Pengertian Dan Sifat Pengendalian Sosial Terlengkap

parta setiawan

Pengertian Pengendalian Sosial

Pengertian Dan Sifat Pengendalian Sosial Terlengkap – manusia yang pada dasarnya  ialah makhluk sosial, yang hidup bersama orang lain. Didalam hidup bersama tersebut, tentulah seorang manusia tidak akan bisa untuk dapat bertindak seenaknya. Norma adalah pedoman dasar manusia  bagaimana cara memainkan perannya dan juga bagaimana manusia dapat berinteraksi dengan sesamanya. Namun sering sekali  terjadi norma-norma itu tidak ditaati . yang akan membuat berbagai penyimpangan sosial. dan sebab akibatnya ialah akan timbul kekacauan didalam masyarakat.

Pengendalian Sosial

Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial (social control) ialah proses yang mempunyai tujuan agar masyarakat dapat mematuhi norma dan juga nilai sosial yang terkandung didalam masyarakatnya. Dengan adanya pengendalian sosial tersebut, maka akan terciptalah masyarakat yang teratur.
Tujuan adanya pengendalian sosial ialah agar mereka bisa untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik dan juga untuk dapat menikmati haknya. Ketenangan dan juga keamanan pun akan dapat dirasakan.

Roucek menyatakan bahwa pengendalian sosial ialah suatu istilah yang mengacu kepada proses yang mana individu dianjurkan, dibujuk, maupun dipaksa untuk dapat menyesuaikan diri kepada kebiasaan dan juga nilai hidup didalam suatu kelompok.

Sifat Pengendalian sosial

Berdasarkan dari sifat pengendalian sosial tersebut, dapat dikelompokkan kedalam dua sifat yaitu:

 bersifat preventif dan pengendalian sosial yang bersifat represif.

  • Preventif ialah pengendalian sosial yang dilakukannya sebelum akan terjadinya pelanggaran. Preventif mempunyai tujuannya ialah untuk dapat mencegah agar pelanggaran tidak akan  terjadi. Sifat preventif dapat dilakukan melalui cara sosialisasi. didalam sosialisasi ialah ,larangan atau perintah, nasihat, dan anjuran, dapat juga disampaikan sehingga akan terbentuklah kebiasaan yang disenangi untuk dapat menjalankan peran sesuai dengan yang diharapkan.
  • Represif ialah pengendalian sosial yang ditujukan untuk melakukan pemulihan suatu keadaan seperti sebelum pelanggaran itu terjadi. Pengendalian tersebut dilakukan setelah orang sudah  melakukan tindakan penyimpangan sosial. Sifat represif ini biasanya diikuti dengan adanya penjatuhan sanksi atau hukuman bagi pelaku penyimpangan sosial.

Cara Pengendalian Sosial

Terdapat dua cara dalam pengendalian sosial di masyarakat ialah sebagai berikut:

  1. Pengendalian sosial dengan cara persuasif, ialah  tidak dilakukan dengan melalui kekerasan, namun dengan cara ajakan ataupun bimbingan agar orang tersebut dapat bertindak sesuai dengan norma yang berlaku didalam masyarakat.
  2. Pengendalian sosial dengan cara koersif, ialah menekankan kekerasan maupun ancaman dengan kekuatan fisik, dengan tujuan untuk pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi  yang melanggar aturan.

Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial

Didalam penerapannya, pengendalian sosial ini mempunyai beberapa bentuk yakni sebagai berikut :

  • Agama
    Agama ialah pedoman hidup untuk dapat meraih kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat bagi penganutnya. Oleh sebab itu, seseorang yang memeluk suatu agama akan dituntut untuk dapat melaksanakan kewajiban dan juga harus menjauhi larangan yang telah digariskan dialam ajaran agama tersebut. Apabila seseorang tersebut meyakini dan juga dapat patuh pada agamanya, maka dengan sendirinya perilakunya akan dapat terkendali dari segala bentuk perilaku menyimpang.
  • Teguran
    peringatan atau teguran akan diberikan kepada orang yang sudah melakukan pelanggaran agar pelaku penyimpangan sosial tersebut secepat mungkin menyadari kesalahannya. Teguran dapat disampaikan melalui cara lisan ataupun tulisan .
  • Hukuman
    Hukuman ialah sanksi negatif yang akan diberikan kepada seseorang yang sudah melakukan penyimpangan peraturan tertulis ataupun tidak tertulis. Lembaga formal yang berwenang untuk memberikan sanksi hukuman ialah pengadilan.
  • Peran Lembaga Pengendalian Sosial
    Didalam pengendalian sosial, lembaga-lembaga yang ada didalam masyarakat akan  cukup berperan.
  • Pendidikan
    Pendidikan ialah pengendalian sosial yang akan mendidik baik di lingkungan keluarga ataupun dilingkungan masyarakat. Pendidikan akan membimbing seseorang untuk menjadi manusia yang dapat bertanggung jawab dan juga berguna bagi agama, nusa serta bangsanya.
  •  Gossip atau  Desas-desus 
    Gossip atau  Desas-desus ialah berita yang menyebar secara cepat baik itu melalui media massa ataupun melalui orang yang satu ke orang yang lainnya. Gossip sering dikenal dengan sebutan kabar angin maupun kabar burung. Kebenaran didalm berita tersebut masih diragukan atau belum pasti karena tidak selalu gossip tersebut berdasarkan fakta ataupun kenyataan.
    Rasa malu yang akan ditimbulkan oleh adanya Gossip tersebut akan membuat pelaku penyimpangan sosial yang digossipkan tersebut akan sadar akan perbuatannya atau setidaknya akan mempengaruhi si pelaku tersebut.

 

 Demikian Penjelasan tentang Pengertian Dan Sifat Pengendalian Sosial Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

Most popular articles related to Pengertian Dan Sifat Pengendalian Sosial Terlengkap
Shares