Aqidah
Aqidah

Pengertian Aqidah Menurut Bahasa Dan Istilah Dari Para Ulama

Posted on

Pengertian Akidah

Pengertian Aqidah Menurut Bahasa Dan Istilah Dari Para Ulama– Akidah dalam kasus Islam, yang berarti iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu aqidah. Agama Islam dasar didasarkan pada hadits Jibril, yang berisi definisi Islam, rukun Islam, rukun iman, amal dan peristiwa hari-hari terakhir.

Aqidah Dalam Bahasa Arab

Dalam syahadat berasal dari kata Arab al-‘aqdu yang berarti obligasi, di-tautsiiqu yang berarti keyakinan kuat atau keyakinan, al-ihkaamu yang berarti menegaskan (set), dan ar-rabthu biquw-wah yang berarti mengikat dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah (terminologi), keyakinan adalah iman yang teguh dan yakin, bahwa tidak ada sedikit pun keraguan bagi mereka yang percaya di dalamnya.

Jadi, aqidah Islamiyyah adalah iman yang teguh dan terikat kepada Allah dengan semua pelaksanaan kewajiban, tauhid dan menaati-Nya, percaya pada malaikat-Nya, rasul, buku-buku mereka, nasib baik dan buruk dan percaya seluruh tidak memiliki prinsip-prinsip Authentic Agama (Teologi Islam), kasus yang tak terlihat, iman dalam apa yang ijma ‘(konsensus) dari Salafush Shalih, dan semua qath’i berita (pasti), baik secara ilmiah dan amaliyah yang telah ditentukan sesuai dengan Al Qur’an dan otentik Sunnah dan ijma ‘Salaf as-Salih.

 

Aqidah
Aqidah

Pembagian akidah tauhid

Meskipun membuat masalah ‘dan Qadar menjadi sengketa antara Muslim, tetapi Allah telah membuka hati hamba-Nya yang beriman, bahwa Salaf Shalih bahwa mereka selalu mengikuti jalan kebenaran dalam pemahaman dan pendapat. Menurut mereka membuat Qadar termasuk rububiyah Allah bagi ciptaan-Nya. Kemudian masalah ini termasuk dalam salah satu dari tiga jenis tauhid menurut pembagian ulama:

  1. Tauhid Al-Uluhiyyah, (al-Fatihah ayat 4 dan an-Nas, ayat 3)
    Keesaan Allah dalam ibadah, ibadah hanya Tuhan dan karena itu saja.
  2. Tauhid Ar-rububiyyah, (al-Fatihah ayat 2, dan an-Nas, ayat 1)
    Kesatuan Tuhan dalam tindakan, yaitu iman dan percaya bahwa hanya Allah yang dapat membuat, kontrol dan mengatur alam semesta.
  3. Tauhid al-Asma ‘adalah-Nature,
    Asma dan keesaan Tuhan di alam-Nya, adalah untuk percaya bahwa tidak ada yang mirip dengan Allah, Satu, asma dan sifat.

Iman di Qadr termasuk tauhid ar-rububiyah. Oleh karena itu, Imam Ahmad berkata: “Qadar adalah kekuatan Allah”. Karena, tidak diragukan lagi, qadar (takdir) termasuk tenaga qudrat menyeluruh dan kreatif. Selain itu, bernama Qadr adalah rahasia Allah yang tersembunyi, tidak ada yang bisa tahu kecuali dia, ditulis pada Tablet Diawetkan, dan tidak ada yang bisa melihatnya. Kita tidak tahu baik atau buruk nasib yang telah ditentukan bagi kita dan bagi makhluk lainnya, kecuali sekali atau berdasarkan teks dari kanan.

Ada tiga jenis tauhid, sebagaimana disebutkan di atas dan tidak ada istilah atau Tauhid Tauhid Mulkiyah Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah baru. Jika apa yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuatan Allah, dan kemudian dimasukkan ke dalam rahim Tauhid Rububiyah.

Dikutip dari: https://id.wikipedia.org/

Jika diinginkan dengan ini adalah pelaksanaan hukum Allah di muka bumi, maka itu telah memasuki Uluhiyyah Tauhid, karena itu milik hukum Allah dan kita harus tidak hanya ibadah selain Allah saja. Lihatlah firman Allah dalam surat Yusuf ayat 40.

Baca juga :

Demikian Penjelasan TentangĀ Pengertian Aqidah Menurut Bahasa Dan Istilah Dari Para Ulama Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com šŸ˜€