Penjelasan Fungsi Pengendalian Sosial

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Dalam pengendalian sosial dilakukan untuk menjamin nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku ditaati oleh anggota masyarakat. Hal ini menyangkut manusia sebagai makhluk sosial yang hidup bersama dalam kelompok atau masyarakat. Dalam pergaulan sehari-hari, perilaku manusia selalu diatur oleh nilai dan norma sosial yang member batas pada kelakuannya.

Fungsi Pengendalian Sosial

Tujuan pengaturan tersebut dimaksudkan supaya tindakan yang dilakukan seseorang atau suatu kelompk tidak merugikan pihak lain. Pelanggaran terhadap nilai dan norma sosial yang berlaku akan menimbulkan pertentangan-pertentangan antara berbagai kepentingan dari bermacam-macam pihak, sehingga dengan demikian yang terjadi guncangan-guncangan di dalam masyarakat.

Menurut Koentjaraningrat mengidentifikasikan fungsi pengendalian sosial sebagai berikut.

Mempertebal Keyakinan Masyarakat Tentang Kebaikan Norma

Norma diciptakan oleh masyarakat sebagai petunjuka hidup bagi anggotanya dalam bersikap dan bertingkah laku, supaya tercipta ketertiban dan keteraturan hidup bermasyarakat. Untuk mempertebal keyakinan ini dapat ditempuh melalui pendidikan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah. Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan cara yang paling pokok untuk meletakkan dasar keyakinan akan norma pada diri anak sejak dini. Selanjutnya seiring dengan pertambahan usia anak, maka lingkungan sosialisasinya juga semakin luas sehingga masyarakat dan sekolah juga turut berperan dalam mempertebal keyakinan terhadap norma-norma.

Selain itu juga bisa dilakukan dengan sugesti sosial, cara ini dilakukan dengan memengaruhi alam pikiran seseorang melalui cerita-cerita, dongeng-dongeng, karya-karya orang besar atau perjuangan pahlawan. Misalnya cerita mengenai seorang anak yang taat beribadah. Tujuannya memberikan gambaran pada seseorang untuk dapat mengambil hikmah dari hal-hal tersebut.

Cara lainnya ialah dengan menonjolkan kelebihan norma-norma pada saat mengenalkan dan menanamkannya pada diri anak, maksudnya supaya anak tertarik untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan norma-norma itu dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Memberikan Imbalan Kepada Warga Yang Menaati Norma

Dalam pemberian imbalan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dalam diri orang-orang yang berbuat baik supaya mereka tetap melakukan perbuatan yang baik dan menjadi contoh bagi warga lain. Imbalan ini bisa berupa pujian dan penghormatan. Bila perbuatan tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial, maka imbalan yang diberikan dapat berupa penghargaan yang lebih tinggi.

Mengembangkan Rasa Malu

Hal ini dapat dipastikan bahwa setiap orang memiliki rasa malu, terutama bila telah melakukan kesalahan dengan melanggar norma sosial. Masyarakat yang secara agresif mencela setiap perbuatan yang menyimpang dari norma-norma dengan melemparkan gossip atau sebuah gunjingan akan memengaruhi jiwa seseorang yang melakukan penyimpangan tersebut. Sifat demikian menimbulkan kesadaran dalam diri seseorang bahwa perbuatannya mendatangkan mali. Oleh karena itu ia akan menjauhkan diri dari perbuatan menyimpang itu.

Mengembangkan Rasa Takut

Dalam hal rasa takut mengakibatkan seseorang menghindarkan diri dari suatu perbuatan yang dinilai mengandung risiko, oleh karena itu orang akan berkelakukan baik, taat kepada tata kelakukan atau adat istiadat karena sadar bahwa perbuatan yang menyimpang dari norma-norma akan berakibat tidak baik bagi dirinya maupun orang lain. Rasa takut biasanya muncul dalam diri seseorang karena andanya “ ancaman ” misalnya seseorang yang mencuri atau membunuh diancam dengan hukuman penjara. Selain itu hampir semua agama mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat baik karena perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma akan mendapatkan hukuman di akhirat.

Menciptakan Sistem Hukum

Setiap negara memiliki sistem hukum berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi yang tegas. Hukum mengatur semua tindakan setiap warga masyarakatnya , supaya tercipta ketertiban dan keamanan. Disini perwujudan pengendalian sosialnya dengan hukuman pidana, kompensasi terapi dan konsolidasi.

  • Hukuman Pidana
    Diberlakukan bagi orang-orang yang melanggar peraturan-peraturan negara, seperti membunuh, mencuri dan merampok.
  • Kompensasi
    Kewajiban pihak yang melakukan kesalaahan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang dirugikan akibat kesalahan tersebut, misalnya orang mencemarkan nama baik orang lain dapat dituntut di pengendalian dengan ganti rugi berupa sejumlah uang.
  • Terapi
    Inisiatif untuk memperbaiki diri sendiri dengan bantuan pihak-pihak tertentu. Misalnya pengguna narkotika yang masuk ke panti rehabilitasi ketergantungan narkoba.
  • Konsolidasi
    Upaya untuk menyelesaikan dua pihak yang bersengketa, baik secara kompromi maupun dengan mengundang pihak ketiga sebagai penengah ( mediator ).

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Fungsi Pengendalian Sosial semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Fungsi Pengendalian Sosial
Shares