Struktur Sel
Struktur Sel

Pengertian dan 20 Struktur Sel Bakteri

Posted on

Pengertian Bakteri

Pengertian dan 20 Struktur Sel Bakteri  – Terdapat beberapa macam bagian-bagian pada struktur sel Bakteri yang mempunyai peranan serta juga fungsi masing-masing. Istilah bakteri tersebut berasal dari kata “bakterion” yang Arti  ialah batang kecil.

Struktur Sel
Struktur Sel

Pada dasarnya , Pengertian bakteri ialah organisme uniseluler (bersel satu) dengan tidak mempunyai membran inti sel (prokariotik) serta pada umumnya mempunyai dinding sel tetapi tidak berklorofil. Bakteri tersebut ditemukan oleh Antony van Leeuwenhoek dan juga penemu dari mikroskop lensa tunggal, bakteri tersebut ditemukannya pada tahun 1674, Antony van Leeuwenhoek ialah seorang ilmuwan belanda, istilah dari bakteri sendiri dikenalkan oleh ilmuwan mempunyai nama  Ehrenberg tahun 1828.

Struktur Sel Bakteri dan juga Fungsinya – Sel bakteri tersebut terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian bakteri tersebut antara lain ialah

  1. kapsul,
  2. dinding sel,
  3. membran plasma,
  4. mesosom,
  5. sitoplasma,
  6. ribosom,
  7. DNA,
  8. granula cadangan makanan,
  9. klorosom,
  10. vakuola gas,
  11. flagela,
  12. dan pilus (fimbria).

Berikut penjelasan mengenai Bagian-bagian struktur sel bakteri dan Fungsinya antara lain sebagai berikut :

Struktur Sel Bakteri dan Fungsinya

macam-macam atau jenis-jenis Struktur Sel Bakteri Dan Fungsinya antara lain sebagai berikut :

1. Kapsul atau Lapisan Lendir
Kapsul atau juga lapisan lendir ialah suatu lapisan yang terluar dari bakteri yang mengelilingi atau menyelimuti dinding sel. Lapisan tersebut mempunyai ketebalan yang bervariasi pada tiap-tiap jenis-jenis bakteri. Lapisan tebal inilah yang disebut sebagai kapsul, dan terdapat juga suatu lapisan tipis yang disebut dengan lapisan lendir.

pada dasarnya bakteri tersebut hidupnya parasit dan juga bersifat patogen (penyebab penyakit) mempunyai kapsul sedangkan pada bakteri saproba  (mendapatkan makanan dari sisa organisme) tersebut biasanya hanya mempunyai lapisan lendir. Kapsul ataupun lapisan lendir tersebut ialah berupa senyawa yang kental dan juga lengket yang disekresikan dari bakteri. Kapsul itu juga tersusun dari glikoprotein (senyawa campuran antara glikogen serta protein). Sedangkan pada lapisan lendir tersebut tersusun atas air serta juga polisakarikarida.

Fungsi Kapsul atau juga Lapisan Lendir

  1. ialah sebagai pelindung,
  2. Untuk menjaga sel supaya tidak kekeringan,
  3. Untuk membantu pelekatan dengan sel bakteri lain atau juga pada substrak,
  4. Pada bakteri patogen, kapsul tersebut melindungi bakteri dari pengaruhi sistem kekebalan (antibodi) yang dihasilkan dari sel tubuh inang.

2. Dinding Sel
Dinding sel bakteri tersebut  tersusun atas senyawa pepetidoglikan. Peptidoglikan ialah suatu polimer yang terdiri atas polipeptida pendek.Peptidoglikan tersebut mempunyai ketebalan lapisan yang bervariasi dari ketebalan lapisan tersebut  berpengaruh terhadap suatu respons pewarnaan, yang difungsikan  dalam penggolongan bakteri, yakni bakteri Gram posisitf dan juga bakteri Gram negatif. Dinding sel  oleh Eubacteria tersebut mengandung peptidoglikan, sedangkan pada dinding sel Archaebacteria tersebut tidak mengandung suatu peptidoglikan.

Fungsi Dinding Sel

  1. Ialah untuk mempertahankan bentuk dari sel
  2. Untuk memberikan sebuah perlindungan fisik,
  3. Untuk menjaga sel agar tidak pecah didalam lingkungan yang mempunyai tekanan osmotik yang lebih rendah (hipotonis) Sel bakteri tersebut dapat mengalami plasmolisis apabila berada pada lingkungan yang tekanan osmotik lebih tinggi (hipertonis).
  4. Bakteri tersebut akan mati apabila berada pada larutan yang pekat contoh mengandung banyak garam atau pun banyak gula.

3. Membran Plasma
Membran plasma tersebut tersusun dari senyawa fosfolipid serta juga protein yang bersifat selektif permeabel (dapat dilewati oleh zat-zat tertentu).

Fungsi Membran Plasma

  1. Untuk membungkus sitoplasma
  2. Untuk mengatur pertukaran zat yang berada di dalam sel dengan zat yang ada diluar sel.

4. Mesosom
Mesosom ialah organel sel yang mempunyai penonjolan pada membran plasma ke arah dalam suatu sitoplasma.
Fungsi Mesosom

  1. Ialah untuk menghasilkan energi
  2. Untuk membentuk dinding sel baru saat terjadi pembelahan sel
  3. Untuk menerima DNA pada saat konjugasi

5. Sitoplasma
Sitoplasma bakteri ialah suatu cairan koloid yang mengandung suatu molekul organik seperti lemak, protein, karbohidrat, serta garam-garam mineral, enzim, DNA, Klorosom (pada bakteri fotosintetik), dan juga ribosom
Fungsi dari Sitoplasma ialah Sebagai tempat terjadinya suatu reaksi-reaksi metabolisme sel

6. Ribosom
Ribosom ialah organel-organel kecil yang tersebar didalam suatu sitoplasma dan juga berfungsi dalam sintesis protein. Ribosom tersebut tersusun dari senyawa protein dan juga RNA (ribonukleic acid). Jumlah ribosom didalam suatu sel bakteri tersebut dapat mencapai ribuan, contohnya ialah Escherichia coli yang memiliki 15.000 ribosom.
Fungsi Ribosom ialah Sebagai suatu sintesis protein

7. DNA
Bakteri tersebut  mempunyai dua macam DNA (deoxyribonucleic acid), yakni

  1. DNA kromosom 
  2. DNA nonkromosom (plasmid).

DNA kromosom ialah suatu materi genetik yang menentukan pada sebagian besar dari sifat-sifat metabolisme bakteri, sedangkan pada DNA nonkromosom (plasmid) tersebut hanya menentukan sifat-sifat tertentu, seperti ialah  sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan dalam bereproduksi secara seksual), dan juga sifat kekebalan terhadap antibiotik tertentu saja .

DNA kromosom pada suatu organisme eukariotik akan berbentuk sebagai rantai ganda linier, sedangkan pada DNA kromosom prokariotik (bakteri) yang berupa suatu rantai ganda melingkar yang terkumpul didalam suatu serat kusut yang disebut ialah dengan region nukleoid. Jumlah DNA bakteri tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan DNA sel eukariotik yang berkisar 1:1.000 dari pada DNA sel eukariotik. DNA kromosom tersebut  dapat di bereplikasi disaat menjelang suatu pembelahan sel.

DNA nonkromosom (plasmid) tersebut mempunyai bentuk melingkar (sirkuler) dengan ukuran yang mempunyai jauh lebih kecil dibandingkan dengan DNA kromosom. pada dasarnya , bakteri tetap dapat hidup meskipun plasmidnya tersebut dikeluarkan dari sel. Hal tersebut dimanfaatkan dalam suatu teknologi rekaya genetika. Plasmid tersebut digunakan ialah sebagai vektor atau juga pembawa suatu gen tertentu yang ingin dapat didisipkan. Plasmid tersebut dapat bereplikasi tanpa adanya kontrol dari DNA kromosom, serta juga mempunyai kemudahan dalam ditransfer ke sel bakteri lainnya disaat terjadi suatu konjugasi.

Fungsi DNA

  1. Ialah sebagai materi genetik yang sebagian besar menentukan sifat-sifat dari metabolisme bakteri (DNA Kromosom)
  2. Ialah untuk menentukan sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan bereproduksi dengansecara seksual), dan juga sifat ketebalan pada suatu antibiotik (DNA nonkromosom)

8. Granula dan Vakuola Gas
Pada dasarnya bakteri mempunyai granula-granula yang berguna ialah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan atau juga senyawa-senyawa lain yang dihasilkannya, sebagai contoh Thiospirillum yang menghasilkan suatu butir-butir belerang. Pada suatu vakuola gas yang hanya ada pada bakteri-bakteri fotosintetik yang hidup ialah dengan menampung air. Vakuola gas itu  memungkinkan bakteri untuk mengapung di permukaan air, sehingga mendapatkan sinar matahari yang difungsikan ialah untuk fotosintesis.

9. Klorosom
Klorosom ialah suatu struktur lipatan yang terdapat dibawah membran plasma yang berisikan suatu klorofil dan juga pigmen fotosintetik lainnya. Fungi Klorosom tersebut  ialah untuk menfotosintesis yang hanya adapada bakteri fotosintetik. sebvagai contoh ialah Chlorobium

10. Flagela
Flagela ialah bulu cambuk yang tersusun atasa senyawa protein yang terdapat pada suatu dinding sel, serta berfungsi ialah sebagai alat gerak. Flagela bakteri tersebut tidak terbungkus oleh perluasan membran plasma yang berbentuk suatu batang (basil), koma (vibrio), serta juga spiral. terdapt sekitar separuh dari seluruh bakteri yang dapat bergerak dengan secara terarah yang menuju atau juga menjauhi ransang.

Gerak itu disebut dengan gerak taksis. Sebagai contohnya bakteri dari familia Chlorobacteriaceae yang akan melakukan suatu gerak fototaksis positif atau juga menuju ke arah cahaya matahari untuk dapat berfotosintesis. Bakteri mempunyai jumlah flagela yang memiliki letak tempat yang berbeda-beda. Berikut ini pengelompokan bakteri dengan berdasarkan dari jumlah serta letak flagelanya.

  1. Atrik, ialah bakteri yang tidak memiliki flagela
  2. Monotrik, ialah bakteri yang hanya memiliki 1(satu) flagela
  3. Lofotrik, ialah bakteri yang memiliki banyak flagela pada salah satu sisi sel
  4. Amfitrik, ialah bakteri yang memiliki  flagela pada kedua ujung sel
  5. Peritrik, ialah bakteri dengan flagela yang tersebar pada seluruh permukaan suatu dinding sel.

11. Pilus atau Fimbria
Pilus dalam bahasa Latin, pili ialah  rambut atau juga fimbria fimbria ialah daerah pinggir merupakan suatu struktur seperti flagela namun  berupa rambut-rambut yang mempunyai diamater lebih kecil, pendek, dan juga kaku, dengan terdapat pada sekitar dinding sel. Fungsi pilus atau juga Fimbria antara lain sebagai berikut :

  1. Untuk membantu bakteri yang menempel di suatu medium tempat hidupnya
  2. Sebagai melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya, sehingga dapat terjadi suatu transfer DNA pada saat terjadinya konjugasi. Pilus untuk dapat konjugasi disebut juga dengan pilus seks.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian dan 20 Struktur Sel Bakteri  Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂