7 Ciri Morfologi Protozoa Dalam Biologi

Posted on

GuruPendidikan.Com – Protozoa berasal dari bahasa Yunani yakni “Protos” yang artinya “Pertama” dan “Zoon” yang artinya “Hewan” bisa diartikan sebagai hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain dari hewan protista eukariota. Pada umumnya protozoa hanya dapat dilihat melalui sebuah alat yang bernaman mikroskop.

7 Ciri Morfologi Protozoa Dalam Biologi

Pada Protozoa sendiri berbeda dari prokariot mengingat ukuran tubuhnya yang lebih besar dan selnya termasuk eukariotik. Pada Protozoa juga berbeda dengan algae karena tidak berklorofil.

Selain itu, Protozoa juga berbeda dengan jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.

Ciri-Ciri Umum Protozoa

Ada beberapa ciri-ciri pada Protozoa diantaranya yaitu:

  • Organisme uniseluler (bersel tunggal).
  • Eukariotik (memiliki membran nukleus).
  • Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok).
  • Pada umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
  • Hidup bebas, saprofit atau parasit.
  • Dapat membentuk kista untuk bertahan hidup.
  • Alat geraknya berupa pseudopodia, silia atau flagela.

Morfologi Protozoa

Ada beberapa morfologi protozoa yang diantaranya yaitu:

  • Semua protozoa memiliki vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda pada setiap spesies.
  • Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif atau bentuk istirahat yang disebut dengan kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat membentuk kista untuk mempertahankan hidupnya. Saat kista berada pada keadaan yang menguntungkan, maka akan berkecambah menjadi sel vegetatifnya.
  • Pada Protozoa tidak memiliki dinding sel dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae.
  • Kebanyakan protozoa memiliki bentuk spesifik yang ditandai dengan fleksibilitas ektoplasma yang ada dalam membran sel.
  • Beberapa jenis protozoa seperti Foraminifera memiliki kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca.
  • Beberapa jenis Protozoa seperti Difflugia dapat mengikat partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang keras.
  • Beberapa jenis protozoa seperti Radiolarian dan heliozoan dapat menghasilkan skeleton. Kerangka luar yang keras ini seringh ditemukan dalam bentuk fosil.
  • Kerangka luar protozoa jenis Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tahun dapat membentuk batuan kapur.
  • Protozoa merupakan sel tunggal yang dapat bergerak secara khas menggunakan pseudopodia “kaki palsu”, flagela atau silia namun ada yang tidak bisa bergerak aktif. Yang berdasarkan alat gerak yang dimiliki dan mekanisme gerakan inilah, Protozoa dapat dikelompokkan ke dalam 4 kelas. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina yang bergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora yang bergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora dan yang tidak dapat bergerak serta merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam Sporozoa.
  • Pada sejak tahun 1980 Commitea on Systematics and Evolution of the Society of Protozoologist telah mengklasifikasikan protoza menjadi 7 kelas baru yaitu Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora dan Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru ini Sarcodina dan Mastigophora digabung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora dan Sporozoa yang anggotanya sangat beragam maka dipecah lagi menjadi 5 sub kelas.

Demikianlah pembahasan mengenai 7 Ciri Morfologi Protozoa Dalam Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...

Baca Juga: