pengertian wacana
pengertian wacana

Pengertian Dan Jenis-Jenis Wacana Terlengkap Menurut Para Ahli Berikut Contohnya

Posted on

Pengertian dan jenis-jenis wacana berikut contohnya-Istilah “wacana” berasal dari bahasa sansekerta wac, wak, vak. yang berarti berkata ataupun berucap. Jika dilihat dari jenisnya, kata “wac” dalam bahasa sansekerta (morfologi) termasuk kata kerja golongan III parasmae pada (m) bersifat aktif, yakni ‘melakukan tindakan ujar‘. Kata tersebut lalu mengalami perubahan menjadi wacana Bentuk ‘ana’ yang muncul di belakang adalah sufiks (akhiran) yang berkata membendakan.

pengertian wacana
pengertian wacana

Pengertian Wacana

Wacana  ialah sebuah tulisan yang memiliki urutan yang teratur atau logis. Didalam sebuah wacana ada unsur-unsur yang harus memiliki kepadua dan kesatuan

Sebelum kita menulis sebuah wacana, kita harus menentukan dahulu sebuah tema, tujuannya agar sesuai dengan bentuk di dalam wacana, dan  dan mengurutkan atau munyusun kerangkan karangan. Sebelum kita menulis di anjurkan kita harus membuat kerangka karangan, apa lagi untuk calon penulis.

Supaya dalam menyusun kerangka karangan menjadi sebuah acuan membuat karangan, calon penulis dianjurkan untuk tahu langkah-langkah dalam menyusun sebuah kerangka karangan. Dalam menulis kerangka karangan ada dua bentuk tulisan, yakni kerangka topik dan kerangka kalimat.

Jenis-Jenis Wacana

Berdasarkan jenis dan bentuknya, wacana dapat dibedakan menjadi 5, yaitu wacana narasi, deskripsi, eksposisi, argumentatif, dan persuasi.

  • Narasi

Narasi ialah sebuah cerita yang bisa didasarkan pada urutan suatu peristiwa atau kejadian. Dan narasi juga dapat berbentuk narasi imajinatif dan narasi ekspositarisYang paling penting dalan unsur-unsur narasi adalah kejadian, konflik, tokoh, alur, plot, dan latar yang terdiri atas latar waktu, suasana dan tempat.

  • Deskripsi

Karangan deskripsi adalah sebuah kerangan yang dapat menggambarkan sesuatu atau objek berdasarkan hasil dari pengamatan, perasaan, dan pengalaman dari penulis.

Agar deskripsi dapat mencapai sebuah kesan yang sangat baik atau sempurna bagi pembacanya, penulis harus  mengamati dan merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Dari sefar objeknya deskripsi dapat dibedakan dalam du amacam, yaitu deskripsi deskripsi faktual/ ekspositaris dan Imajimatif/Impresionis.

  • Eksposisi

Eksposisi ialah sebuah karangan yang menjelaskan atau menerangkan karangan dengan terperinci (memaparkan) sesuatu bertujuan agar dapat memberikan sebuah informasi dan dapat  memperluas ilmu dan pengetahuan bagi  setiap pembacanya. Karangan yang menjelaskan atau menerangkan (eksposisi) biasanya dipakai pada sebuah karya-karya ilmiah seperti makalah-makalah, artikel ilmiah,untuk seminar, simposium, atau penataran.

Dalam tahapan-tahapan menulis sebuah eksposisi, yang harus di lakukan yaitu dengan menentukan objek pengamatan, juga menentukan tujuan dua pola penyajian eksposisi, dengan mengumpulkan bahan atau data, menyusun sebuah kerangka karangan, dan juga melakukan pengembangan kerangka menjadi sebuah karangan. Dalam pengembangan kerangka karangan bentuk eksposisi dapat berpola penyajian urutan topik, urutan kelimaks dan antiklimaks.

  • Argumentasi

Argumentasi ialah sebuah karangan berisikan pendapat, sikap, ataupun penilaian terhadap hal-hal yang disertkan dengan bukti-bukti, alasan dan peryataan-pernyataan yang dapat diterima oleh akal (logis). Adapun tujuan sebuah karangan argumentasi ialah berusaha agar dapat meyakinkan seorang pembaca  akan sebuah kebenaran dari pengarangnya.

Tahapan-tahapan penulisan karangan argumentasi, sebagai berikut:

  1. Menentukan topik permasalahan atau tema
  2. Mengumpulkan bahan atau data berupa: fakta, bukti-bukti atau pernyataan yang bisa mendukung
  3. Merumuskan tujuan penulisan
  4. Menyusun kerangka karangan
  5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan.Dalam mengembangakan sebuah kerangka karangan argumentasi bisa berpolakan: sebab-akibat, akibat-sebab, atau pola pemecahan masalah.

Berikut ini contoh wacana yang perlu di pahami:

Contoh wacana pendek:

  1. Awas! kabel tetangan tinggi
  2. Exit ( pintu keluar)

Contoh wacana panjang:

  • Di halaman rumah kami telah berubah menjadi pemandangan yang hijau, di halaman depan ditanami berbagai jenis bunga yang sanagat indah. sperti: bunga melati, kamboja, matahari, anggrek, kuping gajah dan lain-lain. Dan ada juga di samping pekarangan rumah yang di tanami kebutuhan sehari-hari, speti: capai, terong, tomat, maupun singkong.
    Kelebihan bunga dan kebuituhan sehari-hari yakni dapat dijual, seperti anggek, melati, cabai, terong da yang lainnya.
  • Disekolahku demikian padatnya kegiatan-kegiatan yang harus aku ikuti, Dari hari senin- sabtu aku masuk pukul 07.15. Agar aku tida terlambat aku berangkat pukul 06.45 dan bangun pukul 04.45. Setelah bangun aku mandi, lalu sholat subuh.Kemudian menyiapkan peralatan sekolahku, agar tidak tergesa-gesa ataupun tertinggal saat berngkat ke sekolah. Setelah selesai aku menyempatkan untuk nelajar sejenak untuk mata pelajaran yang akan aku pelajari nanti disekolah. Selesai belajar lalu aku berganti baju seragam sekolah dan sarapan pagi. setelah semoanya selsesai lalu aku berpamitan dengan orang tuaku untuk berangkat ke sekolah agar ilmu yang aku dapat nanti dapat bermanfaat dan berguna bagi diriku dimasa depan nanti.

Sekian Penjelasan Dari Kami Tentang Pengetian Dan Jenis-Jenis Wacana Berikut Contohnya, Temoga Dapat Bermanfaat Untuk Pembaca  GuruPendidikan.Com 😀