komunikasi interpersonal
komunikasi interpersonal

Pengertian Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli

Posted on

Komunikasi Interpersonal : Definisi, Klasifikasi, Tujuan dan Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Komunikasi Interpersonal

komunikasi interpersonal
komunikasi interpersonal

Pengertian Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli – Dari jenis Interaksi dalam komunikasi, komunikasi dibedakan atas tiga kategori iyalah

  1. komunikasi interpersonal,
  2. komunikasi kelompok kecil dan
  3. komunikasi publik.

Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli :

  • Muhammad , Komunikasi interpersonal iyalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan seorang lainnya atau biasanya pada antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya.
  • Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal iyalah penyampaian pesan oleh satu orang sertapenerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
  • Mulyana , Komunikasi interpersonal iyalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya akan menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Komunikasi interpersonal ini iyalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri.
  • Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal iyalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi ini dianggap paling efektif dalam mengubah pola pikir , sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi ataupun pemeriksaan serta wawancara.

  1. Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, serta orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
  2. Percakapan sosial merupakan interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi.
  3. Interogasi atau pemeriksaan merupakan interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan juga menuntut informasi dari yang lain.
  4. Wawancara merupakan salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab.

Tujuan Komunikasi Interpersonal
www.gurupendidikan.com/ dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :

  1. Menemukan Diri Sendiri.
    Salah satu tujuan komunikasi interpersonal ialah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain maka kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. Komunikasi interpersonal juga memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang sangat luar biasa pada perasaan, pikiran, serta tingkah laku kita.
  2. Menemukan Dunia Luar.
    Hanya komunikasi interpersonal dapat menjadikan kita memahami lebih banyak tentang diri kita serta orang lain yang berkomunikasi dengan kita.
  3. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti.
    Salah satu keinginan orang yang paling besar merupakan bentuk serta memelihara hubungan dengan orang lain.
  4. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
    Banyak waktu kita dapat pergunakan untuk mengubah sikap serta tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal
  5. Untuk Bermain Dan Kesenangan
    Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama iyalah dalam mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita serta cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu.
  6. Untuk Membantu
    Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis serta terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga dapat berguna membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. contoh Kita dapat untuk menyemakatkan seorang teman yang putus cinta.

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum ( Devito, 1997, p.259-264 )  yang dipertimbangkan yaitu

  1. keterbukaan (openness),
  2. empati (empathy),
  3. sikap mendukung (supportiveness),
  4. sikap positif (positiveness), dan
  5. kesetaraan (equality).

1. Keterbukaan (Openness)
Kualitas keterbukaan ini mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal.

  1. komunikator interpersonal yang efektif haruslah dapat terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. hal Ini tidaklah berarti bahwa orang harus membukakan semua riwayat hidupnya.
  2. Aspek keterbukaan ini mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang.
  3. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan serta pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam arti iyalah mengakui bahwa perasaan serta pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda serta anda bertanggung jawab atasnya.

2. Empati (empathy)
Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati iyalah  sebagai  ”kemampuan seseorang untuk dapat ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada saat tertentu.”berempati iyalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kapal yang sama serta merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.

3. Sikap mendukung (supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif merupakan hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka serta empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita dapat memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap

  •  deskriptif, bukan evaluatif,
  • spontan, bukan strategic,
  • provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)
Kita dapat mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan dua cara:

  1. menyatakan sikap positif secara secara positif dapat mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal.
  2. perasaan positif untuk situasi komunikasi  ini pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif.

5. Kesetaraan (Equality)
Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal ini akan lebih efektif bila suasananya setara. dalam  arti, harus adanya pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai serta berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk dapat disumbangkan.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂