Pengertian Wirausaha
Pengertian Wirausaha

19 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Posted on

19 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli Secara Umum Dan Khusus

Pengertian kewirausahaan secara umum dan khusus – Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.Visi mungkin termasuk ide-ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik untuk menjalankan hal-hal. Hasil akhir dari proses ini adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.

19 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda di antara para ahli atau sumber referensi untuk gravitasi yang berbeda dan penekanan.

  1. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai pekerjaan itu sendiri (wirausaha). Seorang pengusaha membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang beresiko atau ketidakpastian.
  2. Menurut Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan indentfikasi termasuk peluang dalam sistem ekonomi.
  3. Sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) Kegiatan kewirausahaan meliputi diperlukan untuk membuat atau melaksanakan perusahaan ketika semua pasar belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksi tidak sepenuhnya diketahui.
  4. Arif F. Hadipranata, Wirausaha adalah orang-orang yang mengambil risiko yang diperlukan untuk mengelola dan mengatur semua urusan, dan menerima sejumlah manfaat finansial dan non-keuangan.
  5. Thomas W Zimmerer, Kewirausahaan adalah keinovasian aplikasi dan kreativitas untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang yang lain hadapi setiap hari.
  6. Andrew J Dubrin, Seseorang yang menjalankan dan membangun bisnis yang inovatif.
  7. Robbin & Coulter, Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan peluang dan menciptakan nilai untuk tumbuh untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli sumber daya apa yang digunakan saat ini.
  8. Jean Baptista Say, Seorang pengusaha adalah agen yang menggabungkan berbagai alat produksi dan menemukan nilai produk.
  9. Raymond, Kewirausahaan adalah seseorang yang inovatif, kreatif dan mampu kreativitas mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri dalam lingkungan dan masyarakat.
  10. Kasmir, Kewirausahaan adalah jiwa pemberani yang berani mengambil risiko untuk memulai bisnis di berbagai kesempatan.
  11. Peter F Drucker, Kemampuan untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
  12. Kathleen, Menjelaskan bahwa pengusaha adalah orang-orang yang menjalankan, mengatur, dan mengambil risiko untuk pekerjaan yang dilakukan selama dunia bisnis.
  13. Acmad Sanusi, Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku dasar tujuan, trik, taktik, propulsi, proses dan hasil bisnis.
  14. Soeharto Prawiro, Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai pengembangan bisnis dan bisnis.
  15. Frank Knight, Seorang pengusaha mencoba untuk memecahkan dan memprediksi perubahan di pasar. Penjelasan ini menekankan peran pengusaha dalam menghadapi ketidakstabilan di dinamika pasar. Seorang majikan diwajibkan untuk melakukan semua fungsi manajerial dasar seperti pengawasan dan bimbingan.
  16. Mas’ud Machfoedz & Mahmud Machfoedz , Inovasi kewirausahaan adalah salah satu yang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi sebuah ide yang bisa dijual, dapat memberikan nilai tambah melalui usaya, biaya, waktu dan keterampilan yang bertujuan untuk membuat keuntungan.
  17. Joseph Schumpeter, Kewirausahaan adalah salah satu yang mendapat kesempatan dan menciptakan sebuah organisasi untuk mengejar kesempatan seperti itu.
  18. Stein dan Jhon F.Burgess, Kewirausahaan adalah salah satu yang mengatur, mengelola dan berani mengambil risiko untuk menciptakan peluang bisnis dan bisnis baru.
  19. Menurut J.B Say, Kewirausahaan adalah bahwa pengusaha dapat mengelola berbagai sumber daya yang dimiliki oleh ekonomi dan meningkatkan produktivitas rendah adalah tinggi.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut pengusaha. Timbul pertanyaan mengapa seorang wirausaha (entrepreneur) memiliki cara berpikir yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Mereka termotivasi, memanggil jiwa, persepsi dan emosi yang terkait dengan nilai-nilai, sikap dan perilaku sebagai makhluk superior. Dikutip dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

Tujuan Kewirausahaan

  1. Meningkatkan jumlah pengusaha yang memenuhi syarat.
  2. Mewujudkan kemampuan kewirausahaan dan kemantapan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  3. Foster semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di masyarakat mampu, handal, dan unggul.
  4. Kewirausahaan Foster dan’orientasi kesadaran yang kuat untuk umum.
Pengertian Wirausaha
Pengertian Wirausaha

Ciri-Ciri Dan Sifat Kewirausahaan

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang membutuhkan karakteristik dan juga memiliki sifat kewirausahaan. Karakteristik seorang pengusaha adalah:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:

  1. Memiliki kepercayaan diri, kemandirian, individualitas, optimisme.
  2. Selalu berusaha untuk mencapai, berorientasi pada keuntungan, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, pekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  3. Memiliki kemampuan untuk mengambil risiko dan menyukai tantangan.
  4. Bertindak sebagai pemimpin, mampu bergaul dengan orang lain dan saran cinta dan kritik yang membangun.
  5. Memiliki inovasi tinggi dan kreativitas, fleksibel, serbaguna dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  6. Persepsi dan perspektif tentang masa depan berorientasi.
    Memiliki keyakinan bahwa hidup adalah sama dengan kerja keras.

19 Pengertian Kewirausahaan Secara Umum Dan Khusus

Tahap-Tahap Kewirausahaan

  • Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, mulai dengan melihat peluang bisnis baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ” franchising ”. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan jika dalam pertanian, industri atau jasa.

Dalam fase ini seorang pengusaha untuk mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, termasuk aspek: keuangan, sumber daya manusia, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan meliputi bagaimana mengambil risiko dan membuat keputusan, pemasaran, dan evaluasi.

  • Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana pengusaha berdasarkan hasil yang telah dicapai untuk menganalisis kemajuan dibuat untuk tindak lanjut sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

  • Sikap wirausaha

Dari daftar karakteristik dan sifat pengusaha, kita dapat mengidentifikasi sikap pengusaha yang dapat dihapus dari kegiatan sehari-hari, sebagai berikut:

  1. Disiplin
  2. Komitmen Tinggi
  3. Jujur
  4. Kreatif dan Inovatif
  5. Mandiri
  6. Realistis

Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003: 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan kewirausahaan dalam menjalankan usaha barunya:

  • Tidak kompeten dalam manajerial.

Kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengelola bisnis adalah faktor utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

  • Kurang berpengalaman dalam mengkoordinasikan kemampuan, keterampilan untuk mengelola sumber daya manusia, serta kemampuan untuk mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurangnya kontrol keuangan. Sehingga perusahaan dapat bekerja dengan baik, faktor yang paling penting di bidang keuangan adalah untuk mempertahankan arus kas. Menyesuaikan pengeluaran dan penerimaan dengan hati-hati. Kekeliruan mempertahankan arus kas operasi menyebabkan perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan.

Perencanaan adalah titik awal dari suatu kegiatan, kegagalan dalam perencanaan akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

  • Lokasi yang kurang memadai

Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi strategis dapat mengakibatkan perusahaan tidak sulit untuk beroperasi karena kurang efisien.

  • Kurangnya pengawasan peralatan

Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurangnya pengawasan menyebabkan penggunaan yang tidak efisien dan tidak efektif.

  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha

Sikap yang setengah dari bisnis akan menghasilkan upaya untuk menjadi tidak stabil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

  • Ketidakmampuan untuk melakukan transisi kewirausahaan / transisi

Pengusaha kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, akan ada pengusaha sukses. Sukses dalam bisnis hanya dapat dicapai jika perubahan berani dan mampu membuat transisi setiap kali.

Demikian Pejelasan Tentang 19 Pengertian Kewirausahaan Secara Umum Dan Khusus Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com

Baca Juga : Pengertian Dan Tujuan Penelitian Menurut Para Ahli