Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme
Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme

Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme

Posted on

PENGERTIAN VULKANISME (GUNUNG API)

Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme  – Vulkanisme merupakan  semua peristiwa yang berhubungan dengan adanya magma yang keluar mencapai permukaan bumi dengan melalui retakan didalam kerak bumi atau jug dengan melalui sebuah pita sentral yang disebut dengan terusan kepundan atau juga diatrema.Magma yang keluar sampai pada permukaan bumi itu disebut dengan lava.Magma bisa  bergerak naik dikarenakan memiliki suhu yang tinggi serta juga mengandung gas-gas yang mempunyai cukup energi untuk dapat mendorong batuan di atasnya.

Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme
Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme

Di dalam litosfer magma tersebut menempati suatu kantong yang disebut dengan dapur magma. Kedalaman dapur magma adalah penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api . Pada dasarnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi tersebut, maka akan semakin kuat juga letusan yang ditimbulkannya.

A.Intrusi Magma

Intrusi magma merupakan suatu peristiwa menyusupnya magma diantara lapisan batuan, namun tetapi tidak mencapai pada permukaan Bumi. Intrusi magma tersebut bisa  dibedakan ialah sebagai berikut :

  • Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), adalah suatu magma menyusup diantara 2 lapisan batuan, mendatar, serta juga paralel dengan lapisan batuan itu.
  • Lakolit, adalah suatu magma yang menerobos diantara lapisan Bumi yang paling atas. Bentuknya itu seperti lensa cembung atau juga kue serabi.
  • Gang (korok), merupakan suatu batuan hasil intrusi dari magma yang menyusup serta juga  membeku di sela-sela lipatan (korok).
  • Diatermis, adalah suatu lubang (pipa) di antara dapur magma serta juga kepundan gunung berapi. Bentuknya itu seperti silinder memanjang.

Dengan secara rinci, adanya intrusi magma  (atau disebut plutonisme) tersebut menghasilkan bermacam-macam bentuk, yakni:

Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma merupakan suatu peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi serta juga  membentuk gunung api. Hal tersebut terjadi Jika tekanan gas cukup kuat serta juga ada retakan pada kulit Bumi sehingga dapat menghasilkan suatu letusan yang sangat kuat. Ekstrusi dari magma inilah yang menyebabkan terjadinya suatu gunung api. Ekstrusi magma tersebut tidak hanya terjadi didaratan namun tetapi juga dapat  terjadi di lautan.Oleh sebab itu gunung berapi tersebut dapat juga terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma tersebut dibagi dalam 3  macam, yaitu:

  • 1. Ekstrusi linear
    terjadi apabila magma itu keluar lewat celah-celah retakan atau juga patahan memanjang sehingga membentuk siati deretan gunung berapi.
  • 2. Ekstrusi areal
    terjadi jika letak magma tersebut dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma tersebut keluar meleleh di beberapa tempat di suatu areal tertentu.
  • 3. Ekstrusi sentral
    terjadi jika magma tersebut keluar dengan melalui sebuah lubang (saluran magma) serta juga  membentuk gunung-gunung yang terpisah.

B.TIPE GUNUNG API

1.Berdasarkan Bentuknya

Dengan berdasarkan bentuknya , tipe atau jenis gunung berapi itu , antara lain sebagai berikut

  • Gunung Api Perisai
    Bentuknya kerucut dengan lereng landai serta juga  aliran lavanya panas dari saluran tengah.Daerah persebaran pada magma luas dan juga  proses pendinginan serta juga pembekuannya lambat. Frekuensi dari letusan umumnya sedang serta juga  lambat dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.
  • Gunung Api Kubah
    Gunung api kubah ini berbentuk kerucut cembung (konvek) dengan suatu lereng curam.Aliran lava yang kental dari saluran pusat tersebut yang mengakibatkan aliran lava lambat serta juga membentuk lapisan yang tebal. Proses pendinginan serta  pembekuan lava dapat cepat. Banyak lava yang membeku pada  saluran, akibatnya pada saluran tersebut menjadi tertutup.Letusan yang sangat keras bisa terjadi apabila tekanan dari dalam Bumi tersebut tersumbat. Seluruh bagian puncak dari gunung api juga bisa hancur serta lenyap seketika.

  • Gunung Api Strato
    Gunung ini memiliki bentuk kerucut berlereng curam serta juga luas yang terdiri dari banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran suatu lava yang berulang-ulang.Lava tersebut bisa mengalir dengan melalui sisi kerucut.Sifat dari letusan jenis ini keras.

  • Gunung Api Lava Pijar dan Abu
    Gunung ini memiliki Bentuknya kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau juga emisi itu berupa asap, debu lembut, serta juga  bau sulfur menyengat. Sifat letusan jenis ini sedang.

2.Berdasarkan Letusannya

  • Tipe Hawaii
    Tipe gunung api tersebut dicirikan dengan adanya lavanya yang cair serta juga  tipis, serta didalam perkembangannya itu akan membentuk suatu tipe gunung api perisai.
  • Tipe Stromboli
    Tipe Stromboli ini sangat khas untuk gunung Stromboli serta juga beberapa gunung api lainnya yang sedang meningkat kegiatan atau aktivitasnya. Magmanya itu sangat cair, ke arah permukaan itu sering dijumpai dengan letusan pendek yang diikuti dengan  ledakan.Bahan yang dikeluarkan juga berupa abu, bom, lapilli serta juga  setengah padatan bongkah lava.
  • Tipe Vulkano
    Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah.Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava.Berdasarkan kekuatan letusannya tipe ini dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung).Peralihan antara kedua tipe ini juga dijumpai di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.
  • Tipe Merapi
    Dicirikan dengan adanya lavanya yang cair serta juga kental.Dapur magmanya itu juga relatif dangkal dan juga tekanan gas yang agak rendah.
  • Tipe Perret
    Letusan gunung api tipe perret ini mengeluarkan suatu lava cair dengan tekanan gas yang cukup tinggi. Kadang-kadang lubang pada kepundan tersumbat, yang akan menyebabkan terkumpulnya gas serta juga uap didalam tubuh bumi, akibatnya ialah sering timbul getaran sebelum terjadinya suatu letusan.Setelah meletus material-material ialah seperti abu, lapili, serta juga bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian dan 5 jenis Vulkanisme  Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂

loading...