Pengertian, Klasifikasi Dan Jenis Astroid Beserta Ciri-Cirinya Secara Lengkap

bitar

Pengertian, Klasifikasi Dan Jenis Astroid Beserta Ciri-Cirinya Secara Lengkap – Dari sekian banyaknya benda langit, apakah anda tahu semua tentang benda langit. tidak terkecuali dengan astroid. apakah anda tahu apa itu astroid ?? untuk mengetahui apa itu astroid lebih baik anda simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

astroid

Pengertian Astroid

Asteroid ialah suatu benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sebuah sistem tata surya kita.Asteroid ialah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga dengan planetoida), tapi jauh lebih kecil dari sebuah planet.

Asteroid berada dalam suatu sabuk antara Mars dan Yupiter yang disebut dengan sabuk asteroid.

Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Daerah ini dikenal dengan sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada juga kelompok asteroid lainnya dengan orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A Asteroids-Amor, Apollo, Aten).

Klasifikasi Astroid

Selain klasifikasi asteroid berdasarkan orbitnya, kebanyakan asteroid jatuh ke dalam tiga kelas yang berdasarkan dengan komposisi.

  • Jenis-C atau karbon yang keabu-abuan yaitu yang paling umum, termasuk lebih dari 75 persen dari asteroid yang diketahui. Mereka mungkin terdiri dari sebuah tanah liat dan batuan silikat, dan mendiami di wilayah luar sabuk utama itu.
  • Jenis-S atau asteroid silicaceous  yaitu yang berwarna hijau-kemerahan yang mencapai sekitar 17 persen dari asteroid yang diketahui, dan mendominasi di sabuk asteroid dalam. Mereka terlihat terbuat dari bahan silikat dan besi-nikel.
  • Jenis-M atau asteroid metalik yaitu jenis astroid yang berwarna kemerahan, membuat sebagian besar sisa asteroid, dan tinggal di wilayah tengah sabuk utama. Mereka trlihat terdiri dari besi-nikel.

Ada banyak jenis langka lainnya yang berdasarkan komposisi juga – misalny seperti jenis-V asteroid yang ditandai oleh Vesta mempunyai basaltik, kerak vulkanik.

Ciri-Ciri Astroid

  • Asteroid besarnya bisa mencapai besar 940 km (sekitar 583 mil) misalnya sperti ceres. Di bentuk lain, salah satu yang terkecil, yang ditemukan pada tahun 1991 dan diberi nama 1991 BA, yang hanya sekitar 20 kaki (6 meter).
  • Hampir semua asteroid berbentuk tidak teratur, walaupun ada beberapa yang hampir bulat, misalnya seperti Ceres. sering berlubang atau kawah
  • Asteroid yang berputar mengelilingi matahari dalam orbit elips, astroid memutar, kadang-kadang jatuh tak menentu.
  • Suhu nya yang rata-rata permukaan asteroid minus 100 derajat F (minus 73 derajat C).
  • Asteroid mempunyai berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa ada yang padat, sementara yang lain seperti tumpukan kecil dari puing-puing terikat bersama oleh gravitasi.

Baca juga refrensi artikel terkaitnya disini :

 

Jenis-Jenis Astroid

1. Ceres

Ceres ialah suatu planet kerdil yang terletak di Sabuk Asteroid. Ceres ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Awalnya pada saat ditemukan Ceres dianggap sebagai sebuah planet, tapi sesudah abad kemudian dan selama 150 tahun selanjutnya, Ceres diklasifikasikan menjadi sebuah asteroid. Pada 24 Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional untuk memutuskan mengubah status Ceres menjadi “planet katai”. Ceres memiliki massa sebesar 9,45 ± 0,04 × 1020 kg. Dengan diameter yang sekitar 950 km, Ceres ialah benda angkasa terbesar di sabuk asteroid utama.

2. Pallas

Pallas adalah suatu asteroid besar yang terletak di sabuk asteroid suatu sistem tata surya dan merupakan sebuah asteroid ke-2 yang ditemukan. Ditemukan dan dinamai oleh astronom Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tanggal 28 Maret 1802. Pallas adalah salah satu dari 4 asteroid besar (1 Ceres, 4 Vesta, 10 Hygiea, dan Pallas). Asteroid besar tersebut tak termasuk 704 Interamnia. Pallas yang berukuran sama seperti 4 Vesta.

3. Vesta

Vesta ialah suatu obyek terbesar kedua di sabuk asteroid, dengan berukuran diameter sebesar 530 kilometer (sekitar 330 mil) dan diperkirakan mempunyai massa 9% dari massa semua sabuk asteroid. jenis astroid ini ditemukan oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers pada tanggal 29 Maret 1807. Vesta ialah sebuah asteroid yang paling terang. Jarak terjauh Vesta dari Matahari yaitu sedikit lebih jauh daripada jarak minimum antara Ceres dengan Matahari, sedangkan pada orbit Vesta sepenuhnya berada di dalam orbit Ceres.

4. Hygiea

Hygiea ialah sebuah asteroid yang terletak di sabuk asteroid utama. Dengan ukuran diameter yang sedikit membujur sepanjang 350 sampai dengan 500 km, dan mempunyai massa kira-kira 2,9% dari total massa sabuk, jenis astroid ini ialah suatu objek terbesar keempat di wilayah tersebut dalam hal volume dan massa, beberapa asteroid kecil lebih dahulu ditemukan oleh Annibale de Gasparis, sebelum dia menemukan Hygiea pada tanggal 12 April 1849. Pada sebagian besar oposisi, Hygiea memiliki magnitudo empat order lebih redup daripada Vesta. Mengamati Hygiea akan memerlukan setidaknya sebuah teleskop 100 mm (4 inci), sedangkan pada sebuah oposisi perihelik, ia mungkin bisa diamati dengan binokular 10×50.

5. Interamnia

Interamnia ialah sebuah asteroid yang sangat besar, dengan ukuran diameter diperkirakan 350 kilometer. Artinya jarak dari Matahari 3,067 (AU). jenis astroid ini ditemukan pada tanggal 2 Oktober 1910 oleh Vincenzo Cerulli, dan dinamakan dari nama Latin untuk Teramo, Italia, di mana Cerulli bekerja. Interamnia ialah jenis asteroid kelima paling besar sesudah Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea, dengan massa yang diperkirakan sebesar 1,2% dari massa semua sabuk asteroid.

Itulah ulasan tentang Pengertian, Klasifikasi Dan Jenis Astroid Beserta Ciri-Cirinya Secara Lengkapsemoga apa yang diuals diatas bermnafaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Most popular articles related to Pengertian, Klasifikasi Dan Jenis Astroid Beserta Ciri-Cirinya Secara Lengkap
Shares