Faktor Penggabungan Badan Usaha Beserta Jenis Dan Bentuknya

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Dalam penggabungan atau kombinasi suatu badan usaha ialah kerja sama beberapa perusahaan atau badan usaha yang semula berdiri sendiri-sendiri. Dalam praktik sehari-hari, sering terjadi beberapa badan usaha yang pada awalnya berdiri sendiri bergabung menjadi satu, dalam gabungan ini ada yang bersifat kekal dan ada juga yang bersifat sementara.

penggabungan usaha

Faktor-Faktor Pendorong Penggabungan

Ada beberapa faktor yang mendorong suatu badan usaha mengadakan penggabungan antara lain sebagai berikut :

  • Terbatasnya atau ketidaksempurnaan pasar bagi perusahaan-perusahaan kecil, sehingga perusahaan kecil memiliki kedudukan yang lebih kuat dalam persaingan dengan perusahaan besar.
  • Untuk mendapatkan bahan mentah dengan secara kontinu dan yang berkualitas sangat baik.
  • Terbatasnya tanggung jawab dari suatu badan usaha.
  • Untuk mengurangi persaingan dari perusahaan-perusahaan sejenis.
  • Adanya kebebasan masuknya barang-barang dari luar negeri.
  • Faktor perseorangan yaitu bagi orang yang perusahaannya sudah kuat, ingin memperkuat lagi dengan menelan perusahaan kecil lainnya ( membelinya ).

Jenis-Jenis Kombinasi

Kombinasi badan usaha dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

  • Kombinasi Vertikal

    Merupakan gabungan beberapa badan usaha yang bekerja pada tingkat yang berbeda-beda dalam proses produksi suatu barang atau barang produksinya berurutan. Misalnya : untuk memproduksi kain terdapat beberapa badan usaha seperti petani kapas, pengangkutan kapas, pemintalan, penenunan dan penyempurnaan kain.

  • Kombinasi Horizontal Atau Paralelisasi

    Merupakan gabungan dari beberapa badan usaha yang bekerja dalam tingkat yang sama dalam proses produksi barang. Kombinasi horizontal juga memiliki pengertian lain yakni gabungan dari beberapa badan usaha yang memproduksi atau menjual barang yang berlainan. Misalnya : penggabungan antara pabrik sabun cuci dengan pabrik sabun mandi atau antara pabrik sikat gigi dengan pabrik pasta gigi.

Bentuk-Bentuk Penggabungan

Bentuk kerja sama atau penggabungan badan usaha diantaranya sebagai berikut.

Trust

Peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar daan monopoli.

Kartel

Bentuk kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi persaingan dan memperluas atau menguasai pasar.

Macam-macam kartel yang sering ditemui antara lain :

  • Kartel wilayah ialah penggabungan yang didasarkan pada perjanjian pembagian wilayah atau daerah penjualan dan pemasaran barangnya.
  • Kartel produksi ialah penggabungan yang bertujuan untuk menyelenggarakan produksi bersama secara massal, tetapi masing-masing perusahaan ditetapkan batas jumlah produksi yang diperbolehkan ( kuoto produksi ).
  • Kartel bersyarat atau kartel kondisi ialah penggabungan dengan menetapkan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang dan penetapan kualitas produksi.
  • Kartel harga ialah penggabungan dengan menetapkan harga menimum dari produk yang dihasilkan masing-masing anggota.
  • Kartel pembelian dan penjualan ialah penggabungan untuk pembelian dan penjualan hasil produksi agar tidak terjadi persaingan.

Merger

Penggabungan beberapa badan usaha dengan jalan meleburkan diri menjadi satu perusahaan baru. Jadi, merger identik dengan trust.

Holding Company

Suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau saham perusahaan lainnya, meskipun secara yuridis badan usaha yang dikuasi tetap berdiri sendiri namun diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai.

Concern

Sebenarnya concern sama halnya dengan holding company yakni memiliki sebagian besar saham-saham dari beberap badan usaha, perbedaannya ialah holding company sering berbentuk PT sedangkan concern sering dimiliki perseorangan yakni seorang hartawan yang memiliki modal yang amat besar.

Corner Dan Ring

Penggabungan beberap badan usaha yang tujuab mencari keuntungan besar, dengan cara menguasai penawaran barang untuk memperoleh monopoli dan menaikkan harga.

Syndicat

Kerja sama sementara oleh beberapa badan usaha untuk menjual atau mengerjakan suatu proses produksi.

Joint Venture

Penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Production Sharing

Kerja sama bagi hasil antara pihak-pihak tertentu.

Waralaba ( Franchise )

Sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri, artinya untuk membuaka gerai waralaba cukup dengan menggunakan modal milik investor lain. Seorang franchise ( pembeli usaha waralaba ) harus memenuhi syarat-syarat khusu yang ditetapkan oleh franchisor ( perusahaan waralaba ), karena pada franchise akan menggunakan merek yang sama dengan franchisor sehingga harus memiliki standar yang sama, keuntungan yang diperoleh investor waralaba antara lain terhindar dari biaya trial and error, karena sudah terlebih dahulu dikeluarkan oleh pemilik usaha.

Demikianlah pembahasan mengenai Faktor Penggabungan Badan Usaha Beserta Jenis Dan Bentuknya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Faktor Penggabungan Badan Usaha Beserta Jenis Dan Bentuknya
Shares