Pengertian Pedologi Menurut Ahli Geografi

parta setiawan

Pengertian Pedologi

Pengertian Pedologi Menurut Ahli Geografi – Pedologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai berbagai aspek geologi tanah. Di dalam Pedologi ditinjau berbagai hal tentang pembentukan tanah (pedogenesis), morfologi tanah (sifat dan ciri fisika dan kimia), dan juga klasifikasi tanah. Istilah tersebut dari bahasa Inggris, pedology, yang membentuknya dari dua kata bahasa Yunani: pedon (“tanah”) dan logos (“lambang”, “pengetahuan”).

pedologi

pedologi

Pedologi adalah satu dari dua cabang utama ilmu tanah, selain edafologi (ilmu kesuburan tanah).

Klasifikasi tanah

Dalam melakukan klasifikasi tanah para ahli pertama kali melakukannya dengan berdasarkan ciri fisika dan kimia, dan juga dengan melihat lapisan-lapisan yang membentuk profil tanah. Selanjutnya, setelah teknologi jauh berkembang para ahli juga kemudian melihat aspek batuan dasar yang membentuk tanah dan juga proses pelapukan batuan yang kemudian memberikan ciri-ciri khas tertentu pada tanah yang terbentuk.

Berdasarkan kriteria itu, ditemukan banyak sekali jenis tanah di dunia ini . Untuk memudahkannya, seringkali para ahli ini melakukan klasifikasi secara lokal. Untuk yang di Indonesia contohnya dikenal sistem klasifikasi Dudal-Soepraptohardjo (1957-1961) yang masih dirujuk hingga saat ini di Indonesia untuk kepentingan pertanian, khususnya pada versi yang dimodifikasi oleh Pusat Penelitian Tanah dan juga Agroklimat (Puslittanak) pada tahun 1978 dan 1982.

Klasifikasi tanah ini memiliki berbagai versi. juga Terdapat kesulitan teknis didalam melakukan klasifikasi untuk tanah sebab banyak hal yang memengaruhi pembentukan tanah. Selain itu juga, tanah merupakan benda yang dinamis sehingga selalu dapat mengalami proses perubahan. Tanah pun terbentuk dari batuan yang aus/lapuk yang diakibat terpapar oleh dinamika pada lapisan bawah atmosfer, seperti dinamika iklim, topografi atau geografi, dan juga aktivitas organisme biologi. Intensitas dan selang waktu dari berbagai faktor ini juga berakibat pada variasi tampilan tanah.

Untuk komunikasi di antara para ahli tanah dunia, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) telah mengembangkan sistem klasifikasi tanah pula sejak 1974. Pada tahun 1998 kemudian disepakati dipakainya sistem klasifikasi WRB dari World Reference Base for Soil Resources, suatu proyek bentukan FAO, untuk menggantikan sistem ini. Versi terbaru dari sistem WRB dirilis pada tahun 2007.

Sistem klasifikasi Dudal-Soepraptohardjo

Taksonomi tanah berdasarkan sistem Dudal-Soepraptohardjo mendasarkan pada penampilan profil tanah dan juga sejumlah ciri-ciri fisika dan juga kimia. Dasar sistem ini ialah dari Rudi Dudal, ahli tanah dari Belgia, yang dimodifikasi untuk situasi Indonesia oleh M. Soepraptohardjo. Sistem ini disukai oleh pekerja lapangan pertanian karena mudah untuk diterapkan di lapangan. Versi aslinya dirilis pada tahun 1957. Modifikasinya dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah pada tahun 1978 dan 1982. Sistem ini (dan modifikasinya) berlaku khusus untuk Indonesia, dengan mengadopsi beberapa sistem internasional, khususnya dalam penamaan dan pemberian kriteria.

Berikut adalah klasifikasi tanah Indonesia menurut sistem Dudal-Soepraptohardjo (D-S),

diberikan dengan padanannya menurut empat sistem klasifikasi lain.

Sistem Soil Taxonomy (USDA)

Sistem USDA atau Soil Taxonomy dikembangkann ialah  pada tahun 1975 oleh tim Soil Survey Staff yang bekerja di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Sistem ini pernah menjadi sangat populer tetapi juga dikenal sulit diterapkan.

Sistem ini bersifat hierarkis. Tterdapat penggolongan 12 (pada versi pertama berjumlah sepuluh) kelompok utama yang disebut soil order (“ordo tanah”). ialah sebagai berikut :

  • Entisol (membentuk akhiran -ent)
  • Inceptisol (membentuk akhiran -ept)
  • Alfisol (membentuk akhiran -alf)
  • Ultisol (membentuk akhiran -ult)
  • Oxisol (membentuk akhiran -ox)
  • Vertisol (membentuk akhiran -vert)
  • Mollisol (membentuk akhiran -mol)
  • Spodosol (membentuk akhiran -od)
  • Histosol (membentuk akhiran -ist)
  • Andosol (membentuk akhiran -and)
  • Aridisol (membentuk akhiran -id)
  • Gleisol (membentuk akhiran )
    Penamaan berikutnya ditentukan oleh kondisi masing-masing order. Sistem USDA mempertimbangkan aspek pembentukan tanah akibat faktor aktivitas di bumi dan atmosfer.

    Berikut ini adalah para pakar pedologi di Indonesia

  • Moh.Isa Darmawidjaja
  • Rudi Dudal (Belgia)
  • M. Soepraptohardjo
  • Tejoyuwono Notohadiprawiro
  • Sarwono Hardjowigeno
  • E.C.J. Mohr (1873–1970)
  • J. van Schuylenborgh

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Pedologi Menurut Ahli Geografi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

 

Most popular articles related to Pengertian Pedologi Menurut Ahli Geografi
Shares