Pengertian Dan Fungsi Lembaga Keluaraga Beserta 4 Tahapannya Secara Lengkap

bitar

Pengertian Dan Fungsi Lembaga Keluaraga Beserta 4 Tahapannya Secara Lengkap – Lembaga keluarga merupakan salah satu jenis dari lembaga sosial, karna lembaga keluarga merupakan yang mengatur tingkah laku dalam berkeluarga. Untuk lebih jelasnya lagi marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

lembaga keluarga

Pengertian Lembaga Keluarga

Lembaga keluarga adalah sebuah unit sosial yang terkecil dalam sebuah masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Dalam suatu keluarga, diatur hubungan antar anggota keluarga yang sehingga setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Dalam terbentuknya sebuah keluarga berasal dari suatu perkawinan yang sah menurut agama, adat, dan pemerintah.

Fungsi Lembaga Keluarga

1. Fungsi biologis atau reproduksi

Pada setiap manusia mempunyai kebutuhan biologis, baik itu laki-laki atapun wanita. Dalam memenuhi sebuah kebutuhan biologis tersebut maka akan terjadi suatu perkembangbiakan berupa keturunan.Oleh karena itu, keluarga berfungsi untuk sarana reproduksi.

2. Fungsi protektif atau perlindungan
Dalam memberikan perlindungan bagi semua anggota keluarga. Salah satu alasan untuk membentuk sebuah keluarga yaitu untuk mendapatkan keterjaminan dan perlindungan baik secara fisik ataupun psikologis.

3. Fungsi ekonomi
Dalam Fungsi ekonomi keluarga sangatlah penting bagi kehidupan dalam keluarga, karena keluarga adalah suatu pendukung utama bagi kelangsungan hidup keluarganya. Fungsi ekonomi keluarga yang terdiri dari pencarian nafkah, perencanaan dan penggunaannya.

4. Fungsi edukatif
Orang tua mempunyai tanggung jawab yang terpenting yang harus dipikul. Dalam keluarga merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang pertama kali diserap dan diterima oleh anak. Ayah dan ibulah yang mempunyai peran aktif dalam memberikan pendidikan dalam keluarga bagi anak-anaknya.

5. Fungsi sosialisasi
Mempunyai kaitan yang sangat erat dengan fungsi edukatif atau pendidikan, karena didalamnya mengandung suatu unsur sosialisasi dan begitu juga sebaliknya.

6. Fungsi afeksional
Ketika anak masih kecil, fungsi afeksional mempunyai peranan yang penting. Ia bisa merasakan dan menangkap sebuah perasaan orang tuanya pada saat anak akan berkomunikasi dengan mereka. Anak sangat membutuhkan suatu kehangatan perasaan dari orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua harus melaksanakan fungsi perasaan ini dengan baik agar pada anaknya tumbuh dengan jiwa yang sehat.

7. Fungsi religius
Keluarga berfungsi religius yang artinya keluarga berkewajiban dalam mengajarkan dan mengajak anaknya serta anggota keluarga lainnya untuk hidup beragama dengan sesuai keyakinan yang dianut. Oleh karena itu, orang tua hendaknya harus menciptakan kehidupan keluarga yang religius.

8. Fungsi rekreatif
Keluarga haruslah bisa memberikan sebuah ketenangan, kenyamanan jiwa, dan suasana damai dalam keluarganya. Tidak harus selalu berpesta atau berekreasi diluar rumah, akan tetapi lebih pada suatu rekreasi yang bisa dirasakan dan dihayati semua anggota keluarga, yang jauh dari keributan dan pertentangan.

9. Fungsi pengendalian sosial
Keluarga juga berperan sebagai tempat dalam pengendalian sosial bagi anggota keluarganya. Keluarga bisa melakukan upaya preventif atau upaya dalam pencegahan terhadap anggota keluarganya untuk tidak melakukan suatu perbuatan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku didalam masyarakat.

Baca Juga artikel terkaitnya :

 

Tahap-Tahap Perkembangan Keluarga

 

1. Tahap Persiapan (Pre-Nuptual)
Pada tahapan ini ditandai dengan suatu proses pengenalan yang secara terencana dan intensif antara seorang pria dengan seorang wanita, lalu disusul dengan suatu kesepakatan antara kedua belah pihak untuk membangun sebuah keluarga dalam suatu ikatan perkawinan. Tahapan ini juga ditandai dengan suatu proses peminangan dan pertunangan.

2. Tahap Perkawinan (Nuptual Stage)
Pada tahapan ini perkawinan merupakan awal perjalanan dari suatu keluarga yang ditandai dengan suatu pristiwa akad nikah yang dilaksanakan dengan berdasarkan atas hukum agama dan hukum negara yang dilanjutkan dengan sebuah pesta perkawinan yang biasanya diselenggarakan yang berdasarkan adat istiadat tertentu. Pada tahap ini, keluarga baru mulai meyakinkan pendirian dan sikap sebuah keluarga yang akan diarungi bersama.

3. Tahap Pemeliharaan Anak (Child Rearing Stage)
Pad tahapan ini terjadi sesudah beberapa tahun dari usia perkawinan dan keluarga tersebut yang akan dikaruniai anak. Anak adalah hasil cinta kasih yang dikembangkan dalam sebuah kehidupan keluarga. Selanjutnya didalam keluarga bertanggung jawab untuk memelihara, membesarkan, dan mendidik anak-anak yang dilahirkan sampai dengan jenjang kedewasaan.

4. Tahap Keluarga Dewasa (Maturity Stage)
Pada tahapan ini ditandai dengan suatu pencapaian kedewasaan oleh anak-anak yang dilahirkan dalam suatu keluarga, dalam arti anak-anak sudah mampu berdiri sendiri, terlepas dari ketergantungan dengan orang tua mereka.

Dalam membentuk sebuah keluarga yang harmonis dan sejahtera harus melengkapi satu sama lain dan mengerti satu sam lain.

Itulah ulasan tentang Pengertian Dan Fungsi Lembaga Keluaraga Beserta 4 Tahapannya Secara Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima kasih.

Most popular articles related to Pengertian Dan Fungsi Lembaga Keluaraga Beserta 4 Tahapannya Secara Lengkap
Shares