Penjelasan Proses Metamorfosis Serangga Beserta Ciri-Cirinya Lengkap

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Dalam hal ini serangga termasuk golongan insekta yakni jenis hewan yang termasuk dalam salah satu kelas overtebrata dalam filum arthropoda. Serangga juga termasuk salah satu kelompok hewan yang paling beragam, mencakup lebih dari 1 juta spesies dan menggambarkan lebih dari setengah organisme hidup yang telah diketahui.

Penjelasan Metamorfosis Serangga Beserta Ciri-Cirinya Lengkap

Untuk jumlah spesies yang masih ada diperkirakan antara 6 sampai 10 juta dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi. Serangga dapat ditemukan di hampir semua lingkungan, meskipun hanya sejumlah kecil yang hidup di lautan.

Ciri-Ciri Umum Serangga

Ada beberapa ciri-ciri umum serangga yang diantaranya yaitu:

  • Memiliki exoskeleton berkitin.
  • Pada tubuhnya terbagi jadi 3 bagian, yakni kepala, thorax dan abdomen.
  • Memiliki mata yang majemuk.
  • Memiliki sepasang antena.
  • Memiliki tekstur tubuh yang lunak beruas seperti cacing.
  • Dan bentuk serangga yang pra-dewasa biasanya menyerupai moyangnya.

Proses Metamorfosis Serangga

Metamorfosis merupakan suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang secara radikal berbeda. Serangga merupakan salah satu hewan yang mengalami metamorfosis dimana metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang-kadang melawati fase pupa dan berakhir sebagai imago dewasa.

Pada hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis yang dimana setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur sampai ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis, didalam tiap tahap juga terjadi proses “pergantian kulit” yang biasa disebut dengan proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut dengan instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Ada 2 macam metamorfosis utama pada serangga yaitu:

Hemimetabola

Dalam fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis biasanya disebut dengan larva/nimfa. Tapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga, hanya fase pertama yang disebut larva/nimfa. Pada hemimetabola, perkembangan nimfa berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis “pergantian kulit” dimana fase ini disebut dengan instar.

Hemimetabola juga dikenal dengan metamorfosis tidak sempurna, lama serangga menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau pada fase remajanya tergantung pada spesies serangga itu. Misalnya serangga jenis mayfly yang hanya hidup pada fase dewasa hanya satu hari juga serangga jenis cicada yang fase remajanya hidup dibawah tanah selama 13-17 tahun.

Holometabola

Pada holometabola, larva sangat berbeda dengan dewasanya, serangga yang melakukan holometabola melalui fase larva, lalu memasuki fase tidak aktif yang disebut dengan pupa atau chrysalis dan akhirnya menjadi dewasa “imago”.
Holometabola juga dikenal dengan metamorfosis sempurna, yang sementara itu di dalam pupa serangga akan mengeluarjan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja.

Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Dalam proses kematian sel disebut dengan histolisis dan pertumbuhan sel lagi disebut dengan histogenesis.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Proses Metamorfosis Serangga Beserta Ciri-Cirinya Lengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Most popular articles related to Penjelasan Proses Metamorfosis Serangga Beserta Ciri-Cirinya Lengkap
Shares