Pengertian Metamorfosis Serangga Dan Amfibi Terlengkap

parta setiawan

Pengertian Metamorfosis

Pengertian Metamorfosis Serangga Dan Amfibi Terlengkap – Metamorfosis ialah suatu diamana proses perkembangan biologi hewan yang melibatkan suatu perubahan penampilan fisik atau juga struktur setelah kelahiran atau juga penetasan. Perubahan fisik tersebut terjadi akibat pertumbuhan sel dan juga differensiasi sel yang secara radikal berbeda.

metamorfosis katak

metamorfosis katak

Beberapa serangga, amfibi, mollusca, crustacea, echinodermata, dan juga tunicata mengalami suatu proses metamorfosis, yang biasanya (tapi tidak selalu) disertai dengan perubahan habitat atau juga kelakuan.

Metamorfosis serangga

Metamorfosis tersebut biasanya terjadi pada suatu fase berbeda-beda, ialah dimulai dari suatu larva atau juga nimfa, kadang-kadang melewati suatu fase pupa, dan juga berakhir ialah sebagai imago dewasa. Terdapat dua macam metamorfosis utama pada serangga, hemimetabola dan juga holometabola.

Macam-Macam Metamorfosis Pada Serangga

  • Metamorfosis tidak sempurna pada belalang
    Fase pada spesies yang belum dewasa pada proses metamorfosis biasanya ialah disebut dengan larva atau nimfa. Namun di metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga tersebut, hanya ada fase pertama yang disebut ialah dengan larva atau nimfa.Pada hemimetabolisme, perkembangan nimfa tersebut berlangsung difase pertumbuhan berulang dan juga ekdisis (pergantian kulit), fase tersebut disebut dengan instar. Hemimetabola tersebut juga dikenal ialah dengan metamorfosis tidak sempurna.

 

  • Pada holometabola, larva tersebut sangat berbeda dengan dewasanya. Serangga yang melakukan suatu holometabola dengan melalui fase larva, kemudian ialah memasuki fase tidak aktif yang disebut dengan pupa, atau juga chrysalis, dan juga akhirnya menjadi dewasa ialah (imago). Holometabola tersebut juga dikenal ialah dengan metamorfosis sempurna.Sementara pada dalam pupa, serangga tersebut akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk dapat menghancurkan suatu tubuh larva, yang hanya menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel tersebut kemudian akan tumbuh dan menjadi dewasa menggunakan suatu nutrisi dari hancuran tubuh larva tersebut. Proses kematian sel itu disebut dengan histolisis, dan juga pertumbuhan sel lagi disebut dengan histogenesis.

Lama pada serangga untuk menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau juga pada fase remajanya tersebut tergantung pada suatu spesies serangga tersebut. Misalnya ialah mayfly yang hanya hidup difase dewasa hanya satu hari, dan juga cicada, yang fase remajanya tersebut hidup di bawah tanah ialah selama 13 hingga 17 tahun. Kedua spesies tersebut melakukan metamorfosis tidak sempurna.

SpesiesTelurLarva/NimfaPupaDewasa
Lalat rumah1 hari2 minggu1 minggu2 minggu
Kepik4 hari2 minggu2 minggu3-9 bulan
Monarch Butterfly4 hari2 minggu10 hari2-6 minggu
Periodical Cicada1 bulan13/17 tahuntidak melewati tahapan ini2 bulan
Mayfly1 bulan3 tahuntidak melewati tahapan ini 1 hari
Kecoa1 bulan3 bulantidak melewati tahapan ini 9 bulan

 

Metamorfosis amfibi

Pada dasarnya, katak betina dewasa tersebut akan bertelur, yang kemudian telur itu akan menetas pada hari ke 10. Setelah telur katak menetas, telur katak itu menetas dan akan menjadi Berudu.berudu tersebut hidup di air Setelah berumur 2 hari, Berudu tersebut memiliki insang luar yang juga berbulu untuk dapat bernapas. Setelah berudu itu berumur 3 minggu insang berudu tersebut akan tertutup oleh kulit.

ketika mau berumur 8 minggu, kaki belakang pada berudu tersebut akan terbentuk yang kemudian membesar ketika kaki depan tersebut mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya pada berudu mulai berbentuk, ingsang pada berudu tak berfungsi lagi ekornya itu sudah menjadi pendek dan juga sudah bernapas dengan menggunakan paru-paru. maka bentuk dari muka berudu tersebut  akan dapat lebih jelas Setelah pertumbuhan anggota badannya tersebut sempurna, katak itu akan berubah menjadi seekor katak dewasa dan juga akan kembali berkembang biak.

Terdapat beberapa hal yang berbeda dari daur amfibi pada dasarnya atau umumnya. Beberapa spesies salamander tersebut tidak perlu melakukan  bermetamorfosis untuk dapat menjadi dewasa sepenuhnya dengan secara seksual, dan juga hanya akan melakukan proses bermetamorfosis dalam suatu tekanan kondisi lingkungan tertentu.

Banyak spesies kodok tropis tersebut meletakkan telurnya di darat, yang mana kecebong tersebut bermetamorfosis di dalam telur. pada saat mereka menetas, mereka menjadi dewasa yang tidak sudah benar-benar matang, kadang-kadang juga masih mempunyai ekor yang terdapat dalam beberapa hari yang kemudian akan diserap kembali.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Metamorfosis Serangga Dan Amfibi Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

Most popular articles related to Pengertian Metamorfosis Serangga Dan Amfibi Terlengkap
Shares