Pengertian Sinonim, Antonim, Hipernim, Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Lengkap

parta setiawan

Pengertian Sinonim, Antonim, Hipernim, Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Lengkap – GuruPendidikan.com akan membahas mengenai Pengertian Denotasi, Pengertian Kontasi, Pengertian Sinonim, Pengertian Homonim, Pengertian Hipernim, Pengertian Homofon, Pengertian Homograf, Pengertian Antonim, Pengertian Hiponim, Pengertian Polisemi. berikut penjelasannya

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

A. Denotasi
Denotasi adalah suatu makna yang sebenarnya itu sama dengan makna lugas untuk menyampaikan suatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tersebut juga tidak mengalami perubahan pada makna.
Contohnya :

  1. Mas Parto membeli susu sapi.
  2. Dokter bedah tersebut sering berpartisipasi didalam sunatan masal.
  3. Mimin termasuk anak ke-2 dalam keluarganya.
  4. Ia termasuk orang yang mempunyai badan kurus.
  5. Paijo sedang membasmi kutu busuk.

B. Konotasi
Konotasi adalah suatu makna yang bukan sebenarnya yang umumnya itu bersifat sindiran serta juga merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contohnya :

  1. Ibu Ani sangat sedih sebab terjerat hutang dengan “lintah darat” (lintah darat ialah rentenir).
  2. petugas gabungan merazia”kupu-kupu malam” tadi tengah malam (kupu-kupu malam ialah wanita malam ).
  3. Masalah sudah sangat runyam, namun tetapi Rian masih juga belum mau “angkat bicara”. (angkat bicara = memulai bicara).
  4. Andre itu “campur tangan” didalam urusan Andri . (campur tangan = ikut mencampuri perkara orang lain).
  5. Junet termasuk orang yang “rendah hati”. (rendah hati = tidak sombong).

C. Sinonim
Sinonim adalah sebuah kata yang mempunyai bentuk yang berbeda namun tetapi mempunyai arti atau juga pengertian yang sama. Sinonim dapat disebut juga dengan persamaan kata / padanan kata.
Contoh :

  1. Mobil pak budi dibeli dengan menggunakan cara “kredit”, dikarenakn ia lebih suka mencicil dari pada membayar cash . (kredit = mencicil)
  2. Semoga saja bu tati itu tidak “berdusta”, dikarenakan organisasi itu tidak menyukai orang yang suka berbohong.  (berdusta = berbohong).
  3. Hewan tersebut “mati” dikarenakan tertabrak mobil.  (mati = Meninggal).
  4. Nama Latin dari “bunga” bangkai ialah  Rafflesia Arnoldi. (bunga = Kembang).

D. Homonim
Homonim adalah kata yang mempunyai makna yang berbeda namun tetapi lafal atau juga ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut dengan homograf, namun apabila yang sama ialah ejaannya maka disebut dengan homofon.
Contohnya :

  1. Hak sepatunya itu patah ketika ia sedang berjalan. (Hak di kalimat ini bermakna telapak sepatu pada bagian tumit yg relatif tinggi).
  2. Saya sudah dapat menyetir mobil. (dapat = bisa).

E. Hipernim
Hipernim adalah suatu kata yang mewakili banyak dari kata-kata lain. Kata hipernim tersebut dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya itu.
Contohnya :

  1. Ki alex itu sedang mengusir hantu di ruang belakang.
  2. Ikan itu bagus sekali bila dilihat dari dekat.
  3. Kakak tiap pagi dan malam selalu rajin menggosok giginya mengunakan Odol.
  4. Mama sedang membuat Kue.

F. Homofon
Homofon adalah suatu kata yang lafalnya itu sama dengan kata lain namun tetapi beda ejaan serta juga maknanya. Homofon terdiri dari kata homo yang mempunyai arti “sama”, serta foni (phone) yang mempunyai arti “bunyi atau suara”. Homofon memiliki pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, serta ajuga berbeda makna.
Contoh ialah :

  1. Ayaku mencabut paku dengan menggunakan tang , kata tang bermaknakan peralatan.
  2. Bu ati adalah pembuat rok yang terkenal di Indonesia, kata Rok tersebut bermaknakan pakaian (Celana).
  3. Jus mangga tersebut terasa wangi mint, kata mint bermakna daun .
  4. Pada masa sekarang ini harga cabe sangat mahal ,kata masa bermaknakan waktu.
  5. Eyang Subur diseret oleh Adi Bing Slamet ke meja hijau, kata meja hijau bermaknakan pengadilan.

G. Homograf
Homograf adalah kata yang tulisannya itu sama dengan kata lain namun tetapi beda lafal serta juga maknanya. Homograf tersebut terdiri atas kata homo yang berarti sama serta juga graf (graph) yang berarti tulisan. Homograf tersebut ditandai dengan kesamaan tulisan, berbeda bunyi, serta juga berbeda makna.
Contohnya  :

  1. Komandan TNI AD  itu mengadakan apel dilapangan (makna kata apel tersebut berarti upacara mendadak).
  2. Para polisi itu serang markas teroris pada daerah jakarta barat (makna dari kata serang ialahmenyerbu).
  3. Kakak tidak tau mengapa adik tiba – tiba marah (makna dari kata tau ialah paham).
  4. Pak Budi sedang memerah susu sapi dikandangnya (makna dari kata memerah ialah mengambil).
  5. Piring tersebut menjadi keset jika dicuci kakek (makna dari kata keset ialah bersih).

H. Antonim
Antonim adalah kata yang artinya itu berlawanan antara satu dengan yang lain. Antonim itu disebut juga dengan lawan kata.
Contohnya :

  1. Pak Budi ialah seorang suami yang sangat mencintai istri serta juga anak-anaknya.
  2. Pak Budi ingin memanfaatkan masa mudanya itu dengan baik supaya tidak menyesal pada saat sudah tua nanti.
  3. Adiknya itu tinggi sedangkan kakaknya terlihat agak pendek.
  4. Cuaca pada daerah ini kadang panas dan juga kadang dingin.

I. Hiponim
Hiponim adalah kata /frasa yang maknanya itu tercakup dalam kata atau juga frasa lain yang lebih umum, yang disebut dengan hiperonim atau hipernim. Suatu hiponim ialah anggota kelompok dari hiperonimnya serta juga beberapa hiponim yang mempunyai hiperonim yang sama disebut juga dengan kohiponim.
Contohnya :

  1. Tiap pagi minggu mereka itu melaksanakan senam bersama.
  2. Mobil tersebut milik teman dekat aku.
  3. Comedy yang bernama Comeng tersebut lucu serta menarik untuk ditonton.

J. Polisemi
Polisemi adalah satu buah kata atau juga ujaran yang mempunyai makna lebih dari satu.
Pada tiap satu entri kata didalam kamus yang mempunyai makna leksikal lebih dari satu ialah polisemi.

Contoh :

  1. Dosen yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang sudah menjadi kepala sekolah SMA . (kepala tersebut bermaknakan pemimpin).
  2. Dengan menggunakan ekor matanya, dia melihat wanita yang muda nan cantik tersebut.
    (ekor pada kalimat ini bermaknakan bagian yangg paling belakang).
  3. Budi membawa buah tangan dari kota Madura (kata dari buah tangan bermaknakan ialah oleh-oleh).
  4. Raja dari kerajaan mataram itu sedang mengadakan suatu sayembara (kata raja itu bermaknakan penguasa  atau juga pemimpin wilayah , sayembara bermakna kompetisi).
  5. Disebabkan tawuran, bola mata pelajar tersebut terluka (kata bola itu bermaknakan anggota tubuh).

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Sinonim, Antonim, Hipernim, Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Lengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

Most popular articles related to Pengertian Sinonim, Antonim, Hipernim, Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Lengkap
Shares