Pengertian RNA Beserta Struktur, Tipe Dan Fungsinya

Aris Kurniawan

Pengertian RNA

RNA atau asam ribosa nukleat merupakan satu dari tiga makromolekul utama (bersama dengan protein dan DNA) yang memiliki fungsi penting dalam segala bentuk kehidupan.

RNA mempunyai peran sebagai pembawa bahan genetik serta memainkan peran utama dalam ekspresi gentik. Didalam suatu gentika molekular, RNA menjadi seuatu perantara antara informasi yang dibawa DNA serta ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.

Struktur RNA

Struktur dasar dari RNA hampir sama dengan DNA. RNA adalah polimer yang tersusun dari beberapa nukleotida. Dalam setiap nukleotida mempunyai satu gugus pentosa,  satu gugus fosfat, dan satu gugus basa nitrogen (basa N). POlimer tersusun dari suatu ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus pentosa dari nukleotida yang lainnya.

Ada perbedaan antara DNA dan RNA yang terletak pada satu gugus hidroksil cincin gula pentosa, sehingga dinamakan dengan ribosa, sedangkan gugus pentosa pada DNA disebut deoksiribosa. Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, terkecuali basa timina pada DNA digantikan dengan urasil pada RNA, maka tetap ada empat pilihan: sitosina, adenina, urasil, guanina untuk sebuah nukleotida.

Selain tiu juga, bentuk dari konformasi RNA tidak berbentuk pilin ganda sebagaimana DNA, namun bervariasi sesuai dengan tipe serta funsinya.

Struktur RNA

Struktur RNA

Tipe-tipe RNA

RNA ada di alam dalam berbagai tipe/macam. Sebagai bahan genetik, RNA mempunyai wujud sepasang pita (double-stranded RNA, RNA, dsRNA). Genetika molekul klasik mengajarkan, pada eukariota ada tida tipe RNA yang terlibat dalam proses sintesis protein.

  1. RNA-kurir (messenger-RNA, mRNA), yang disintesis dengan RNA polimerase I.
  2. RNA-ribosom (ribosomal-RNA, rRNA), yang disintesis dengan RNA polimerase II
  3. RNA-transfer (transfer-RNA, tRNA), yang disintesis dengan RNA polimerase III

Di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 diketahui bahwa RNA ada dalam berbagai macam bentuk dan terlibat dalam proses pascatranslasi. Dalam pengaturan ekspresi genetik orang sekarang mengenal RNA-mikro yang terlibat dalam “peredaman gen” atau gene silencing dan small-interfering RNA yang terlibat dalam suatu proses pertahanan terhadap serangan virus.

Fungsi RNA

Dalam bebrapa kelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA adalah bahan genetik. Yang mempunyai fungsi untuk menyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Saat virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawa masuk ke sitoplasma sel korban, lalu ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus yang baru.

Tetapi, peran yang penting dari RNA ada pada fungsinya sebagai perantara antara DNA serta protein dalam proses ekspresi genetik sebab ini berlaku untuk seluruh organisme hidup. Dalam peranan ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk “triplet”, tiga urutan basa N, dikenal dengan kodon. Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.

Sebuah penelitian mutakhir atas fungsi RNA menunjukan bukti yang mendukung atas teori “dunia RNA”, yang mengatakan bahwa pada awal suatu proses evolusi, RNA adalah bahan genetik universal sebelum organisme hidup memakai DNA.

Interferensi RNA

Sebuah gejala yang baru ditemukan pada penghujung abad ke-20 merupakan mekanisme peredaman (silencing) dalam ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa RNA tidak diterjemahkan (translasi) menjadi protein oleh tRNA. Hal itu terjadi disebabkan belum sempatnya ditranslasi, mRNA dihancurkan/dicerna oleh suatu mekanisme yang dibuat sebagai “interfrensi RNA”. Mekanisme tersebut melibatkan sedikitnya tida substansi (enzim dan protein lain).

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian RNA Beserta Struktur, Tipe Dan Fungsinya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀

Most popular articles related to Pengertian RNA Beserta Struktur, Tipe Dan Fungsinya
Shares