Sistem Imformasi Manajemen
Sistem Imformasi Manajemen

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap

Posted on

Pengertian dan Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen Informasi.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap – Masalah utamanya iyalah  bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak dapat bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi iyalah sangat penting  dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif. Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas iyalah tujuan dalam mendesain sistem baru.

Sistem Imformasi Manajemen
Sistem Imformasi Manajemen

Komputer bermanfaat untuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melakasanakan juga tugas-tugas lain serta lebih dari sekedar sistem pengolahan data. iyalah suatu sistem pengolahan informasi yang dapat menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen serta bagi pengambilan keputusan.

Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai iyalah  sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan lain-lainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi yang mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis serta pengambilan suatu keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan serta perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.

Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum  iyalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu (intregeted) untuk dapat menyajikan informasi yang berguna mendukung fungsi operasi, manajemen, serta pengambilan suatu keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) serta perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen keputusan, serta sebuah database.

Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :

  1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
  2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
  3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making)

Fungsi atau Manfaat Sistem Informasi Manajemen

informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi bisa berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan dapat mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen serta tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen iyalah supaya organisasi dapat memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan suatu keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin ataupun keputusan-keputusan yang strategis.

www.gurupendidikan.com/ Sehingga Sistem Informasi Manajemen iyalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data ataupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.

Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
  2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
  7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
  8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.

PENGERTIAN MANAJEMEN

Manajemen selalu berhubungan dengan sebuah organisasi yaitu sekumpulan orang yang bekerjasama disetiap bidangnya untuk mencapai suautu tujuan. Sehingga bisa dibuatkan sebuah urut-urutan untuk mengartikan arti dari manajemen.

Baca lebih lanjut : pengertian manajemen menurut para ahli

Pengertian Teknologi

Teknologi iyalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yangg diperlukan bagi kelangsungan serta kenyamanan hidup manusia. Dalam memasuki EraIndustrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi iyalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.

Sebagian beranggapan teknologi iyalah barang atau sesuatu yang baru . namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang serta merupakan suatu gejala kontemporer

Pengertian Teknologi

Teknologi iyalah perkembangan suatu media atau alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah.

Kemajuan Teknologi

Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuanmetode barudalam menyelesaikan tugas-tugastradisional sepertibercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.

Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu:

  1. Kemajuan teknologi yang bersifatnetral (neutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran(output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas serta kombinasi faktor-faktor pemasukan(input) yang sama.
  2. Kemajuan teknologi yanghemat tenaga kerja (labor-saving technological progress) 
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad 19 banyak ditandai oleh meningkatnya dengan cepat teknologi yang akan hemat tenaga kerja dalam memproduksi suatu produksi mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  3. Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan dikarenakan hampir semua riset teknologi serta ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Fungsi dalam Organisasi

1. Struktur Organisasi Fungsional

Struktur organisasi fungsional terdiri dari Bagian Pemasaran, Bagian Produksi, Bagian Personalia serta Bagian Pembelanjaan serta Bagian Umum.

2. Struktur Organisasi Proyek

Pada hakekatnya struktur organisasi proyek bermula dari orgamsasl fungsional. Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang-orang fungsional yang bekerja pada proyek benar-benar pindah untuk bekerja sepenuhnya di bawah kekuasaannya . Semakin banyak proyek maka semakin banyak pula duplikasi fungsi. Selain itu para karyawan akan ragu di mana dia akan ditempatkan bila pelaksanaan proyek sudah selesai. Sebaliknya manajer bagian mungkin akan khawatir bila personilnya ditarik ke proyek-proyek. Pemanfaatan personil-personil yang fungsional akan menjadi tidak efektif serta efisien. Oleh karena itu diciptakanlah apa yang disebut struktur organisasi matriks.

3. Struktur Organisasi Matriks

Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Para ahli atau staf dihimpun berdasarkan fungsinya untuk mengerjakan proyek tertentu.

4. Organisasi Usaha

Jenis organisasi ini biasanya dipakai untuk perusahan-perusahan besar dimana sering muncul proyek penelitian serta pengembangan produk.

5. Organisasi Tim Kerja

Bentuk organisasi ini biasanya dimanfaatkan untuk menanggulangi proyek – proyek yang muncul secara tiba-tiba atau belum direncanakan serta sifatnya ad hoc (sementara).

Barrie dan Paulson (1984) membagi struktur organisasi atas empat kelompok, iyalah

  1.  Struktur Organisasi Pendekatan Tradisional
    Dalam struktur organisasi ini pihak pemilik (owner) mempekerjakan seorang pendesain (arsitektur designer) yang akan  bertugas dalam mempersiapkan rencana serta spesifikasi proyek, kemudian melakukan inspeksi sampai tingkat tertentu yaitu sampai memonitor informasi serta mengawasi perkembangan pelaksanaan konstruksi
  2. Struktur Organisasi Pemilik-Pembangun (The Owner-Builder)
    Secara sejarah banyak sekali kota-kota atau negara-negara terutama pada bagian atau dinas pekerjaan umum, badan pemerintah pusat, serta perusahaan-perusahaan swasta telah melaksanakan pekerjaan dengan kemampuan sendiri, baik itu mengenai pembuatan desain ataupun mengenai pelaksanaan konstruksinya.
    Pendekatan itu sering disebut sebagai ‘force account’ (Perhitungan berdasarkan kemampuan sendiri).
  3. Struktur Organisasi Perancang-Pembangun dan Putar Kunci.
    Beberapa ahli membedakan pengertian antara perancang-pembangun dan Putar kunci. Namun pada prakteknya kedua hal tersebut sering saling tertukar. Dalam metode ini pada keseluruhan manajemen proyek yangmeliputi konsep perencanaan, perancangan, pelaksanaan konstruksi serta penyelesaian proyek biasanya ditangani oleh satu perusahaan.
  4.  Manajemen Konstruksi Profesional
    Manajemen konstruksi profesional membentuk satu tim atas tiga kelompok utama yaitu pemilik,perancang, serta manajer konstruksi dalam suatu hubungan yang tidak bertentangan serta dalam hal ini membuka kesempatan bagi pemilik untuk berperan secara penuh dalam suatu proses pelaksanaan konstruksi.
    Struktur organisasi manajemen konstruksi profesional dibagi atas dua jenis pendekatan yaitu ;.
    1.Pendekatan yang pertama iyalah melalui penggunaan suatu perusahaan
    konsultan sebagai pengawas dalam pekerjaan para kontraktor, sedangkan
    2.pendekatan yang ke dua iyalah menggunakan jasa kontraktor utama sebagai pengawas dari
    seluruh pekerjaan yang disubkontrakkan.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂