Pengertian Ionisasi, Disosiasi Dan Eksitasi Beserta Contohnya

Posted on

Pengertian Ionisasi, Disosiasi Dan Eksitasi

Pengertian Ionisasi, Disosiasi Dan Eksitasi Beserta Contohnya– Ionisasi merupakan suatu proses mengubah molekul atau atom menjadi ion dengan mengurangi atau menambah partikel bermuatan seperti elektron adat lainnya. Proses ionisasi kemuatan negatif atau positif sedikit berbeda. Ion yang bermuatan positif diperoleh saat elektron yang terikat pada molekul atau atom menyerap engergi cukup agar bisa lepas dari potensial listrik yang mengikatnya. Energi yang dibutuhkan itu disebut juga potensial ionisasi.

Ion bermuatan negatif diperoleh saat elektron bebas bertebaran dengan atom serta terperangkap didalam kulit atom dengan potensial listrik tertentu. Ionisasi terdiri dari dua tipe yakitu Ionisasi sekuensial dan Ionisasi non-sekuensial. Pada fisika klasik, cuma ionisasi sekuensial yang bisa terjadi sehingga disebut ionisasi klasik. Ionisasi non-sekuensial melawan beberapa hukum fisika klasik serta akan dijelaskan pada bagian ionisasi kuantum.

Ionisasi klasik

Berpacu pada fisika klasik serta model atom Bohs, memuat ionisasi atomik dan molekuler sangat ditentukan. Menurut fisika klasik, energi elektron yang melebihi energi potensial listrik kulit dimana elektron itu berbeda, elektron itu akan berpindah. Hal tersebut dapat diperumpamakan dengan orang yang tidak akan dapat melompati pagar satu meter bila ia tidak bisa melompat setinggi satu meter.

Elektron tidak akan dapat melewati kulit berpotensial listrik 13,6 eV bila tidak mempunyai setidaknya 13,6 eV energi. Menurut Perinsip tersebut, elektron bebas harus mempunyai energi yang lebih besar lagi dari kulit potensial.

ionisasi-klasik

Ionisasi, Disosiasi Dan Eksitasi

Bila elektron itu mempunyai energi cukup untuk melakukan hal tersebut, maka elektron itu akan mengarah ke tingkat engerti yang terendah, dan sisa energi tersebut akan diradiasikan. Ionisasi sekuensial pada dasarnya mendeskripsikan bahwa bilangan mautan ion hanya bisa diperoleh dari bilangan muatan terdekatnya saja dan itu sebanyak satu bilangan. Contohnya, ion bermuatan +2 hanya bisa diperoleh dari ion bermuatan +1 atau +3 saja.

Disosiasi

Dalam Biokimia dan kimia, disosiasi merupakan proses saat senyawa ionik (kompleks atau garam) terpisah dan menjadi partikel, ion, atau radikal yang lebih kecil,serta umumnya bisa dikembalikan seperti awalnya.

Contohnya

Sebagai contoh, saat asam Brønsted-Lowry ditempatkan di dalam air, ikatan kovalen antara atom elektronegatif dengan atom hidrogen dipecah oleh fisi heterolitik, yang dapat menghasilkan ion negatif dan proton. Disosiasi ialah lawan dari asosiasi serta rekobinasi. Proses tersebut tidak seperto ionisasi.

Eksitasi

Eksitasi (fisika) merupakan penambahan sejumlah diskrit energi (energi eksitasi) sebagai sistem seperti atom atau molekul, inti atom sehingga dapat menghasilkan perubahan, umumnya dari kondisi energi paling terendah (di keadaan dasar) pada salah satu energi yang lebih tinggi, (keadaan tereksitasi).

Pada sistem nuklir, molekul dan atom, keadaan tereksitasi tidak harus didistribusikan namun mempunyai nilai energi dikrit tertentu saja. Dengan arti, energi eksternal (energi eksitasi) bisa diserap dalam jumlah diskrit.

Dengan demikian, pada atom hidrogen (ada elektron yang mengorbit terkait dengan inti satu proton), energi eksitasi 10,2 elektron volt diperlukan sebagai pendorong elektron dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi pertama. Sebuah energi eksitasi yang berbeda 912,1 elektron volt) akan dibutuhkan untuk menaikan elektron dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi kedua.

Baca juga artikel lainnya>>

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Ionisasi, Disosiasi Dan Eksitasi Beserta Contohnya Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca GuruPendidikan.Com