Ketahanan pangan didunia
Ketahanan pangan didunia

Pengertian Ketahanan Pangan Beserta Pilar Dan Tantangan Untuk Mencapainya

Posted on

Pengertian Ketahanan Pangan Beserta Pilar Dan Tantangan Untuk Mencapainya– Ketahanan pangan merupakan ukuran terhadap gangguan pada masa yang akan datang atau ketiadaan suplai pangan penting akibat faktor, sebagai contoh kelangkaan bahan bakar, kekeringan dan sebagainya.

Pengertian Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan untuk mengaksesnya. Sebagai contoh, sebuah rumah tangga mempunyai ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada pada kondisi kelaparan ataupun dihanui oleh macaman kelaparan. Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko dan keswadayaan atau keswasembadaan perorangan.

  • Pilar Ketahanan Pangan

Ketersediaan pagnan memiliki hubungan dengan suplai pangan melalui, distribusi produksi dan pertukaran. Produksi pangan ditentukan oleh berbagai jenis faktor, termasuk:

  1. kepemilikan lahan dan penggunaannya
  2. jenis dan manajemen tanah
  3. pemilihan,pemuliaan, dan manajemen tanaman pertanian
  4. pemuliaan dan manajemen hewan ternak
  5. pemanenan

Produksi sebuah tanaman seperti pertanian, banyak dipengaruhi banyak faktor seperti cuaca, curah hujan dan temperatur. Pemanfaatan lahan, air dan energi untuk menumbuhkan produksi bahan pangan seringkali berkompetisi dengan kebutuhan lainya.

Produksi tanaman pertanian bukanlah kebutuhan yang mutlak bagi suatu negara untuk dapat mencapai suatu ketahanan pangan. Sebagai contoh Negara yang tidak memiliki sumber daya alam untuk memproduksi bahan pangan namun mampu mencapai ketahanan pangan adalah singapura dan Jepang.

Ketahanan pangan didunia
Ketahanan pangan didunia
  • Akses terhadap bahan pangan

Kemiskinan membatasi akses terhadap bahan pangan dan juga meningkatkan kerentanan suatu individu atau rumah tangga terhadap peningkatan harga bahan pangan. PBB menyatakan bahwa penyebab kelaparan dan malnutrisi seringkali bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan pangan namun ketidakmampuan mengakses bahan pangan karena kemiskinan.

Akses terhadap bahan pangan lebih kepada besarnya alokasi dab kemapuan membeli bahan pangan, dan juga faktor selera pada suatu individu atau rumah tangga. Kemiskinan membatasi akses terhadap bahan pangan suatu individu atau rumah tangga terhadap peningkatan harga bahan pangan. PBB menyatakan, penyebab malnutrisi dan kelaparan bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan pangan namun ketidakmampuan mengakses bahan pangan karena kemiskinan.

loading...

Terdapat dua perbedaan mengenai akses kepada bahan pangan.

  1. Akses langsung, yaitu rumah tangga memproduksi bahan pangan sendiri
  2. Akses ekonomi, yaitu rumah tangga membeli bahan pangan yang diproduksi di tempat lain

Kemampuan akses kepada suatu bahan pangan tidak selalu menyebabkan seseorang membeli bahan pangan tersebut karena ada faktor selera dan budaya, meski lokasinya dapat mempengaruhi akses kepada bahan pangan dan jenis akses yang digunakan pada rumah tangga tersebut.

  • Pemanfaatan bahan pangan

Saat bahan pangan sudah didapatkan, maka banyak faktor yang mempengaruhi dari kualitas dan jumlah pangan yang dijangkau oleh anggota keluarga. Akses terhadap fasilitas kesehatan juga dapat mempengaruhi pemanfaatan pangan sebab kesehatan suatu individu mempengaruhi bagaimana suatu makanan dicerna.

  • Stabilitas

Kerawanan etrhadap pangan dapat berlangsung secara musiman, transisi, ataupun kronis (permanen). Pada ketahanan pangan transisi, pangan memungkinkan tidak adanya bahan pangan pada suatu periode waktu tertntu. Stabilitas pangan mengacu pada suatu kemampuan dalam mendapatkan bahan pangan sepanjang waktu tertentu.

Tantangan untuk mencapai ketahanan pangan

  • Degradasi lahan

Diperkirakan 40% dari lahan pertanian di dunia terdegradasi secara serius. Pertanian intensif mendorong terjadinya penurunan kesuburan tanah dan penurunan hasil.

Hama
Hama
  • Hama dan penyakit

Penyakita dan hama dapat mempengaruhi sebuah produksi budidaya pertenakand dan tanaman sehingga dapat berdampak bagi ketersediaan suatu bahan pangan. Contoh penyakit tanaman Ug99, salah satu tipe penyakit karat batang pada gandum dapat menyebabkan kehilangan hasil pertanian hingga 100%.

  • Krisis air global

Tingginya muka air tanah terus menurun di berbagai negara dikarenakan pemompaan yang berlebihan. Diberbagai negara di dunia telah melakukan importasi gandum yang disebabkan oleh terjadinya defisit air, negara-negara besar sudah mengalaminya seperti China dan India.

  • Perebutan lahan

Kepemilikan lahan lintas batas negara semakin meningkat. Perusahaan Korea Utara Daewoo Logistics telah mengamankan satu bidang lahan yang luas di Madagascar untuk mebudidayakan jagung dan tanaman pertanian lainnya untuk produksi biofuel.

Sungai nil
Sungai nil
  • Perubahan iklim

Fenomena cuaca yang ekstrim seperti kekeringan dan banjir diperkirakan akan meningkat karena perubahan iklim terjadi. Kejadian ini akan memiliki dampak di sektor pertanian. Diperkirakan pada tahun 2040, hampir seluruh kawasan sungai Nil akan menjadi padang pasir di mana aktivitas budidaya tidak dimungkinkan karena keterbatasan air.

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Ketahanan Pangan Beserta Pilar Dan Tantangan Untuk Mencapainya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀