Pengertian, Fungsi Dan Macam Seni Kriya Beserta Contohnya Terlengkap

Posted on

Pengertian, Fungsi Dan Macam Seni Kriya Beserta Contohnya Terlengkap – Pada kesempatan sebelum nya sudah membahas tentang seni. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang seni kriya secara lengkap. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada berikut ini.

seni kriya

Pengertian Seni Kriya

Seni Kriya adalah suatu karya seni yang dibuat dengan menggunakan sebuah keterampilan tangan (hand skill) dan memperhatikan pada segi fungsional
(kebutuhan fisik) dan keindahan (kebutuhan emosional). Karya seni kriya ini dikategorikan sebagai karya seni rupa terapan nusantara. Dalam perkembangannya, karya seni kriya ini identik dengan seni kerajinan karena terlihat dari cara suatu pembuatan Karya Seni Kriya dengan menggunakan tangan (hand made).

 

Fungsi Seni Kriya

Secara garis besar, fungsi seni kriya ini adalah sebagai berikut…
1. Hiasan (Dekorasi).

Banyak hasil produk dari seni kriya digunakan untuk benda pajangan. Seni kriya tersebut lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsinya yang sehingga seni kriya jenis ini mengalami berbagai pengembangan.

Contohnya : pada hiasan dinding, karya seni ukir, patung, cinderamata dan lain sebagainya..

2. Benda Terapan (Siap Pakai)

loading...

Jenis Seni kriya ini lebih mengutamakan fungsinya yang sebagai benda yang siap pakai, nyaman, tapi tidak menghilangkan unsur keindahannya.

Contohnya : senjata, furnitur, keramik dan lain lain.

3. Benda Mainan

Mungkin kita sering menjumpai seni kriya sebagai sebuah alat permainan yang biasanya dengan bentuk sederhana dan bahan yang mudah didapatkan dan dikerjakan, dengan harga yang relatif murah.

Contohnya yaitu boneka, kipas kertas, congklak dll.

Baca juga refrensi artikel terkait yang lainya :

Jenis-Jenis Seni Kriya

Pada bentuk karya seni kriya nusantara sangat beragam dan menggunakan bahan alam yang digunakan. Dari berbagai seni karya tersebut ada yang masih mempertahankan keanekaragaman hiasan tradisional dan ada juga yang sudah mengembangkannya karena tuntutan dari pasar.

1. Macam-Macam Seni Kriya Berdasarkan Bahan Yang Digunakan

a. Seni Kriya Kayu
Seni Kriya kayu adalah salah satu jenis kriya dalam pekerjaannya membuat benda selalu menggabungkan antara nilai fungsi dan hias dengan menggunakan sebuah bahan kayu. Dalam seni kriya kayu, terdapat suatu pekerjaan dengan tingkat dasar atau tingkat permulaan. Kayu sangat banyak dimanfaatkan dalam suatu pembuatan berbagai benda kerajinan

Contohnya :seperti patung, wayang golek, topeng, furnitur, dan hiasan ukir-ukiran.

b. Seni Kriya Tekstil
Seni kriya tekstil ialah salah satu jenis kriya dengan menggunakan bahan dasar kain. Istilah tekstil mempunyai lingkup yang luas dan mencakup dengan berbagai macam aneka jenis kain yang cara pembuatannya baik dengan cara diikat, ditenun dipres dan masih banyak cara teknik dalam pembuatan kain. Umumnya kain terbuat dari serat yang dipintar atau dipin untuk menghasilkan sebuah benang yang panjang dan selanjutnya ditenun atau dirajut supaya menghasilkan kain berupa barang jadi. Jenis seni kriya tektil nusantara ini dikelompokkan menjadi dua macam yakni karya batik dan karya tenun.

c. Seni Kriya Keramik
Seni kriya keramik ialah salah satu jenis seni kriya bendanya yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Pembuatan pada seni kriya keramik ialah dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, dan cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik ini yaitu daerah bandung, jepara, cirebon, banjarnegara, malang, purwerejo, jogyakarta, banjar negara, dan sulawesi selatan, dan lain sebagainya.

d. Seni Kriya Logam
Seni kriya logam ialah salah satu jenis seni kriya yang mengolah suatu logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Tekhnik dalam pembuatan seni kriya logam ini terdiri dari dua macam teknik yakni a cire perdue/cetak lilin, dan teknik bivalve.

e. Seni Kriya Kulit
Seni kriya kulit ialah salah satu jenis karya seni yang memakai kulit sebagai bahan bakunya. Kulit yang pada umumnya digunakan dalam sebuah seni kriya kulit ialah kulit kambing, sapi, buaya, kerbau dan ular. Kulit tersebut menjalani suatu serangkaian proses pengolahan yang panjang, yang dimana dimulai dari pemisahan dari daging hewan, pencucian menggunakan sebuah cairan tertentu, pembersihan, perendaman dengan memakai zat kimia tertentu (penyamakan), perwarnaan, perentangan kulit agar tidak mengkerut, pengeringan dan penghalusan. Sesudah itu barulah dipotong-potong supaya sesuai dengan ukuran dari benda yang akan dibuat.

Contohnya : hasil dari seni kriya kulit yaitu tas, sepatu, ikat pinggang, wayang kulit, dompet, pakaian (jaket), alat musik rebana, dan tempat HP. Daerah-daerah penghasil seni kriya kulit ini yaitu yogyakarta, garut, dan bali.

f. Seni Kriya Batu
Seni kriya batu ialah salah satu jenis seni kriya dengan bahan dasar batu yang dibentuk sedemikian rupa supaya terlihat indah. Batu dengan tektur keras, dan kaku ternyata bisa diolah. misalnya di daerah sukami dan sukaraja. Daerah tersebut sering ditemukan pada hiasan-hiasan dan dekorasi rumah dari batu.

Contohnya : batu akik, fosil, jesper, dan batu permata seta masih banyak lagi.

 

2. Macam-Macam Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya

a. Seni Kriya Pahat atau Seni Kriya Ukir
Dari Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran dan berbagai aneka kerajinan lainnya. Selain memakai kayu, seni pahat juga bisa memakai aneka logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. Bali adalah salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan sebuah seni pahat yang berupa patung, ukiran sampai berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah satu hasil pahat dari bali ialah patung arca dengan menggunakan bahan baku batu andesit.

b. Seni Kriya Batik
Jenis seni yang satu ini dalam proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan macam macam tekhnik diantaranya yaitu dengan menggunakan teknik cap, tulis dan teknik lukis. Teknik batik tulis ialah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali. Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak pada batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan suatu sentuhan warna yang beragam.

c. Seni Kriya Tenun
Indonesia adalah salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia terutama dalam hal keragaman sebuah corak hiasannya. Tenun terdiri dari dua jenis yakni tenun songket, dan tenun ikat. Perbedaannya dari keduanya terlihat pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Tenun songket menggunakan benang perak, emas atau benang sutra. Pada Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat yaitu didaerah aceh, sulawesi tengah, bali, sumatra utara, toraja (sulawesi selatan), NTT, kalimantan timur, flores, dan kalimantan bvarat. Sedangkan pada daerah penghasil tenun songket yaitu didarerah sumatra barat, aceh, riau, sumatra utara, lombok, palembang, sumatra barat, nusa tenggara dan maluku.

d. Seni Kriya Anyaman
Seni kriya anyaman ialah suatu tekhnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih- menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat pakat dan lungsen dengan sebuah pola tertentu. Bahan-bahan yang digunakan dalam sebuah seni kriya anyaman ialah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yakni di bali, sulawesi, tasikmala, kalimantan dan papua.

e. Seni Kriya Bordir
Seni kriya bordir/sulam ialah salah satu jenis seni kriya yang menempatkan hiasan dari sebuah benang yang dijaitkan pada kain yang mempunyai fungsi untuk menghias dan mempercantik tampilan kain. Aplikasi kriya bordir ini digunakan pada baju, tas, kerudung, taplak, dan mukena. Daerah penghasil bordir/sulam ini yaitu di jawa barat tepatnya di tasikmalaya.

Di Indonesia mempunyai berbagai macam seni kriya, oleh karena itu marilah lestarikan karya anak bangsa dengan menggunakan hasil-hasil dari seni kriya.

Itulah ulasan tentang Pengertian, Fungsi Dan Macam Seni Kriya Beserta Contohnya Terlengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.