Fase Perkembangan Kepribadian Beserta Penjelasannya

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Dalam fase-fase perkembangan kepribadian di setiap individu tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya, tetapi secara umum bisa dirumuskan sebagai berikut :

Fase Perkembangan Kepribadian

Fase Pertama

Fase awal atau pertama dimulai sejak anak mulai berusia satu hingga dua tahun, saat anak tersebut mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini kita bisa membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian yang penting yaitu sebagai berikut :

  • Bagian pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut dengan attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah dikemudian hari. Unsur-unsur itu ialah struktur dasar kepribadian ( basic personality structure ) dan capital personality, kedua unsur tersebut merupakan sifat dasar dari manusia yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orang tuanya.
  • Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari.

Fase Kedua

Untuk fase ini merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Fase ini diawali dari usia dari usia dua hingga tiga tahun. Fase ini merupakan fase dalam perkembangan yang dimana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulia berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada dilingkungannya, termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya.

Dalam fase ini berlangsung relatif panjang sampai anak menjelang masa kedewasaannya hingga kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak dalam hal-hal berikut ini.

  • Dorongan-Dorongan ( Drives )
    Unsur ini merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Drivers ini dibedakan atas kehendak dan nafsu-nafsu, kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat cultural yang artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Sedangkan nafsu-nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis misalnya nafsu makan, birahi ( seksual ), amarah dan yang lainnya.
  • Naluri ( Instinct )
    Naluri merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk hidup, misalnya seorang ibu memiliki naluri yang begitu kuat untuk memiliki anak, mangsuh dan membesarkan sampai dewasa. Naluri ini bisa dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa perlu belajar dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup.
  • Getaran Hati ( Emosi )
    Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang, sedih, indah, serasi dan yang lainnya.
  • Perangai
    Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil, dapat dilihat dan diindentifikasi oleh orang lain.
  • Inteligensi ( Intelligence Quetient-IQ )
    Inteligensi ialah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang, sesuatu yang termasuk dalam intelegensi ialah IQ memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang melakukan sosialisasi.
  • Bakat ( Talent )
    Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik dan lainnya. Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama.

Fase Ketiga

Dalam proses perkembangan kepribadian seseorang, fase ini merupakan terakhir yang ditandai dengan semakin stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut. Pada fase ketiga ini terjadi perkembangan yang relative tetap yakni dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai kepribadian yang bersifat abstrak. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat diklasifikasikan tiga tipe kepribadian yakni kepribadian normative, kepribadian otoriter dan kepribadian perbatasan.

  • Kepribadian Normatif ( Normative Man )
    Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang ideal, yang dimana seseorang memiliki prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil sosialisasi pada masa sebelumnya. Seseorang memiliki kepribadian normative apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakukan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada didalam masyarakat. Tipe ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain.
  • Kepribadian Otoriter ( Otoriter Man )
    Dalam tipe ini terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dari pada kepentingan orang lain. Situasi ini sering terjadi pada anak tunggal, anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang disekitarnya serta anak yang sejak kecil memimpin kelompoknya.
  • Kepribadian Perbatasan ( Marginal Man )
    Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang relative labil dimana ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya seringkali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang itu memiliki lebih dari satu corak kepribadian. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualism budaya, misalnya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat yang berbeda.

Demikianlah pembahasan mengenai Fase Perkembangan Kepribadian Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Fase Perkembangan Kepribadian Beserta Penjelasannya
Shares