Penjelasan Air Sebagai Pelarut Bagi Kehidupan

Posted on

GuruPendidikan.Com – Air merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam suatu kehidupan. Yang ikatan hidrogen akan mengikat molekul-molekul air yang hingga menyatu. Saat air dalam wujud cair, ikatan hidrogen sangat rapuh yang sehingga ikatan-ikatan tersebut terbentuk, berpisah dan akan terbentuk kembali dengan sangat cepat.

Air Sebagai Pelarut Bagi Kehidupan

Dengan adanya ikatan hidrogen dapat menyusun molekul-molekul air tersebut sehingga akan memiliki sifat air yang bermanfaat. Beberapa bahan kimia tidak dapat membentuk suatu larutan, tetapi hanya terdispersi dalam air.

Larutan

larutan dalam hal ini merupakan sebuah campuran dari dua atau lebih zat. Bahan yang memiliki sifat melarutkan disebut sebagai zat pelarut. Yang disisi lain, zat yang dilarutkan disebut dengan zat terlarut. Misalnya satu sendok makan gula dimasukkan ke dalam sebuah gelas yang terisi air, maka pada gula tersebut akan terlarut di dalam air. Gula dan air akan menjadi campuran seragam “homogen”, gula sebagai zat terlarut, sedangkan air sebagai zat pelarut.

Contoh lain larutan ialah kristal dapur yang dapat terlarut pula dalam air. Garam dapur merupakan kristal senyawa ionik natrium klorida “NaCI”, Oksigen dari molekul air bermuatan negatif. Okisgen akan berikatan dengan kation natrium. Begitupun dengan anion klorida akan menarik hidrogen yang bermuatan positif dari molekul air. Air akan menembus kristal garam dan akhirnya akan melarutkan seluruh ion. Sifat air akan memisahkan natrium dari klorida sehingga dua zat terlarut “natrium dan klorida” akan terlarut secara homogen dalam air.

Koloid

Dalam hal ini koloid ialah dua zat atau lebih yang ketercampurannya berada diantara homogen dan heterogen. Hal ini disebabkan perbedaan ukuran partikel antara zat terlarut dan zat pelarut. Partikel-partikel koloid tidak dapat dilihat pada mikroskop biasa, melainkan dengan mikroskop ultra, contoh koloid ialah saus tomat mayonnaise dan penggumpalan susu.

Suspensi

Suspensi merupakan dua zat yang tercampur tapi bersifat heterogen, terjadi pemisahan fase antara pelarut dan zat terlarut. Hal ini juga disebabkan oleh ukuran partikel pada zat terlarut cukup besar dibandingkan zat pelatut, sehingga zat terlarut mengendap, contohnya pati dalam air dingin.

loading...

Dari zaman duhulu, ahli kimia mencoba menemukan pelarut universal yang dapat mampu melarutkan segala macam zat, akan tetapi tidak ada yang menemukan zat pelarut yang lebih baik dari air. Melalui polaritas molekul air, maka air dapat menjadi pelarut yang serbaguna pada suatu zat tertentu berdasarkan atas ukuran partikel dan luas relatif permukaan.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Air Sebagai Pelarut Bagi Kehidupan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: