6 Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar

samhis setiawan

GuruPendidikan.Com – Dalam hal ini untuk dapat membedakan kedua senyawa berikut ini yakni senyawa polar dan non polar yang dapat ditunjukan dari beberapa sisi yang diantaranya dari ciri senyawa, distribusi elektronnya dan ukuran kuantitatif titik didih.

6 Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar

Nah untuk lebih jelasnya silahkan anda menginyak uraian berikut ini semiga dengan memberikan ulasan ini dapat menambah pengatahuan anda.

Senyawa Polar Dan Non Polar

Ciri-Ciri Senyawa Polar

Ada beberapa ciri-ciri senyawa polar yang diantaranya yaitu:

  • Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain.
  • Memiliki kutub + dan kutub – akibat tidak meratanya distribusi elektron.

Memiliki pasangan elektron bebas “apabila bentuk molekul diketahui” atau memiliki perbedaan keelektronegatifan. Contoh: Alkhol, HCI, PC13, H2O, N2O5.

Ciri-Ciri Senyawa Non Polar

  • Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain.
  • Tidak memiliki kutub + dan kutub – akibat meratanya distribusi elektron.

Tidak memiliki pasangan eletron bebas “bila bentuk molekul diketahui” atau keelektronegarifannnya sama. Contoh: C12, PC15, H2, N2.

Ukuran Kuantitatif Titik Didih Senyawa Kovalen

Dalam hal ini untuk senyawa polar titik didihnya lebih tinggi dari pada senyawa non polar seperti yaitu:

  • Urutan titik didih, ikatan hidrogen > dipol-dipol > non polar-non polar atau ikatan hidrogen > van der waals > gaya london.
  • Bila sama-sama polar/non polar, yang Mr besar titik didihnya lebih besar.

Untuk senyawa karbon Mr sama, rantai C memanjang titik didih > rantai bercabang “bulat”.

Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar

Ada beberapa perbedaan senyawa polar dengan non polar yang diantaranya yaitu:

Senyawa Polar

  • Dapat larut dalam air.
  • Memiliki pasangan eketron bebas “bentuk tidak simteris”.
  • Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5.

Contoh: NH3, PCI3, H2O, HCI, HBr, SO3, N2O5, CI2O5.

Senyawa Non Polar

  • Tidak dapat larut dalam air.
  • Tidakn memiliki pasangan elektron bebas “bentuk simteris”.
  • Berakhir genap.

Contoh: F2, CI2, Br2, I2, O2, H2, N2, CH4, SF6, PCI5, BCI3.

Demikianlah pembahasan mengenai 6 Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Most popular articles related to 6 Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar
Shares