Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Dalam hal ini bakteri bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara seksual ( generatif ) dan aseksual ( vegetatif ) yaitu kedua dari reproduksi dari bakteri. Reproduksi secara Aseksual ( vegetatif ) melalui pembelahan biner ( mitosis ), sedangkan reproduksi secara Seksual ( generatif ) dilakukan dengan cara rekombinasi gen antara sel bakteri yang tidak sama atau berbeda.

Reproduksi Bakteri

Reproduksi Bakteri Secara Aseksual ( Vegetatif )

Bakteri dalam melakukan reproduksi secara seksual dengan melakukan pembelahan biner. Pembelahan biner ialah satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel dari empat sel menjadi delapan sel dan seterusnya. Dalam pembelahan ini terjadi secara amitosis ( secara langsung ) yakni tidak tahap-tahap tertentu seperti pada pembelahan mitosis. Umumnya bakteri mampu membelah sekitar 1 hingga 3 jam sekali.

Dalam hal ini sebagai contohnya Escherichia coli yang membelah dalam setiap 20 menit sekali. Dalam waktu yang relative singkat, jumlah sel dalam koloni akan terus berlipat ganda dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. Namun pada pertumbuhan koloni bakteri akan melambat pada suatu titik tertentu yaitu ketika kehabisan nutrisi atau terjadi penumpukan sisa metabolisme yang meracuni bakteri tersebut.

Reproduksi Bakteri Secara Seksual ( Generatif )

Bakteri melakukan reproduksi secara seksual dengan cara yang direkombinasi gen. rekombinasi gen merupakan peristiwa bercampurnya sebagai materi gen ( DNA ) dari dua sel bakteri yang berbeda maka dapat terbentuk DNA rekombinan. Dalam rekombinasi gen, akan dihasilkan dua sek bakteri dengan materi genetik campuran dari kedua induknya. Rekombinasi gen dapat terjadi dengan melalui konjugasi, transduksi dan transformasi.

  • Konjugasi

    Konjugasi merupakan pemindahan materi gen dari suatu sel bakteri ke sel bakteri yang lain secara langsung melalui jembatan konjugasi. Mula-mula kedua sel bakteri berdekatan kemudian membentuk tonjolan atau struktur jembatan yang menghubungkan kedua sel tersebut. Transfer kromosom maupun transfer plasmid akan terjadi melalui jembatan konjugasi. Sel mengandung materi gen rekombinan kemudian akan memisah dan terbentuklah dua sel bakteri yang bersifat baru ( sifat rekombinan ). Contoh bakteri yang berkonjugasi ialah Salmonella typhi dan Pseudomonas sp. Transfer kromosom dapat juga terjadi dengan pilus seks, seperti yang terjadi dengan Escherichia coli.

  • Transduksi

    Transduksi merupakan rekombinasi gen antara dua sel bakteri dengan menggunakan virus fag. Virus fag yang telah menginfeksi suatu bakteri dengan daur litik maupun juga lisogenisk yang mengandung partikel DNA bakteri. Jika virus fag tersebut menginfeksi bakteri lainnya, maka terjadilah rekombinasi gen pada bakteri-bakteri yang terinfeksi fag. Virus fag temperat ( virus yang dapat berproduksi secara litik maupun lisogenik ) merupakan virus yang paling cocok untuk proses transduksi.

  • Transformasi

    Transformasi merupakan rekombinasi gen yang terjadi melalui pengambilan langsung dengan sebagian materi gen dari bakteri lain yang dilakukan oleh suatu sel bakteri. Bakteri yang dapat melakukan transformasi secara alamiah adalah bakteri-bakteri yang memproduksi enzim khusus seperti Rhizobium, Neisseria, Bacillus, Streptococcus dan Pneumococcus. Dalam teknologi rekayasan gen, bakteri yang tidak dapat melakukan transformasi secara alamiah dapat dipaksa dalam menangkap dan memasukkan plasmid rekombinan ke dalam selnya dengan memberikan kalsium klorida atau dengan proses kejut-panas ( heat shock ).

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi
Shares