Penjelasan Galaksi Hantu Beserta Keberadaannya

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Galaksi merupakan sebuah sistem massif yang terikat pada suatu haya gravitasi yang terdiri atas bintang ( dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam ), gas dan debu medium antar biantang dan materi gelap-komponen yang penting namun belum begitu mengerti.

Penjelasan Galaksi Hantu Beserta Keberadaannya

Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxiasi yang berarti “ seperti susu ” yang merujuk pada galaksi Bima Sakti ( bahasa Inggris ) : Milky Way ( Jalan susu ). Galaksi yang ada berkisar dari galaksi katai dengan hanya sepuluh juta, bintang hingga galaksi raksasa dengan seratus triliun, bintang yang semuanya mengorbit pada pusat massa galaksi masing-masing. Matahari ialah salah satu bintang dalam galaksi Bima Sakti, tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit matahari.

Galaksi Hantu Dan Keberadaannya

Teleskop Hubble meilik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA berhasil menguak keberadaan “ Galaksi Hantu ”.
Galaksi hantu merupakan galaksi yang sebenarnya juga ada disekitar Bimasakti, namun sulit dideteksi. Galaksi ini tampak sangat redup, miskin bintang dan hampir tak mengalami perubahan selama 13 miliar tahun sejak sesaat setelah semesta tercipta.

Galaksi hantu yang berhasil dikuak keberadaannya oleh Hubble antara lain galaksi Hercules, Leo IV dan Ursa Major. Berdasarkan analisa dari para ilmuwan, galaksi-galaksi tersebut telah menjalani proses pembentukan bintang lebih dari 13 miliar tahun yang lalu. Namun, prose situ terhenti pada masa satu miliar pertama setelah Big Bang.
Semua galaksi ini purba, mereka punya umur yang sama, jadi anda tahu ada sesuatu seperti pemenggal kepala dan menghentikan proses pembentukan bintang pada saat yang sama. Kata Tom Brown, peneliti Space Telescope Science Institute di Baltimore, seperti dikutip Wired, Rabu ( 11/7/2012 ) lalu.

Menurut Brown, proses yang kemungkinan besar menghentikan pembentukan bintang di tiga galaksi itu ialah reionisasi. Dalam proses ini, radiasi dari bintang-bintang pertama digalaksi itu mengenai electron hydrogen purba sehingga memicu inonisasi.

Penelitian Brown berguna untuk menguraikan masalah “ missing link satellite ”. Astronom selama ini baru berhasil menemukan beberapa galaksi kerdil padahal berdasarkan simulasi computer seharusnya ada ribuan galaksi di area tersebut.

Menurut para astronom, mungkin ada lebih banyak galaksi kerdil namun tak terdeteksi, galaksi mungkin juga tak Cuma kerdil tetapi tak punya bintang. Temuan teleskop Hubble akan menjelaskan mengapa banyak galaksi tak terdeteksi, hasil riset Brwon dipublikasikan di jurnal Astronomy Letters pada 1 Juli 2012 lalu.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Galaksi Hantu Beserta Keberadaannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Galaksi Hantu Beserta Keberadaannya
Shares