Penjelasan Bioteknologi Dengan Teknologi Plasmid

Posted on

GuruPendidikan.Com – Dalam molekul DNA berbentuk sirkuler yang terdapat dalam sel bakteri atau ragi disebut plasmid. Plasmid tersebut merupakan molekul DNA nonkromosom yang dapat berpindah dari bakteri satu ke bakteri yang lain dan memiliki sifat pada keturunan bakteri sama dengan induknya.

Bioteknologi
Selain itu, plasmid juga bisa memperbanyak diri melalui proses replikasi sehingga dapat terjadi pengklonan DNA yang menghasilkan plasmid dalam jumlah banyak.karena sifat-sifat plasmid yang menguntungkan, maka plasmid digunakan sebagai vector atau pembawa gen untuk memasukkan gen ke dalam sel target. Contoh aplikasi penggunaan teknologi plasmid yang telah dikembangkan manusia ialah produksi insulin secara besar-besaran.

Aplikasi Penggunaan Teknologi Plasmid

Insulin dibuat di dalam tubuh manusia dengan dikontrol oleh gen insulin. Insulin ini kemudian diambil dari pulau langerhans tubuh manusia, lalu disambungkan ke dalam plasmid bakteri. Untuk menghubungkan gen insulin dengan plasmid diperlukan rekombinasi genetik. Dalam rekombinasi DNA dilakukan pemotongan dan penyambungan DNA.

  • Proses Pemotongn Dan Penyambungan
    Dalam proses pemotongan dan penyambungan tersebut menggunakan enzim pemotong dan penyambung. Enzim pemotong dikenal sebagai enzim restriksi atau enzim penggunting yang bernama restriksi endonuklease. Enzim pemotong ini jumlahnya banyak dan setiap enzim hanya dapat memotong urutan basa tertentu pada DNA.
  • Hasil Pemotongan
    Untuk hasil pemotongannya berupa sepenggal DNA berujung runcing yang komplemen. Selanjutnya DNA manusia yang diinginkan disambungkan ke bagian benang plasmid yang terbuka dengan menggunakan enzim ligase DNA yang mengkatalis ikatan fosfodiester antara dua rantai DNA.

Pemotongan DNA antara gen manusia dengan benang plasmid ini dapat menyambung karena endonuklease yang digunakan untuk memotong DNA manusia dan benang plasmid tersebut sama jenisnya. Sehingga dihasilkan ujung-ujung yang sama strukturnya. Gen manusia dan plasmid yang telah menyatu membentuk lingkaran plasmid ini disebut kimera ( DNA rekombinan ).

Kimera tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sel target E. Coli. Bakteri ini akan hidup normal dam memiliki tambahan yang sesuai dengan sifat gen yang disisipkan. Bakteri E. Coli kemudian di kultur untuk dikembangbiakan. Bakteri tersebut kemudian mampu menghasilkan hormone insulin manusia.

Hormon insulin ini akhirnya dapat dipanen untuk digunakan oleh orang yang membutuhkannya. Keuntungan dari insulin hasil rekayasa genetik ini ialah insulin tersebut bebas dari protein hewan yang tercemar yang sering menimbulkan alergi.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Bioteknologi Dengan Teknologi Plasmid semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...