Peranan Media Massa Dalam Komunikasi Politik Beserta Proses Dan Modelnya

Posted on

Komunikasi Politik

Komunikasi Politik merupakan sebuah komunikasi yang membawa pesan-pesan politik atau berkaitan terhadap pemerintahan, kekuasaan, serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Artinya sebagai ilmu yang terapan, komunikasi politik tidaklah hal yang baru. Hal tersebut juga dapat kita pahami sebagai komunikasi antar “yang memberikan perintah” dan “yang diperintah”.

“Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik” Hal ini dikemukakan oleh Gabriel Almond (1960).

Peranan Media Massa Dalam Komunikasi Politik

  • Komunikasi Massa

Komunikasi ‘satu-kepada-banyak’, komunikasi melalui media massa.

  • Komunikasi Tatap Muka

Didalam rapat, konfersi pers, dll. dan Komunikasi Berperantara- ada perantara ada perantara antara komunikator dan khalayak seperti TV.

  • Komunikasi Interpersonal

Komunikasi ‘satu-kepada-satu’. –.door to door visit, temui publik. atau Komunikasi Berperantara–. pasang sambungan langsung ’hotline’ buat publik.

  • Komunikasi Organisasi

Gabungan komunikasi ‘satu-kepada-satu’ dan ‘satu-kepada-banyak’: Komunikasi Tatap Muka. diskusi tatap muka dengan bawahan/staf. dan Komunikasi Berperantara. pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya.

Peran Media Massa Komunikasi Politik

Proses Komunikasi Politik

Proses komunikasi politik sama seperti proses komunikasi seperti umumnya (komunikasi tatap muka serta komunikasi bermedia) dengan komponen dan alur:

  • Pengirim pesan
  • Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan
  • Pesan
  • Media atau Saluran
  • Proses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbol
  • Penerima pesan
  • Umpan balik, respon.

Model Komunikasi Politik

  • Model aristoteles

Model aritoteles adalah suatu model yang sangat klasik dialam ilmu komunikasi. Aris toteles sewaktu masih hidup pada saat komunikasi tetorika sangat berkembang di Yunnani. Perkembangan pada keterampilan individu membuat pidato pembelaan didepan pengadilan serta saat kelakukan rapat-rapat umum yang pada saat itu dihadiri juga oleh rakyat. Sehingga, model tersebut lebih berorientasi pada pidato, yang utama pidato untuk memberikan pengaruh terhdap orang lain, sehingga model ini juga dapat disebut model retorika / model retoris, pada saat ini kita kenal sebagai komunikasi publik. Model komunikasi ini, memiliki 3 bagian dasar yakni, pendengar (listener), pesan (message), pembicara (speaker).

  • Model Harold Lasswell

Model komunikasi Lasswell berupa ungkapan verbal, yaitu :

  1. Who (siapa)
  2. Say what (mengatakan apa)
  3. In which channels (melalui saluran apa)
  4. To whom (kepada siapa)
  5. With what effect (dengan akibat apa)
  • Model Gudykunst dan Kim

Pada model ini sebenarnya adalah model komunikasi antarbudaya, yaitu komunikasi antara individu-individu yang berasal dari berbagam budaya, atau komunikasi dengan orang asing. Walaupun model ini juga tetap berlaku pada semua orang, sebab pada dasarnya tidak ada dua orang yang memiliki latar budaya, sosialbudaya, serta psikobudaya yang hampir sama. Asumsinya dari model tersebut adalah dua orang sama dalam berkomunikasi masing-masing dari mereka berperan mengirim dan juga untuk menerima atau keduanya untuk penyendian dan penyandian balik.

  • Model Interaksional

Model ini mempunyai karakter  yang kualitatif, nonlinier, serta nonsistemik. Komunikasi digambarkan sebagai pembentukan maka (penafsiran atas pesan atau perilaku orang lain) terhadap semua peserta komunikasi. Beberapa konsep penting yang dipakai ialah diri (self), simbol, makna, diri yang lain (other), tindakan, dan penafsiran.

  • Agenda Setting

Asumsi teori ini merupakan bahawa bila media memberikan tekanan terhadap peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggap penting. Jadi, apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media diasumsikan mempunyai efek yang sangat kuat, utamanya karena asumsi ini kerkaitan dengan proses belajar buka dengan perubahan sikap serta pendapat. Media massa mempunyai efek yang sangat kuat sebab keterkaitan dengan proses belajat dan bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.

Demikian Penjelasan Tentang Peranan Media Massa Dalam Komunikasi Politik Beserta Proses Dan Modelnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀