Subkultur dalam Sosiologi
Subkultur dalam Sosiologi

Pengertian Subkultur dalam Sosiologi

Posted on

Pengertian Subkultur

Pengertian Subkultur dalam Sosiologi -Dalam sosiologi, antropologi, dan juga studi budaya, subkultur ialah sekelompok orang dengan budaya yang membedakan dirinya dari suatu budaya yang lebih besar di mana mereka berada pada daerah tersebut. Sebuah budaya itu sering mengandung banyak sekali subkultur, yang menggabungkan pada bagian-bagian besar dari suatu budaya yang lebih luas dari yang mereka ialah bagian; dalam spesifik mereka mungkin berbeda dengan secara radikal.

Subkultur dalam Sosiologi
Subkultur dalam Sosiologi

Subkultur tersebut mempertemukan seperti hati individu yang merasa diabaikan dari standar sosial dan juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan suatu rasa identitas.

Subkultur dan Simbolisme

Studi mengenai subkultur tersebut sering terdiri atas studi simbolisme yang melekat pada pakaian, musik, dan juga kepura terlihat lain dari anggota subkultur. Selain hal itu, sosiolog juga mempelajari cara-cara yang mana simbol-simbol tersebut diinterpretasikan dari anggota dari budaya yang dominan. Beberapa subkultur tersebut mencapai status sehingga mereka dapat memperoleh nama. Anggota subkultur tersebut seringkali sinyal keanggotaan mereka dengan melalui penggunaan yang khas dan juga simbolik gaya, yang meliputi pada mode, tingkah laku, dan juga dialek. Sebagai contoh subkultur dapat mencakup ialah bikers, personel militer, dan penggemar Star Trek.

Trekkies
Gerakan suatu tangan yang berarti ‘hidup panjang dan juga sejahtera’ telah menyebar di luar subkultur penggemar Star Trek dan juga sering diakui didalam arus utama budaya.

Identifikasi Subkultur

Mungkin akan sulit untuk dapat mengidentifikasi subkultur tertentu dikarenakn gaya-terutama pakaian dan juga mereka musik-dapat diadopsi dari budaya massa untuk tujuan yaitu komersial. Bisnis sering berusaha untuk dapat memanfaatkan daya tarik subversif subkultur mencari “keren,” yang tetap berharga didalam menjual suatu produk apapun. proses pengakuan budaya tersebut juga mungkin sering mengakibatkan kematian atau juga evolusi subkultur, sebagai anggota mengadopsi gaya baru yang muncul akan menjadi sulit bagi masyarakat umum.

Di tahun 2007, Ken Gelder tersebut mengusulkan enam cara kunci di mana subkultur dapat diidentifikasi , antara lain :

  1. Melalui cara hubungan  yang tidak baik (negatif) mereka untuk dapat bekerja (sebagai ‘siaga’, ‘parasit’, bermain atau rekreasi, dll)
  2. Melalui cara hubungan negatif atau juga ambivalen mereka ke kelas(karena subkultur tidak ‘kelas-sadar danjuga tidak sesuai dengan definisi kelas tradisional)
  3. Melalui cara hubungan mereka dengan wilayah (yang ‘jalan’, ‘hood’, klub, dll), daripada properti
  4. Melalui suatu gerakan mereka keluar dari rumah dan menjadi suatu bentuk non-domestik milik (yaitu kelompok sosial selain keluarga)
  5. Melalui hubungan gaya mereka secara berlebihan dan juga berlebihan (dengan beberapa pengecualian)
  6. Melalui suatu penolakan mereka mengenai hal-hal dasar dari kehidupan biasa

Contoh:

Minoritas agama tersebut bisa dianggap subkultur. Misalnya ialah, Mormon mungkin dapat dianggap subkultur. Dalam budaya Mormon tersebut, memungkin ada subkultur lebih banyak lagi (atau juga sub-subkultur), seperti orang-orang yang terus berpoligami.

Subkultur tersebut memasukkan sebagian besar dari budaya yang lebih luas , dan meraka menjadi bagian; dalam spesifik mungkin mereka berbeda secara radikal.

Apropriasi budaya ialah suatu proses yang mana sering berusaha untuk bisnis  dan memanfaatkan daya tarik subversif subkultur mencari “keren,” yang tetap berharga didalam penjualan produk apapun.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Subkultur dalam Sosiologi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂