Pengertian Modal Aktif Dan Pasif Menurut Para Ahli Beserta Contohnya

Aris Kurniawan

Pengertian Modal Aktif Dan Pasif Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi dari keberhasilan usaha ialah dengan adanya pengendalian uang dan perencanaan. Dengan adanya pengelolaan yang cermat terhadap pembiayaan usaha dan permodalan, maka diharapkan akan mencapai tujuan secara maksimal yang diharapkan oleh pelaku usaha.

Pengertian Modal

Permasalahan modal dalam suatu perusahaan adalah hal yang sangat penting dan tidak mungkin akan berakhir sebab masalah modal adalah masalah penting dalam banyak aspek. Dengan adanya modal yang cukup akan memingkinkan perusahaan untuk meminimalisir kesulitan serta menungkinkan beroprasinya perusahaan dengan baik. Dengan adanya modal, memungkinkan perusahaan tidak akan mengalami kesulitan  dan mampu menghadapi biaya yang mungkin datang karena adanya kerisis keuangan.

Pengertian Modal Menurut Para Ahli

Modal merupakan keseluruhan barang-barang yang masih ada dalam sebuah proses produksi. Untuk lebih jelasnya tentang pengertian modal, bisa kita lihat dibawah ini tetang pendapat ahli.

  • Prof. Polak

Modal adalah sebagai kekuasaan untuk menggunakan barang modal, sehingga modal terdapat dalam neraca kredit. Adapun barang yang dimaksud dengan barang modal adalah barang yang ada dalam perusahaan yang belum digunakan, jadi terdapat di neraca sebelah kredit.

  • Prof. Bakker

Modal adalah, baik yang berupa barang konkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat dalam neraca sebelahd debet maupun berupa biaya daya beli/nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat disebelah kredit.

Selain menggambarkan modal konkret dan abstrak, neraca juga menggambarkan modal menurut bentuknya (sebelah debet) yang disebut juga “modal aktif”, dan juga modal menurut sumbernya (sebelah kredit) yang juga disebut odal pasif. Modal aktif ini juga dapat disebut dalam pengertian modal konkret, sedangkan modal pasif termasuk dalam modal abstrak.

Modal Aktif

Bedasarkan lama dan caranya perputaran, kekayaan atau modal aktif suatu perusahaan dapat dibedakan dalam “aktiva lancar” dan “aktiva tetap”. Perimbangan keduanya akan menentukan struktur kekayaan perusahaan.

Aktiva lancar adalah aktiva yang akan habisa dalam satu kali putaran proses produksi dan proses perputarannya adalah dalam waktu yang pendek ( kurang dari satu tahun ) atau dapat dilakukan, aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan dalam waktu yang singakat (pendek). Unsur-unsur dalam aktiva lancar adalah kas, piutan, persediaan barang dagangan dan surat berharga.

Modal aktif dan pasif

Modal aktif dan pasif

Aktiva tetap adalah aktiva yang tahan lama yang secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi. Aktiva tetap yang tidak habis dalam proses produksi, misalnya tanah lokasi pabrik. Aktiva tersebut tidak mengalami penyusutan. Adapun aktiva tetap yang berangsur-angsur habisa dalam proses produksi, misalnya membangun sebuah pabrik, perlengkapan, kendaraan dan lain-lain.

Aktiva tetap diadakan dalam penysutan sebagai pretasi yang dipakai dalam proses produksi selama periode tertentu. Bedasarkan fungsi bekerjanya aktiva dalam suatu perusahaan, debedakan dalam modal kerja dan modal tetap.

Modal Pasif

Modal pasif dapat dibedakan antara modal asing dan modal sendiri. Modal sendiri atau sering disebut modal badan usaha ialah modal yang berasal dari perusahaan sendiri (cadangan/laba), atau berasal dari pemilik modal/peserta (modal saham) dan lain-lain. Modal inilah yang menjadi tanggungan terhadap semua resiko dan secara yuridis. Modal inilah yang menjadi jaminan untuk para kreditor. Modal asing atau disebut modal kreditor adalah modal yang dikeluarkan oleh para kreditor, yang merupakan sebuah utang bagi perusahaan.

Namun, menurut jangka waktu penggunaannya, modal pasif dapat dibedakan menjadi modal jangka panjang (baik jangka waktunya tertentu atau tidak tertentu) dan modal jangka pendek (baik tertentu maupun tidak tertentu waktunya).

Contoh

Modal jangka panjang yang tentu waktunya, misalnya, berupa obligasi dan hipotik yang tertanam dalam perusahaan dalam jangka waktu yang lama, namun terbatasi oleh jangka waktu jauhnya. Modal jangka panjang yang tidak tentu waktunya, misalnya, berupa modal perusahaan induk dan modal saham, dimana modal ini akan tertanam selama hidup perusahaannya.

Modal jangka pendek yang tertentu waktunya, misalnya kredit wesel dari penjual, kredit dari pembeli dan sebagainya. Sedangkan modal jangka pendek yang tidak tertentu waktunya, misalnya kredit rekening koran.

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Modal Aktif Dan Pasif Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan,Com 😀

Most popular articles related to Pengertian Modal Aktif Dan Pasif Menurut Para Ahli Beserta Contohnya
Shares