Penjelasan Reproduksi Jamur ( Fungi ) Secara Vegetatif Dan Generatif

Posted on

GuruPendidikan.Com – Reproduksi jamur terjadi secara vegetatif ( aseksual ) dan generative ( seksual ), biasanya tumbuhan jamur berproduksi secara generative yang merupakan reproduksi darurat yang dilakukan jika terjadi perubahan pada kondisi lingkungannya.

Reproduksi Jamur secara Vegetatif Dan Generatif

Reproduksi yang dilakukan secara generatif menghasilkan keturunan yang memiliki beragam genetic yang lebih tinggi dibandingkan reproduksi yang dilakukan secara vegetatif. Dari adanya variasi genetic tersebut memungkinkan akan menghasilkan keturunan yang lebih adaptif jika terjadi perubahan kondisi pada lingkungannya.

Reproduksi Secara Vegetatif

Reproduksi dengan vegetatif pada jamur merupakan jamur bersel satu yang dilakukan dengan cara pembentukan tunas yang akan tumbuhan menjadi sebuah individu baru, selain itu reproduksi secara vegetatif pada jamur multiseluler yang dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :

  • Fragmentasi ( pemutusan ) hifa, potongan hifa yang terpisah kemudian akan tumbuhan menjadi jamur baru.
  • Pembentukan spora aseksual, spora aseksual bisa berupa sporangiospora atau konidospora.

Pada beberapa jenis jamur yang sudah dewasa akan menghasilkan sporangiosfor ( tangkai kotak spora ). Di ujung sporangiofor terdapat sporangium ( kotak spora ). Sedangkan dalam kotak spora akan terjadi pembelahan sel secara mitosis yang menghasilkan banyak sporangiospora dengan kromosom haploid ( n ). Sedangkan pada jamur yang lainnya jika sudah dewasa dapat menghasilkan konidiofor ( tangkai konidium ), pada ujung konidiofor terdapat konidium ( kotak konidiospora ).

Dalam konidium akan terjadi pembelahan sel yang dilakukan secara mitosis dengan menghasilkan banyak konidiospora dengan berkromosom haploid ( n ), baik sporangiospora maupun konidiospora jika jatuh pada tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru yang haploid ( n ).

Reproduksi Secara Generatif

Reproduksi jamur dengan generatif ( seksual ) dilakukan terlebih dahulu dengan pembentukan spora seksual yang melalui sebuah peleburan antara hifa yang mempunyai jenis berbeda. Mekanisme reproduksi secara generative ialah sebagai berikut :

  • Hifa ( + ) dan Hifa ( – ) masing-masing akan berkromosom haploid ( n ) dengan berdekatan membentuk gametangium. Gametangium ialah organ yang dapat menghasilkan gamet pada tumbuhan yang mempunyai tingkat rendah.
  • Gametamgium mengalami plasmogami ( peleburan sitoplasma ) yang membentuk zigosporangium dikariotik ( heterokariotik ) dengan pasangan nukleus yang kromosom haploid yang belum bersatu. Pada zigosporangium mempunyai lapisan yang dinding selnya tebal dan kasar dalam bertahan pada kondisi yang buruk atau kering.
  • Bila kondisi lingkungan membaik akan menjadi kariogami ( peleburan inti ) sehingga zigosporangium mempunyai inti yang berkromosom diploid ( 2n ).
  • Inti diploid ( 2n ) zigosporangium segera mengalami pembelahan yang secara mitosis akan menghasilkan zigospora haploid ( n ) didalam zigosporangium.
  • Zigospora haploid ( n ) akan berkecambah membentuk sporangium yang berangkai pendek dengan kromosom haploid ( n ).
  • Sporangium haploid ( n ) akan menghasilkan spora-spora yang haploid ( n ), spora-spora ini akan mempunyai keanekaragaman genetic.
  • Bila spora-spora haploid ( n ) jatuh pada tempat yang cocok hal ini akan terjadi kecambah ( germinasi ) yang menjadi sebuah hifa jamur yang haploid ( n ), Hifa tersebut akan tumbuh dengan membentuk jaringan miselium yang semuanya haploid ( n ).

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Reproduksi Jamur ( Fungi ) Secara Vegetatif Dan Generatif semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.