbeda saat panas.

Untuk perbedaan utama antara amfibi dan reptil terletak pada perkembangan embrio. Reptil seperti juga burung dan mamlia memiliki telur amniota yang berarti embrio dilindungi oleh membrane embrio yang disebut sebagai amnion. Amnion berkembang awal pada embrio dan berfungsi sebagai lapisan cairan pelindung yang menutup embrio dalam rongga embrionik. Amniota tumbuh dalam kolam di bagian dalam dari amnion dan tidak memerlukan sumber air bagian luar. Telur reptil juga dilindungi oleh cangkang. Cangkang ini tidak bersifat tertutup karena masih mampu bertukar hara dengan lingkungan “cleidoic egg”.

Dilain sisi, amfibi tidak memiliki amnion dan disebut anamniota. Telur amfibi “telanjang” hanya dilindungi oleh lapisan gelatin semi-permeabel dan tergantung pada air dari sumber luar. Oleh karena itulah tipe telur biphasic didepositkan ke sumber air, dimana mereka nanti akan berkembang menjadi larva akuatik dan akhirnya “umumnya” akan bermentamorphosis into permudaan terrestrial.

Telur amfibi memerlukan oksigen yang diperoleh dari difusi dengan air. Produk buangan dari dalam telur juga akan berdifusi keluar ke air. Telur amfibi terrestrial umunya rawan terhadap kekeringan “desikasi” karena mereka mengambil dan menyerap uap dari lingkungan yang lembab. Pada katak pohon Phyllomedusine mengembangkan teknik yang unik dimana mereka akan menghasilkan telur yang tidak memiliki embrio namun memiliki air metabolic yang akan disimpan disekitar telur-telur berembrio untuk menyediakan air jika diperlukan.

Demikianlah pembahasan mengenai Perbedaan Amfibi Dan Reptil Dalam Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: