Mikroskop : Pengertian, Jenis, Dan Bagian Beserta Fungsinya Secara Lengkap

Posted on

Mikroskop : Pengertian, Jenis, Dan Bagian Beserta Fungsinya Secara Lengkap – Jika anda ingin melihat benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang pasti anda akan menggunakan yang namanya mikroskop agar dapat terlihat. Tapi tahukah anda apa yang dimaksud dengan mikroskop ??? Jika anda belum mengetahuinya, pada kesempatan kali ini akan membahas tentang mikroskop secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

mikroskop

Pengertian Mikroskop

Mikroskop ialah sebuah alat bantu yang dipakai untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Kata Mikroskop berasal dari bahasa latin, yakni “mikro” yang berarti kecil dan kata “scopein” yang berarti melihat. Benda kecil dilihat dengan cara memperbesar ukuran bayangan benda tersebut hinga berkali-kali lipat. Bayangan benda bisa dibesarkan 40 kali, 100 kali, 400 kali, bahkan 1000 kali, dan perbesaran yang bisa dijangkau semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi .

Ilmu yang mempelajari objek-objek berukuran sangat kecil dengan memakai mikroskop disebut Mikroskopi. Mikroskop ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek, penemuan ini sangat membantu peneliti dan ilmuan untuk mengamati objek mikroskopis.


Jenis-Jenis Mikroskop

1. Mikroskop cahaya Mikroskop cahaya ialah jenis type mikroskop dengan menggunakan cahaya sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis cahaya ini memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi untuk bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Mikroskop cahaya ini memiliki  3 lensa pembesaran. yakni antara lain sebagai berikut : a. Lemah (4 kali/10 kali) b. Sedang (40 kali) c. Kuat (100kali)

Dan juga lensa okuler mempunyai pembesaran 10 kali. Sehingga mikroskop cahaya ini kebanyakan memiliki pembesaran yang maksimum sebanyak 1000 kali oleh ukuran yang sebenarnya.

Pada jenis mikroskop cahaya, terdapat juga perbedaan pada lensa yang dipunyai, antar alain sebagai berikut :

  • Mikroskop cahaya yang hanya mempunyai 1 lensa okuler (monokuler) Jenis satu lensa okuler (monokuler) ini hanya bisa untuk melihat panjang dan lebar dari objek yang akan diamati.
  • Mikroskop cahaya yang mempunyai 2 lensa okuler (binokuler) Jenis satu lensa okuler (binokuler) atau yang dikenal juga dengan Mikroskop Stereo ini bisa untuk melihat panjang, lebar dan tinggi objek yang akan diamati secara 3 dimensi (3D).

2. Mikroskop elektron Mikroskop elektron yaitu jenis type mikroskop dengan mempergunakan elektron sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis elektron ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Pada mikroskop jenis elektron, magnet digunakan untuk pengganti dari lensa dengan fungsi untuk memusatkan elektron (sumber energi) ke objek. yaitu antara lain sebagai berikut :

  • Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) Mikroskop transmisi elektron (TEM) bekerja dengan cara menembuskan elektron kepada objek yang akan diamati dan gambaran dari objek yang akan diamati akan terlihat di layar.
  • Mikroskop Elektron Scanning Mikroskop Elektron Scanning bekerja dengan cara memberikan gambaran permukaan, jaringan dan struktur objek yang diamati dan bisa menampilkan gambaran objek yang akan diamati tersebut dengan gambaran 3 dimensi (3D).

Bagian-Bagian Mikroskop

Agar bisa memakai mikroskop kita harus mengetahui bagian-bagiannya terlebih dahulu, Bagian Mikroskop terbagi menjadi bagian Optik dan bagian Mekanik (Non-Optik)

1. Bagian-Bagian Optik

  • Lensa Okuler, yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada gambar, pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler ini berfungsi untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran 6, 10, atau 12 kali.
  • Lensa Objektif, yakni lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3 lensa objektif pada mikroskop, yakni dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Saat memakai lensa objektif pengamat harus mengoleskan minyak emersi ke bagian objek, minyak emersi ini berfungsi sebagai pelumas dan untuk memperjelas bayangan benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
  • Kondensor, yaitu bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
  • Diafragma, yakni bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat. Cermin, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya tersebut.

2. Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik)

  • Revolver, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan.
  • Tabung Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan lensa objekti dan lensa okuler mikroskop.
  • Lengan Mikroskop, yaitu bagian yang fungsinya untuk tempat pengamat memegang mikroskop.
  • Meja Benda, yakni bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan objek yang akan diamati, pada meja benda terdapat penjepit objek, yang menjaga objek tetap ditempat yang diinginkan.
  • Makrometer (pemutar kasar), yakni bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Mikrometer (pemutar halus), yakni bagian yang fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Kaki Mikroskop, yakni bagian yang fungsinya sebagai penyagga yang menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, dan juga untuk tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak dipindahkan.

Fungsi-Fungsi Mikroskop

Mikroskop mempunyai fungsi sebagai berikut :

  • Fungsi utamanya yaitu untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang
  • Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan berakar pada fugsi utamanya, bedanya beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail, contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja.

Intinya Fungsi mikroskop tetap untuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Itulah ulasan tentang Mikroskop : Pengertian, Jenis, Dan Bagian Beserta Fungsinya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca Juga: