Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera Dalam Sosiologi

samhis setiawan

Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera Dalam Sosiologi

GuruPendidikan.Com – Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Yang salah satu bentuk keluarga yuang banyak diimpikan ialah keluarga sejahtera.

Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera Dalam Sosiologi

Keluarga sejahtera dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah serta mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik dari segi spiritula dan materiil dengan layak, bertakwa kapada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki hubungan yang sama, selaras dan seimbang antara anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera

Dalam hal ini tidak mudah untuk membentuk sebuah keluarga sejahtera, namun hal ini mungkin saja tercapai jika memperhatiak ke empat berikut ini:

Aspek Agama

Agama memiliki peran yang pentiung sekalai dalam membina keluarga sejahtera, agama yang merupakan jawaban dan poenyelesaian terhadap fungsi kehidupan manusia adalah ajaran atau sistem yang mangatur tata keimanan “kepercayaan” dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Oleh karena itu, sebuah keluarga haruslah memiliki dan berpegang pada suatu agama yang diyakininya supaya pembinaan keluarga sejahtera dapat terwujud sejalan dengan apa yang diajarkan oleh agama.

Aspek Pendidikan

Dalam hal ini pendidikan keluarha sangatlah penting namun sering kali dianggap tidak penting. Etika yang benar harus diajarkan kepada anak semenjak kecil, sehingga ketika seorang anak menjadi dewasa ia akan berperilaku baik. Tentu saja perilaku oranng tua juga harus baik dan benar sebagai panutan untuk anaknya. Apabila sejak kecil seorang anak diajarkan dengan baik dan benar maka keluarga tersebut akan harmonis dan seandainya setiap keluarga mengajarkan nilai-nilai etika yang benar maka semua manusia akan hidup berdampingan dan damai.

Untuk hal ini keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak. Bila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga, dalam hal ini sekolah untuk memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter.

Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak dirumah. Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan “karakter” pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya. Pola asuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dan orang tua yang meliputi pemenuhan fisik, psikologis serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya.

Aspek Ekonomi

Pemerintah Indonesia mengelompokkan keluarga ke dalam 2 tipe yakni keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera. Berkebalikan dengan keluarga sejahtera, keluarga pra sejahtera identik dengan keluarga yang anaknya banyak, tidak dapat menempuh pendidikan secara layak, tidak memiliki pengahasilan tetap, belum memperhatikan masalah kesehatan lingkungan, rentan terhadap penyakit, mempunyai masalah tempat tinggal dan masih perlu mendapat bantuan sandang dan pangan.

Oleh karena itu, konsentrasi pembinaan terhadap keluarga yang dilakukan oleh pemerintah saat ini ialah menangani keluarga pra sejahtera. Hal itu terlihat dari beberapa program-program dasar pembinaan keluarga seperti: perencanaan kelahiran “KB”, POS pelayanan terpadu “POSYANDU”, pelayanan kesehatan gratis, pembinaan lansia, pengadaan rumah khusus keluarga pra sejahtera dan sejenisnya.

Aspek Sosial Budaya

Perkembangan anak pada usia antara 3 hingga 6 tahun ialah perkembangan sikap sosialnya. Konsep perkembangan sosial mengacu pada perilaku anak dalam hubungannya dengan lingkungan sosial untuk mandiri dan dapat berinteraksi atau untuk menjadi manusia sosial.

Interaksi ialah komunikasi dengan manusia lain, suatu hubungan yang menimbulkan perasaan sosial yang mengikatkan individu dengan sesama manusia, perasaan hidup bermasyarakat seperti tolong menolong, saling memberi dan menerima simpati dan empati serta rasa setia kawan dan sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera Dalam Sosiologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga:

Most popular articles related to Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera Dalam Sosiologi
Shares