Struktur Gen
Struktur Gen

Pengertian Gen Beserta Struktur Dan Sejarahnya

Posted on

Pengertian Gen

Gen merupakan suatu unit pewarisan untuk organisme hidup. Bentuk fisiknya ialah urutan DNA yang menjadi sebuah protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang mempunyai fungsi untuk organisme yang memilikinya. Batasan modern gen merupakan lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat serta bisa dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), peran-peran fungsional, atau sasaran transkripsi lainnya.

Pemakaian gen dalam percakapan sehari-hari (contohnya “gen cerdasan” atau “gen warna rambut”) yang dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang ada oleh suatu gen. Wwalaupun alel bisa serupa, orang lebih sering memakai istilah alel sebagai ekspresi gen secara fenotitik berbeda. Gen diwariskan oleh suatu individu kepada keturunanna lewat suatu proses reproduksi, bersamaan dengan DNA yang membawanya. Dengan demikian, informasi yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan organisme bisa berjaga.

Struktur gen

Pada sel eukariot, gen terdiri dari:

  1. Domain regulasi inisiasi transkripsi, yang terdiri dari : deret GCCACACCC, ATGCAAAT, kotak GC, kotak CCAAT dan kotak TATA.
  2. Intron
  3. Ekson merupakan area kondisi protein yang bisa ditranskripsi secara overlapping atau nonoverlapping. Misalnya pada kode dengan tiga deret nukleotida (kodon triplet) AUU GCU CAG, bisa secara dibaca nonoverlapping sebagai AUU GCU CAG atau dibaca secara overlapping sebagai AUU UUG UGC GCU CUC CAG. Walaupun pada sekitar tahun 1961, sudah diketahui bahwa asam amno dikondisi oleh kodon secara nonoverlapping, sudah ditemukan protein berbeda hasil transkripsi dengan pergeseran overlapping kodon.
  4. Domain regulasi akhir transkripsi
Struktur Gen
Struktur Gen

Sejarah

Gregor Mandel telah berspekulasi terhadap adanya suatu bahan yang terkait dengan suatu karakter atau sifat didalam tubuh suatu individu yang bisa diwariskan dari satu generasi ke kenerasi selanjutnya. Ia menyebtnya ‘faktor’. Oleh Hugo de Vries, konsep yang sama ia namakan pengen (pan-gen) pada buku yang ia karang Intracellular Pangenesis (terbit 1889). Belum membaca tulisan model, de Vries mendefinisikan pangen sebagai “partikel terkecil yang mewakili satu penciri terwariskan”. Wilhelm Johannsen lalu menyingkat sebagai gen dua puluh tahun kemudian.

Pada 1910, Thomas Hunt Morgan menunjukan bahwa gen terletak di kromosom. Dan selanjutnya, terjadi sebuah ‘perlombaan’ seru untuk menemukan subtansi yang merupakan gen. Banyak penghargaan Nobel yang kemudian terjatuh pada penelitian yang terlibat dalam subjek ini.

Pada saat itu DNA telah ditemukan serta diketahui hana berada pada kromosom (1869), namun orang belum menyadari bahwa DNA terkait dengan gen. Lewat penelitian Oswald Avery terhadap bakteri Pneumococcus (1943), dan Alfred Hershey dan Martha Chase (publikasi 1953) dengan virus bakteriofag T2, setelah orang mengetahui bahwa DNA merupakan bahan genetik.

Pada tahun 1940an, George Beadle dan Edward Tatum melakukan sebuah percobaan dengan Neurospora crassa. Dari sebuah percobaan itu, Beadle dan tatum bisa menarik hipotesis bahwa gen mengkode enzim, serta mereka menympulkan bahwa suatu gen menyentesis satu enzim (one gene-one enzyme theory).

Setelah beberapa puluh tahun, ditemukan bahwa gen mengkode protein yang tidak hanya berfungsi sebagai enzim saja, serta sejumlah protein tersusun dari dua atau lebih polipeptida. Dengan adanya sebuah penemuan-penemuan itu, pendapat Beadle dan Tatum, one gene-one enzyme theory, telah dimodifikasi menjadi teori satu gen-satu polipeptida (one gene-one polypetide theory)

Ekspresi gen

Ekspresi gen merupakan proses dimana kode-kode informasi yang terdapat pada gen diubah menjadi protein-protein yang beroperasi hanya di dalam sel. Ekspresi gen terdiri dari dua tahap:

  1. Translasi, proses sintesis polipeptida yang spesifik di dalam ribosom.
  2. Transkripsi, proses pembuatan salinan RNA.

Proses transkripsi DNA menjadi mDNA serta translasi mDNA menjadi sebuah polipeptida disebut dogma sentral (central dogma). Dogma sentral berlaku pada prokariot dan eukariot. Tetapi pada eukariot terdapat tahapan tambahan yang menjadi di antara transkripsi dan translasi yang disebut tahapa pre-mRNA.

Tahap pre-mRNA merupakan untuk menyeleksi mRNA yang akan dikirim keluar nukleus untuk ditranslasikan di ribosom. Ekson adalah mRNA yang akan dikirim keluar nukleus untuk ditranslaasikan, sedangkan nitron adalah mRNA yang akan tetap berada didalam nukleus sebab kemungkinan mRNA itu akan membentuk protein yang tidak fungsional (tidak berguna) bila ditranslasikan. Intron kemudian akan terurai kembali untuk membentuk rantai mRNA baru.

Ketahui pula bahwa beberapa kesalahan yang disebut mutasi dapat terjadi pada proses ekspresi gen ini.

Demikian Penjelasan TentangĀ Pengertian Gen Beserta Struktur Dan Sejarahnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com šŸ˜€