Wawancara
Wawancara

8 Jenis, Bentuk Dan Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli Beserta Contohnya

Posted on

Pengertian Wawancara

8 Jenis, Bentuk Dan Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli Beserta Contohnya– Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara speaker dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana pewawancara mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli

  • Charles Stewart dan W.B. Cash

Wawancara adalah proses komunikasi dipasangkan dengan tujuan serius dan telah ditentukan dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab.

  • Robert Kahn dan Channel

Wawancara adalah pola khusus dari interaksi dimulai secara lisan untuk tujuan tertentu, dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik, dengan proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubungannya secara berkelanjutan.

  • Koentjaraningrat

Wawancara adalah cara yang digunakan untuk tugas tertentu, mencoba untuk mendapatkan informasi dan secara lisan pembentukan responden, untuk berkomunikasi tatap muka.

  • Lexy J. Moleong

Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang mengajukan pertanyaan) dan diwawancarai (yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu).

Wawancara
Wawancara
  • Denzig

Wawancara dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka percakapan di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain.

  • Lexy   J   Moleong   (1991:135)

Menjelaskan bahwa wawancara dengan tujuan percakapan tertentu. Dalam metode ini peneliti dan responden berhadapanlangsung (tatap muka) untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan mendapatkandata tujuan yang dapat menjelaskan masalah penelitian.

  • Sutrisno Hadi ( 1989:192 )

Wawancara adalah proses pembekalan verbal, di mana dua orang atau lebih untuk menangani secara fisik, orang dapat melihat mukayang orang lain dan mendengarkan suara telinganya sendiri, ternyata informasi langsung alatpemgumpulan pada beberapa jenis data sosial, baik yang tersembunyi (laten) atau manifest.

  • Ankur Garg

Seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bila dilakukan oleh orang-orang yang mempekerjakan calon / kandidat untuk posisi, jurnalis, atau orang-orang biasa yang mencari tahu tentang kepribadian seseorang atau mencari informasi.

Bentuk Wawancara

Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

  1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
  2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
  3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
  4. Wawancara pribadi.
  5. Wawancara dengan banyak orang.
  6. Wawancara dadakan / mendesak.
  7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.

Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh sikap wawancara selain jurnalis juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup juga dibentuk oleh isu-isu dan informasi tentang materi pelajaran baik oleh pembicara dan wartawan.

Jenis-Jenis Wawancara

Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

  • Wawancara bebas

Dalam sebuah wawancara bebas, pewawancara bebas untuk mengajukan responden, tetapi perlu dicatat bahwa pertanyaan itu terkait dengan data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang tak terkendali mempertanyakan arah.

  • Wawancara terpimpin

Dalam sebuah wawancara yang dipandu, pewawancara dilengkapi dengan daftar lengkap dan rinci.

  • Wawancara bebas terpimpin

Dalam sebuah wawancara yang dipandu gratis, pewawancara menggabungkan wawancara gratis dengan wawancara terpimpin, pewawancara telah membawa pedoman tentang apa yang diperlukan dalam garis besar.

Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara

Selama wawancara, pewawancara harus mampu menciptakan suasana yang tidak kaku, sehingga responden bersedia untuk menjawab pertanyaan. Untuk itu, sikap yang harus dimiliki oleh seorang pewawancara adalah sebagai berikut:

  1. Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju dengan informasi yang diungkapkan oleh responden karena tugasnya adalah untuk merekam semua informasi dari responden, apakah menyenangkan atau tidak.
  2. Ramah; artinya pewawancara berarti menciptakan suasana yang mampu menarik responden.
  3. Adil; yang berarti bahwa pewawancara harus mampu memperlakukan semua responden yang sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua tapi kehadiran responden.
  4. Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, tidak ada responden dinilai atau diuji. Jika suasana tegang, responden berhak untuk membatalkan pertemuan dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasil. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan sehingga diarahkan. https://id.wikipedia.org/

Demikian Penjelasan Tentang 8 Jenis, Bentuk Dan Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pemabaca GuruPendidikan.Com 😀