Pengertian Dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Terlengkap

parta setiawan

Pengertian Interaksi Sosial

Pengertian Dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Terlengkap – Pada Penjelasan sebelumnya Gurupendidikanku.Com sudah menjelaskan mengenai Pengertian Sosiologi Lengkap Menurut Para Ahli dan sekarang akan membahas tentang Faktor-faktor yang terjadi interaksi sosial , Interaksi sosial tersebut terjadi dalam dua faktor yaitu ialah :

  1. faktor dari dalam diri seseorang (faktor dari individu itu sendiri) 
  2. Faktor dari luar individu (dari luar individu tersebut)
Faktor Terjadinya Interaksi Sosial

Faktor Terjadinya Interaksi Sosial

dari kedua faktor tersebut ini kemudian terdapat berbagai dorongan yang membuat hal-hal didalam suatu interaksi dapat terjadi dan juga dapat berhubungan dengan yang lain.

Faktor-faktor terjadinya interaksi sosial

Faktor-Faktor Interaksi Sosial antara lain ialah sebagai berikut :

Faktor dari Dalam diri Seseorang

Faktor-faktot yang ada dalam diri individu(seseorang) yang dapat mendorong terjadinya suatu interaksi sosial ialah sebagai berikut:

  • Dorongan kodrati sebagai makhluk sosial

    Pada Dasarnya , manusia tersebut ialah makhluk pribadi dan juga mahluk sosial. Sebagai makhluk sosial tersebut, manusia memiliki suatu kecenderungan untuk dapat bergaul dengan sesama manusia. menurut Howard Gardner, tiap manusia mempunyai potensi kecerdasan antarpribadi, yaitu kecerdasan dalam mengelola suatu hubungan dengan sesamannya. Oleh sebab itu, wajar jika setiap orang tersebut memiliki kecenderungan kuat untuk dapat berinteraksi dengan sesamanya .
  • Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
    Didalam kehidupan manusia sehari hari akan menyadari bahwa terdapat banyak hal didalam hidupnya yang tergantung kepada orang lain. sebagai contoh, untuk dapat memenuhi kebutuhan akan sandang dan juga pangan, tiap-tiap orang memerlukan orang lain. Kebutuhan seperti kebutuhan rasa aman,kebutuhan kasih sayang, kebutuhan untuk dapat  diterima, kebutuhan untuk dapat  dihargai, dan lain lainya tersebut jelas memerlukan orang lain yang sebagai sumber pelengkapnya.

    OIeh Sebab itulah, manusia tersebut mempunyai suatu kecenderungan untuk dapat berinteraksi dengan orang lain dalam suatu upaya memenuhi kebutuhan dirinya tersebut. Selain dari hal itu, terdapat kebutuhan-kebutuhan manusia yang hanya dapat dipenuhi secara bersama-sama . Sebagai contoh , kebutuhan untuk menciptakan keamanan dan juga kenyamanan,

    Manusia tersebut membutuhkan orang lain untuk dapat mewujudkannya. Oleh sebab itulah , manusia tersebut mengembangkan suatu pola-pola interaksi sosial ke dalam pranata dan juga kedalam struktur sosial.

  • Dorongan untuk mengembangkan diri dan mempengaruhi orang lain
    Manusia tersebut juga mempunyai potensi dan juga kehendak untuk dapat mengembangkan diri sendiri serta juga sesamanya. Upaya pengembangan pribadi ini antara lain ialah dilakukan dengan cara melakukan imitasi dan juga melakukan identifikasi. Didalam imitasi dan juga identifikasi itulah maka seseorang tersebut didorong untuk  dapat melakukan suatu interaksi sosial.Imitasi ialah tindakan seseorang yang meniru sikap, penampilan, gaya hidup, dan juga bahkan segala sesuatu yang dipunyai oleh orang lain. Imitasi tersebut memiliki peranan yang sangat penting didalam suatu proses interaksi sosial dan juga dapat berdampak interaksi sosial yang positif atau juga yang berdampak negatif.Apabila yang ditiru ialah seseorang yang berprilaku baik , maka secara otomatis juga akan tumbuh rasa yang berdampak positif juga. Sebaliknya jika meniru seseorang yang berprilaku negatif atau buruk maka juga akan berdampak negatif juga

    Identifikasi ialah usaha seseorang untuk dapat menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi tersebut sifatnya lebih mendalam (lebih sekedar meniru seseorang) dari pada imitasi tersebut . Dalam identifikasi tersebut terjadi suatu proses pembentukan kepribadian diri. Proses identifikasitersebut dapat berlangsung dengan baik secara sendirinya atau juga secara tidak disadari, maupun juga secara disengaja.

    Pandangan, sikap, dan juga norma yang dianut seseorang itu akan dapat menjiwai orang yang mengidentifikasikan diri tersebut. Identifikasi ini mengakibatkan terjadinya suatu pengaruh-pengaruh yang lebih mendalam daripada  suatu proses imitasi. Selain dari mengembangkan diri sendiri, manusia juga dapat memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain. Oleh Sebab itu, seseorang tersebut mungkin memberikan suatu sugesti, motivasi, dan juga simpati kepada orang lain.

Faktor dari Luar Individu

Di samping dari suatu dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri, interaksi sosial tersebut juga dapat di pengaruhi dari hal-hal yang terdapat di luar diri seseorang. Dari Tindakan orang lain, dari sikap diam orang lain, ataupun dari  kejadian-kejadian yang berlangsung di lingkungangan kehidupan seseorang ialah merupakana hal-hal yang dapat dipengaruhi timbulnya suatu interaksi sosial. dikarenakan disapa orang lain, maka dari situ saja kita terlibat interaksi dengan orang tersebut.

Dikarenakan adanya suatu penasaran atas sikap diam orang yang sudah kita kenal, maka dari situ juga kita terdorong untuk dapat bertanya dan juga dapat mencari tahu masalahnya sehingga dapat terjadi interaksi sosial didalamnya .

Dikarenakan juga ingin mengetahui mengapa terjadinya  sebuah kecelakaan lalu-lintas, kita dapat bertanya kepada orang yang berada di tempat kejadian kecelakaan lalu-lintas tersebut, maka disitulah terjadilah interaksi sosial.

Kesimpulan dari Gurupendidikanku.com ialah Interaksi sosial tersebut selalu terjadi dikarenakan adanya aksi atau juga serta suatu reaksi di antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya .

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

Most popular articles related to Pengertian Dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Terlengkap
Shares