Jenis Pengendalian Sosial Beserta Penjelasannya

Posted on

GuruPendidikan.Com – Di kehidupan bersama di masyarakat dalam pengendalian sosial berfungsi untuk dapat menciptakan suatu tatanan masyarakat yang teratur dan sesuai dengan norma-norma yang telah disepakati bersama. Hal ini guna mewujudkan maksud tersebut kita mengenal beberapa jenis pengendalian sosial yang didasarkan pada sifat dan tujuannya, resmi dan tidaknya, serta siapa yang melakukan pengendalian.

Jenis Pengendalian Sosial

Menurut Sifat Dan Tujuan

Dilihat dari sifat dan tujuannya kita mengenal pengendalian preventif, pengendalian represif, serta pengendalian gabungan antara pengendalian preventif dan represif.

  • Pengendalian Preventif
    Merupakan usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Dengan demikian pengendalian ini dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan dengan maksud untuk melakukan pencegahan sedini mungkin guna untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan penyimpangan. Usaha-usaha pengendalian preventif dapat dilakukan melalui pendidikan dalam keluarga dan masyarakat ( informal ), serta pendidikan di sekolah ( formal ) misalnya pemasangan rambu-rambu lalu lintas guna mencegah ketidaktertiban dan kecelakaan di jalan raya.
  • Pengendalian Represif
    Merupakan usaha untuk mengembalikan keserasian, keteraturan dan keharmonisan yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku menyimpang. Jadi pengendalian ini dilakukan setelah terjadi pelanggaran. Tujuannya ialah untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari perbuatannya, sekaligus supaya ia mematuhi norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Misalnya seorang guru yang mencoret pekerjaan ( ulangan ) salah satu siswanya karena ketahuan menyontek.
  • Pengendalian Gabungan
    Merupakan usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan ( preventif ) sekaligus mengembalikan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma social ( represif ). Usaha pengendalian yang memadukan ciri preventif dan represif ini dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpangan dari norma dan kalaupun terjadi, penyimpangan itu tidak sampai merugikan orang yang bersangkutan maupun orang lain.

Menurut Resmi Dan Tidak

Dilihat dari resmi dan tidaknya, kita mengenal pengendalian resmi dan pengendalian tidak resmi.

  • Pengendalian Resmi
    Merupakan pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi. Misalnya pengawasan yang dilakukan oleh sekolah terhadap semua warga sekolah agar perilakunya sesuai dengan peraturan sekolah.
  • Pengendalian Tidak Resmi
    Merupakan pengendalian yang dilakukan sendiri oleh warga masyarakat dan dilaksanakan demi terpeliharanya peraturan-peraturan yang tidak resmi milik masyarakat. Dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas dan tidak ditemukan dalam hukum tertulis, tetapi hanya diingatkan oleh warga masyarakat. Contohnya dalam masyarakatmu terdapat kesepakatan pemberlakuan jam malam bagi tamu. Apabila kamu melanggar maka kamu akan ditegur warga masyarakat yang lain, seperti tetangga atau ketua RT.

Menurut Siapa Yang Melakukan Pengendalian

Dilihat dari siapa yang melakukan pengendalian, kita mengenal pengendalian institusional dan pengendalian berpribadi.

  • Pengendalian Institusional
    Ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga ( institusi ) tertentu. Pola-pola kelakuan dan kaidah-kaidah lembaga itu tidak saja mengontrol anggota lembaga, tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lembaga itu.
  • Pengendalian Berpribadi
    Ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu, artinya tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal.

Demikianlah pembahasan mengenai Jenis Pengendalian Sosial Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...