Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes

parta setiawan

Pengertian Gaya apung

Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes – Gaya apung ialah kemampuan suatu benda mengapung dalam cairan ataupun fluida. Hubungan berat benda dengan berat air yang dipindahkan ialah apa yang menentukan jika benda akan dapat mengapung; meskipun ukuran dan juga bentuk dari benda akan memiliki efek, mereka bukan alasan utama mengapa benda mengapung ataupun tenggelam.

Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes

Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes

Jika suatu benda akan memindahkan air lebih berat, itu akan dapat mengapung. Gaya apung ialah faktor penting dalam desain banyak benda dan juga dalam sejumlah kegiatan berbasis air, seperti contohnya berperahu atau scuba diving.
itik
Gaya apung ini memungkinkan itik untuk mengapung di air.

Prinsip Archimedes

Archimedes ialah Matematikawan yang hidup pada abad III SM, yang mendapat penghargaan dengan menemukan cara bagaimana kerja gaya apung. Menurut legendanya Archimedes masuk ke kamar mandi pada suatu hari dan juga melihat bahwa semakin Archimedes membenamkan dirinya di dalam air, semakin tinggi tingkat air yang akan naik. Dia menyadari bahwa tubuhnya tersebut menggeser air di bak mandi. yang setelahnya Archimedes memutuskan bahwa benda yang berada didalam airtnya akan kurang dari benda di udara. Melalui ini dan juga realisasi lainnya, Archimedes mendirikan apa yang kemudian dikenal dengan Prinsip Archimedes:

Dari Prinsip Archimedes memiliki 2 Gaya Apung ialah sebagai berikut :

Gaya Apung Positif
Sebuah benda yang mengapung didalam cairan akan dapat memiliki gaya apung positif. hal tersebur berarti bahwa jumlah air yang dipindahkan oleh benda berat tersebut lebih besar dari benda itu sendiri. Misalnya, perahu yang beratnya 23 kg, tetapi memindahkan 45 kg air akan mudah mengapung. Perahu yang menggantikan berat air yang lebih besar sebagian karena ukuran dan bentuk; sebagian besar interior perahu adalah udara, yang sangat ringan. Hal ini menjelaskan mengapa kapal laut yang berukuran besar dapat mengapung: asalkan air yang dipindahkan beratnya lebih besar dari kapal-kapal itu sendiri, mereka tidak akan tenggelam.

Gaya Apung Negatif
Gaya apung negatif inilah yang akan menyebabkan benda tenggelam. Hal tersebut mengacu pada sebuah benda yang berat badannya lebih dari berat cairan yang dipindahkan. Contohnya ialah kerikil mungkin memiliki berat hanya 25 gram, namun jika hanya memindahkan 15 gram air, tidak akan bisa mengapung. Jika kapal tersebut setelah dimuat memiliki berat 23 kg dengan ditambah 34 kg dari barang bawaan, itu akan tidak lagi mengapung sebabkan berat totalnya menjadi 56 kg lebih berat dari berat air yang dipindahkan yaitu sebesar 45 kg.

Hal tersebut juga memungkinkan untuk sebuah benda menjadi apung netral atau melayang di air. hal tersebut berarti bahwa berat benda dan juga jumlah cairan yang digantikan yang hampir sama. Sebuah benda apung netral akan dapat melayang-layang dalam cairan, tidak tenggelam maupun mengambang. Sebuah kapal selam dapat juga menyesuaikan berat badan dengan menambahkan ataupun mengeluarkan air dalam tangki khusus yang disebut tangki ballast. Dengan keseimbangan ballast-nya, kapal selam akan dapat melayang-layang di berbagai tingkatan dibawah permukaan air tanpa harus tenggelam.

Ukuran dan Bentuk
Berapa banyak dari permukaan suatu benda dapat menyentuh permukaan air yang memiliki efek pada suatu daya apung. Sebuah kapal yang sangat besar ini akan memiliki banyak area permukaan, yang berarti bahwa berat badan pada kapal yang tersebar dibanyak air, semuanya akan dapat mendorong pada kapal. Apabila kapal yang sama berada di air dengan bentuk busur yang dapat mengarah ke bawah, itu akan dapat mulai tenggelam disebabkan karena semua berat terkonsentrasi di satu area kecil, dan juga air itu menggusur berat kurang dari berat kapal.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

Most popular articles related to Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes
Shares