Jenis-Jenis Penyakit Polio Beserta Penjelasannya

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Polio ialah salah satu jenis penyakit yang dapat membuat penderitanya dapat terserang lumpuh “paralisis”, karena disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini ialah sebuah virus yang dinamakan dengan Polio Virus “PV”, yang dimana virus ini masuk ke tubuh melalui mulut, yang kemudian menginfeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat yang sehingga otot akan menjadi melamah dan kadang-kadang mengalami kelumpuhan.

Jenis-Jenis Penyakit Polio Beserta Penjelasannya
Virus polio sebenarnya telah ada sejak zaman duhulu kala, yang tepatnya zaman pra sejarah. Hal ini dapat dilihat dari lukisan dinding di kuil-kuil Mesir kuno yang menggambarkan orang-orang yang sehat dengan kaki layu yang berjalan dengan tongkat. Bahkan Claudius, yang merupakan salah satu Kaisar Romawi juga terserang polio yang ketika masih kanak-kanak dan menjadi pincang seumur hidupnya. Hal ini sekaligus menandakan bahwa virus polio dapat menyerang siapa saja tanpa peringatan, jika sudah begitu, maka virus polio biasanya akan merusak sistem saraf dan menimbulkan kelumpuhkan permanen, terutama di bagian kaki.

Selain itu, sejumlah besar penderita polio ada yang meninggal karena tidak dapat menggerakan otot pernapasan. Ketika polio menyerang Amerika selama dasarwarsa seusai Perang Dunia II, penyakit itu disebut sebagai “momok semua orang tua”, karena mudah mengjangkiti anak-anak terutama yang berumur di bawah 5 tahun. Di sana para orang tuas tidak memberikan anak mereka keluar rumah, gedung-gedung bioskop dikunci, kolam renang, dan sekolah. Untuk sementara itu pada bulan Maret 2014, WHO untuk kawasan Asia Tenggara menyatakan bahwa kawasan Asia Tenggara telah bebas polio, karena itu vaksinasi polio pada bayi sudah tidak perlu diberikan lagi.

Jenis-Jenis Penyakit Polio

Ada beberapa jenis-jenis penyakit polio yang diantaranya yaitu:

Polio Non Paralis

Polio non paralisis dapat menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu dan sensitif. Polio non paralis biasanya ditunjukkan dengan terjadinya kram otot pada leher dan punggung, serta otot yang terasa lembek jika disentuh.

Polio Paralis Spinal

Polio paralis spinal biasanya menyerang saraf tulang belakang, serta menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan, terutama pada kaki. Setelah virus polio menyerang usus, virus ini akan diserap oleh pembuluh darah kepiler pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh.

Virus polio menyerang saraf tulang belakang dan syaraf motorik yang mengontrol gerakan fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu, namun pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak.

Untuk infeksi ini akan memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan perkembangbiakan virus dalam sistem saraf pusat, virus ini akan menghancurkan syaraf motorik. Syaraf motorik tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannnya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat.

Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungaki menjadi lemas, kondisi ini disebut dengan acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhkan pada batang tubuh dan otot pada toraks “dada” dan abdomen “perut” yang disebut dengan quadriplegia.

Polio Bulbar

Polio bulbar dalam hal ini biasanya disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami yang sehingga batang otak ikut terserang. Untuk perlu diketahui apabila batang otak mengandung yaitu:

  • Saraf motorik yang mengatur pernapasan dan saraf kranial yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata.
  • Saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi dan otot muka.
  • Saraf auditori yang mengatur pendengaran.
  • Saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan, pergerakan lidah dan rasa.
  • Saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus dan paru-paru.
  • Saraf tamabahan yang mengatur pergerakan leher.

Tanpa alat bantu pernapasan, polio bulbar dapat menyebabkan kematian, 5-10% penderita yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja, untuk kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim “perintah bernapas” ke paru-paru.

Demikianlah pembahasan mengenai Jenis-Jenis Penyakit Polio Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Most popular articles related to Jenis-Jenis Penyakit Polio Beserta Penjelasannya
Shares