Pengertian Etimologi Bahasa Indonesia Menurut Para Ahli

Aris Kurniawan

Pengertian Etimologi

Etimologi merupakan cabang ilmu liguistik yang mempelajari asal-usul kata. Contohnya kata etimologi sebenarnya diambil dari bahasa Belanda etymologie yang berakar dari bahasa Yunani étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos (ilmu).

Beberapa kata yang sudah diambil dari bahasa lain, mengkin dalam bentuk yang sudah diubah (kata asal disebut sebagai etimon). Lewat naskah tua serta perbandingan dengan bahasa lain, etimologi mencoba untuk merekonstruksi asal-usul dari sebuah kata, saat mereka memasuki sebuah bahasa, bagaimana arti dan bentuk kata serta dari sumber apa kata tersebut berubah.

Etimologi juga mencoba melakukan pembinaan semula maklumat tentang bahasa-bahasa yang telah lama mendapatkan maklumat langsung tentang bahasa tersebut (seperti tulisan) untuk diketahui. Dengan cara membandingkan kata-kata dalam bahasa yang saling beraturan, seseorang bisa mempelajari tentang bahasa kuno yang merupakan “generasi yang lebih lama”. Dengan cara tersebut, akar bahasa yang sudah diketahui yang bisa ditelusuri jauh ke belakang kepada asal-usul keluarga bahasa Austronesia.

Etimologi bahasa Indonesia

Sebagai sebuah bahasa, bahasa Indonesia berasal dari rumpun Melayu, salah satu bagian Austronesia, meskipun kosakatanya di masa kini mencakup kata-kata dari berbagai bahasa. Akar bahasa Melayu serta Austronesia bisa dilihat dalam kemiripan sebutan untuk angka dalam bahasa Indonesia dan misalnya Indonesia: dua = Tagalog dalawa, tiga = telu (Jawa dan Bali) tilu (Sunda) tello’ (Madura), tatlo (Filipina). Serta telingga sama dengan tainga (Pilipina), sedangkan hidung dalam Bahasa Filipina mempunyai arti ilong. Meski begitu, perubahan bahasa sudah mengurah banyak unsur gramatikal, seperti sistem morfologi: dalam Bahasa Jawa serta Bahasa Filipina (Tagalog) masih ada infiks sedangkan dalam Bahasa Indonesia sudah disederhanakan. Beberapa unsur khusus dalam kosakata, banyak dipinjam dari bahasa-bahasa Sansekerta, Belanda, Arab serta Spanyol. COnothnya, saya berasal dari Sansekerta sedangkan awak masih mempunyai akar Austronesia.

ASAL USUL NAMA INDONESIA

ASAL USUL NAMA INDONESIA

Saat Belanda menjajah negara Indonesia dari abad ke-17, Bahasa Belanda ikut dibawa bersama mereka. Kelas penguasa dalam bahasa Belanda, sementara para petani memakai bahsa belayu, bahasa Jawa ataupun bahasa daerah lain pada masa itu. Hal ini dapat menyebabkan banyak kata yang berpasangan dalam bahasa Indonesia serta Belanda.

Misalnya, polisi mirip dengan Bahasa Belanda Politie; handuk dengan handdoek, yang mempunyai arti ‘lap (doek) tangan (hand)”. Sepeda berasal dari Belanda vélicopède (yang dipinjam Belanda dari Bahasa Perancis). Setelah Belanda keluar dari Indonesia, banyak perkataan pinjaman Belanda sudah dilatinisasikan: misalnya, kwalitet (Bld. “kwaliteit”) sering diganti menjadi kualitas (Latin “qualitas”).

Dalam bidang agama, ratusan kata berasal dari Bahasa Arab.

Sebelumnya, Bahasa Sansekerta sudah memasukkan banyak perkataan dalam bahasa Indonesia, utamanya dalam bahasa Jawa. Misalnya: kusuma berarti “bunga” wijaya berarti “yang menang”, kota berarti “benteng”, padahal berarti “ubah”, “hasil” atau “pala”, maha berarti “besar” serta ratusan yang lain.

Bahasa Indonesia terbukti mampu mengakomodasi kata-kata dari banyak bahasa: Arab, Belanda, Inggris, Prancis, Latin, Spanyol, Yunani, Sansekerta, Tionghoa dan lainnya.

Idea dasar dalam etimologi

  1. Kata ini biasanya dimulai dengan bentuk lebih lama dan mungkin lebih rumit, yang kemudian menjadi lebih sederhana atau lebih pendek. Sebagai contoh, mesa ( “kerbau”) dalam bahasa Jawa Krama berasal dari bahasa Sansekerta Mahisa.
  2. Berbeda dengan item di atas, kata-kata pendek yang dapat diperpanjang dengan penambahan akhiran pada kata.
    Misalnya, kata berasal dari dokter untuk + + a (dokter dari Belanda).
  3. kata-kata slang (tidak resmi) dapat diterima sebagai bahasa resmi. Kadang-kadang sebaliknya adalah benar, kata resmi menjadi gaul.
  4. Kata-kata “kasar” atau “kotor” dapat menjadi eufemisme dan eufemisme juga bisa menjadi “kasar”.
  5. kata tabu dapat dihindari dan kemudian menghilang, sering digantikan oleh eufemisme atau pengandaian kata.
  6. Kata-kata dapat dikombinasikan menjadi sebuah kata portmanteau, seperti Kepolisian, sebuah penggabungan dari polisi dan daerah.
  7. Kata-kata dapat dimulai sebagai akronim, seperti SIM ( “SIM”).
  8. Kedengarannya seperti sesuatu kata-kata dapat didisimilasikan. Misalnya, laporan berasal dari “rapport” (Belanda), tapi suara pertama telah berubah menjadi r r l untuk membedakan suara dua angka.
  9. Suara dapat ditambahkan ke dalam satu kata, menurut Indonesia morfologi: Maret (Belanda: “Maart”) atau dihilangkan (anestesi dari Persia Bahasa “bihausi”).
  10. suara asing bisa diindonesiakan, saran ini (Arab: “fatwa”).
  11. Kata-kata dapat dibuat pada tujuan, seperti apa yang Anda katakan.
  12. Kata-kata dapat dipilih dari tempat tertentu (toponim, misalnya capsicum berarti “cabai”) atau dari nama orang tertentu (eponymous, The Achilles tendon).

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Etimologi Bahasa Indonesia Menurut Para Ahli Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀

Most popular articles related to Pengertian Etimologi Bahasa Indonesia Menurut Para Ahli
Shares