Penjelasan Ciri-Ciri Dan Peran Clostridium Botulinum

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Bakteri Clostridium botulinum berbentuk batang yang anaerob obligat di alam, yang berarti oksigen beracun untuk mereka. Bakteri ini ditemukan dalam kondisi rendah oksigen, terutama dibawah sedimen laut.

Peran Clostridium Botulinum

Ciri-Ciri Clostridium Botulinum

Clostridium botulinum membentuk spora untuk bertahan hidup dalam kondisi iklim yang merugikan. Emile van Ermengem yang pertama kali diindentifikasi dan diisolasi bakteri pada tahun 1895. Clostridium botulinum bertanggung jawab untuk menyebabkan botulisme.

Pada botulisme, sistem saraf lumpuh oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh bakteri. Gejala botulisme dapat diamati hanya dalam waktu 12 hingga 36 jam setelah seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan neurotoksin.

Peran Clostridium Botulinum

Berikut ini ialah peran clostridium botulinum dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

Keracunan Makanan (Food Botulism)

Jenis keracunan yang paling umum pada manusia ialah melalui makanan terkontaminasi, terutama makanan kaleng. Pada umumnya, keberadaan bakteri ini dalam makanan kaleng dapat teridentifikasi dari bentuk kaleng yang menggembung karena bakteri menghasilkan gas CO2 dalam kondisi anaerobik.

Gejala keracunan dapat terlihat antara 18 hingga 36 jam setelah makanan terkontaminasi dikonsumsi. Namun demikian pada beberapa orang, gejala terlihat hanya dalam waktu beberapa jam saja ataupun baru terlihat satu minggu lamanya.

Gejala umum yang nampak antara lain:

  • Konstipasi
  • Mulut kering dan kesulitan menelan
  • Gangguan pernafasan
  • Mual dan muntah
  • Penglihatan yang mengganda atau kabur
  • Kelopak mata yang turun dan mengendur
  • Gangguan pada kemampuan bicara
  • Kelemahan pada otot dan reaksi reflex

Keracunan Akibat Luka (Wound botulism)

Keracunan jenis ini terjadi apabila bakteri masuk melalui luka terbuka dan mengeluarkan toksinnya di dalam tubuh kita. Pada umumnya, wound botulism terjadi pada para pengguna narkotika jarum suntik yang tentu saja tidak terjaga kesterilitasannya.

Gejala keracunan pada botulism tipe ini antara lain:

  • Kelemahan pada wajah baik sebagian maupun seluruhnya
  • Kesulitan bernafas, menelan dan berbicara
  • Penglihatan menjadi kabur dan mengganda
  • Kelopak mata turun
  • Kelumpuhan (paralisis)

Keracunan Pada Bayi (Infant botulism)

Botulism jenis ini juga terjadi pada bayi yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Bakteri akan menginfeksi jalur pencernaan, khususnya usus, pada bayi dan menyebabkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Diawali oleh konstipasi
  • Gerakan otot dan kepala yang tidak terkendali
  • Air liur yang terus keluar
  • Menangis dengan lemah
  • Kesulitan dalam makan dan menyusu
  • Kelelahan dan kelumpuhan

Bakteri ini menyebabkan kondisi yang sangat fatal bagi manusia apabila ia menginfeksi. Oleh karena itu penanganan yang segera ketika gejala muncul dapat menyelamatkan nyawa orang yang terinfeksi. Dokter akan memberikan anti toksin dan antibiotik yang berguna untuk melawan efek dari toksin botulinum dan membunuh bakteri di dalam tubuh.

Beberapa makanan yang harus diperhatikan karena mengandung potensi terkontaminasi C. botulinum ialah sebagai berikut.

  • Makanan kaleng, baik daging maupun sayuran
  • Ikan mentah dan ikan asap
  • Madu
  • Sirup jagung dan sejenisnya

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Ciri-Ciri Dan Peran Clostridium Botulinum semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Ciri-Ciri Dan Peran Clostridium Botulinum
Shares